Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Nggak usah malu-malu


__ADS_3

Ini beneran kak Juan yang berbicara seperti itu, oh my god gue ingin teriak batin Ela seakan tidak percaya.


"Kak Juan ngomong apa barusan aku tidak dengar kak, bisa di ulang sekali lagi," ucap Ela dengan senyum malu-malunya.


Juan melirik sebentar ke Ela lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya.


Katanya nggak dengar, tapi melihat senyumnya itu sudah pasti dia mendengar semuanya batin Juan.


"Ya udah kalau kamu nggak dengar berarti bagus, nggak ada siaran ulang yah," ucap Juan lalu tersenyum.


"Kak Juan senyumnya manis banget sih," ucap Ela.


Ya ampun aku di gombalin sama anak SMA dan kenapa jantungku berdetak seperti ini batin Juan.


"Oh iya, aku dengar kok yang kakak bilang tadi, kakak bilang malam ini aku semakin cantik," ucap Ela.


"Dan kakak tahu nggak malam ini kakak sangat ganteng," puji Ela.


"Jangan gombalin semua pria Ela, nggak baik," ucap Juan.


"Aku nggak gombal kak semua pria kak, dan kakak memang benar-benar ganteng," ucap Ela.


"Oh iya kak Juan belum punya pacarkan?" tanya Ela.


"Memangnya kenapa?" tanya Juan.


"Ya ampun aku tuh suka sama kak Juan, jadi kak Juan nggak boleh punya pacar," ucap Ela langsung.


"Aku juga suka sama kamu kok Ela," ucap Juan membuat Ela benar-benar bahagia.


"Beneran kak, berarti.." ucapan Ela menggantung karena Juan langsung memotong bicaranya.


"Aku suka sama kamu sebagai adik," ucap Juan yang membuat Ela langsung murung seketika.


"Kak Juan kasih lebih dong, masa hanya sebagai adik," ucap Ela.


"Karena memang hanya begitu aku menyukai kamu Ela, nggak lebih," ucap Juan.


"Aku akan membuat kak Juan menyukaiku lebih dari adik," ucap Ela semangat membuat Juan tertawa.

__ADS_1


"Kak Juan ganteng banget sih apalagi kalau tertawa semakin ganteng," ucap Ela.


"Sudahlah jangan bicara sembarangan, ayo sini kita masuk membeli semua yang kalian butuhkan untuk kejutan ulang tahun teman kalian," ajak Juan setelah memarkirkan mobilnya pada tempatnya.


"Yah udah sampai yah, cepat banget sih kak. Aku masih ingin berduaan dengan kakak juga di dalam mobil, putar lagi yuk kak" ucap Ela.


"Jangan ada-ada deh kamu, ayo ikut aku," ucap Juan lalu keluar dari dalam mobil dan Ela pun segera keluar juga dari dalam mobil.


"Ikut ke pelaminan yah kak, ayuk," canda Ela begitu berdiri di samping Juan sambil menggandeng tangan Juan.


Juan pun hanya geleng-geleng kepala sambil berjalan masuk dan membiarkan Ela menggandeng tangannya. Dan tentu itu membuat Ela kesenangan sendiri.


"Aku lebih baik telfon Friska dulu deh," ucap Ela begitu sudah berada di dalam.


Juan pun mengernyitkan keningnya bingung.


"Ngapain telfon Nona Friska?" tanya Juan.


"Mau menanyakan sesuatu," ucap Ela lalu segera menghubungi Friska.


Friska yang mendengar ponselnya berdering segera melihat, dan langsung mengangkat panggilan telfon dari Ela itu.


"Oh iya loe pasti sekarang lagi jalan dengan om Juan kan, kok loe nelfon gue," ucap Friska lagi.


"Duh loe bicara pelan-pelan dong," ucap Ela.


"Gue emang lagi jalan dengan kak Juan sekarang, dan gue nelfon loe mau tanya, loe nggak berniat gitu nitip kado buat Dafa biar gue cariin sekalian, abis gue bingung nih mau memberikan kado apa buat Dafa, kan kalau gue tahu loe mau ngasih apa ke Dafa, gue kan bisa ikutin atau setidaknya gue bisa kepikiran mau memberikan kado yang kayak gimana buat Dafa," ucap Ela.


"Yee gue kirain apaan coba, kado buat Dafa gue mau cari sendiri jadi nggak kepikiran nitip ke loe," ucap Friska.


"Loe pikir ajah sendiri atau loe tanya ajah sama om Juan, om Juan kan cowok," ucap Friska.


"Ngeselin loe, ya udah gue tutup dulu telfonnya, bye," ucap Ela membuat Juan tersenyum dengan kelakuan Ela itu.


######


Ela memutuskan tidak bertanya kepada Juan dan dia juga sudah memikirkan kado yang akan di berikan buat Dafa yang tiba-tiba terlintas di pikirannya.


Mereka pun mulai membeli semua yang di butuhkan dan juga Ela membeli kado buat Dafa, Juan pun juga ikut beli.

__ADS_1


Juan selalu memperhatikan Ela yang sangat bersemangat memilih semuanya, dan sesekali Ela selalu menggoda dirinya yang membuatnya bingung harus menghadapi Ela bagaimana karena dia tidak ada pengalaman sama sekali menghadapi wanita.


Jauh di dalam lubuk hatinya, Juan akui dia banyak tertawa ketika bersama Ela, dan dia juga senang bersama Ela yang tipe ceria dan tidak membosankan seperti dirinya. Ela juga bisa menempatkan diri kapan dia harus bercanda dan kapan dia harus terlihat wanita yang elegan karena mengingat status Juan yang sudah pasti banyak orang yang mengenalnya.


Sejak Ela dan Juan berjalan masuk, sangat banyak yang melihat mereka dengan tatapan terkejut, karena Ela yang menggandeng santai tangan Juan.


Setelah semuanya selesai, Juan pun menyuruh bawahan Kenan yang lain agar membawa belanjaan mereka di rumah Kenan, bawahan Kenan yang sudah sejak tadi mengikuti mereka segera melakukan perintah Juan.


"Kak Juan tahu nggak banyak banget wanita yang iri sama aku loh malam ini," ucap Ela.


"Haa iri, karena apa mereka iri sama kamu?" tanya Juan.


"Karena aku bersama dengan kak Juan lah, kakak itu ibaratnya berlian tahu nggak," ucap alay Ela.


"Ela kamu ada-ada saja, kamu pasti belum makankan?" tanya Juan.


"Iya belum kak," jawab Ela.


"Ya sudah kita makan dulu kalau gitu," ucap Juan sambil menggandeng tangan Ela menuju ke mobilnya.


Sumpah demi apa ini kak Juan yang menggandeng duluan tangan gue, gue bakalan pepet terus pokoknya sampai kak Juan suka sama gue batin Ela yakin dan juga merasa bahagia.


"Kak Juan kenapa nggak di dalam ajah?" tanya Ela bingung.


"Terlalu banyak cowok yang lihatin kamu, apa kamu nggak sadar," ucap Juan lalu membukakan pintu mobil buat Ela dan menyuruhnya masuk, lalu dia juga segera masuk ke dalam mobilnya juga.


Ela melongo tak percaya setelah mendengar ucapan Juan.


"Kak cowok siapa yang lihatin aku, perasaan di dalam itu kakak yang jadi pusat perhatian bukan aku," ucap Ela bingung.


"Kata siapa, banyak cowok yang melihatmu di dalam makanya jangan terlalu cantik kalau keluar rumah," sewot Juan.


Juan apa lagi yang barusan kamu katakan, lagian bibir aku ini kenapa sih nggak bisa di kontrol batin Juan.


"Kak Juan cemburu yah," goda Ela.


"Nggak mungkin," ucap Juan cepat.


"Kak Juan juga bilang lagi tadi kalau aku cantik, dua kali loh kak Juan bilangnya. Udah pasti sih kak Juan ini sebenarnya suka juga sama aku melebihi suka sebagai adik, hayo ngaku ajah kak Juan nggak usah malu-malu" ucap Ela yang kepedeannya semakin meningkat.

__ADS_1


__ADS_2