Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Hanya teman


__ADS_3

Sopir Friska yang mendengar bunyi ponselnya, segera melihat siapa yang meneleponnya.


Begitu melihat bahwa Kenan yang meneleponnya, dia pun segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Hallo tuan," ucap sopir pribadi Friska begitu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Hallo, kamu lagi dimana?" tanya Kenan.


"Lagi di rumahnya tuan," jawab sopir itu.


"Kemana istriku?" tanya Kenan.


"Kamu sudah menjemputnya dari sekolah kan?" tanya Kenan lagi.


"Iya sudah tuan, Nona muda lagi di dalam rumah tapi tadi dia kelihatan lemas tuan," ucap sopir itu jujur karena Friska yang sangat lemas di lihatnya tadi.


Kenan semakin khawatir begitu mendengar ucapan sopirnya.


Kenan langsung menutup panggilan telfonnya dengan sopir pribadi Friska, lalu segera memeriksa rekaman CCTV yang baru dia ingat.


Di lihatnya Friska sedang duduk ngemil sambil selonjoran.


Kenan pun tersenyum melihat istrinya yang sedang duduk santai tapi terlihat juga kalau dia sedang memikirkan sesuatu.


Ponselnya dimana kok nggak kelihatan batin Kenan.


Tak lama Kenan sampai ke apartemen untuk dia tinggal dalam beberapa bulan ke depan dan betapa senangnya Renata begitu mengetahui bahwa Kenan tinggal dekat dengan dia, sesuatu yang sangat kebetulan tapi membuat Renata sangat bahagia.


Kenan turun dan masuk ke dalam apartemen sambil terus memperhatikan ponselnya. Dia terus memperhatikan istrinya yang sedang ngemil sambil bibir Kenan sesekali tersenyum.


Begitu Kenan duduk di sofa dia melihat istrinya berjalan masuk ke dalam kamar, dan dia melihat istrinya mengambil ponselnya yang sedang dia isi baterainya.


Oh pantas saja ponselnya tidak aktif ternyata baterai ponselnya sedang habis batin Kenan.


"Kira-kira suamiku sudah sampai belum yah" ucap Friska dan membuat Kenan senyum-senyum.


Iya istriku sayang aku sudah sampai, cepat aktifkan ponselmu dan lihat pesanku terus telfon aku batin Kenan.


Friska yang sudah mengaktifkan ponselnya, langsung melihat pesan Kenan.


Oh dia sudah sampai, aku telfon deh batin Friska senang.


Friska segera menghubungi Kenan dan Kenan segera menunggu ponselnya berdering.


Begitu berdering dengan segera dia mengangkatnya.


"Hallo istriku sayang," ucap Kenan.


"Hallo sayang, kamu sudah sampai?" tanya Friska.


"Iya sudah sayang dan sekarang aku sudah di apartemen, oh iya kenapa ponselmu tidak aktif tadi istriku?" tanya Kenan padahal dia sudah mengetahui alasannya, kenapa ponsel Friska tidak aktif tadi.


"Tadi baterainya habis sayang," jawab Friska.


"Video call yah sayang," ucap Kenan.


"Oke, kamu yang duluan" ucap Friska.


"Oke,"

__ADS_1


Kenan pun segera video call istrinya. Dan Friska segera mengangkat video call dari Kenan sambil duduk bersandar di tempat tidur.


"Sayang kamu semakin cantik padahal aku belum cukup satu hari pergi, kamu habis dari perawatan yah tadi?" tanya Kenan asal.


"Iihh apaan sih gombal ajah, terus tadi tuh aku langsung pulang ke rumah tahu, katanya kalau mau pergi-pergi izin dulu sama kamu, lagian tadi ponselku baterainya abis jadi aku memutuskan untuk langsung pulang saja," jawab Friska.


"Ahh istriku memang penurut," ucap Kenan senang.


"Oh yah sayang aku nggak gombal tahu, kamu memang semakin cantik" ucap Kenan.


"Iya dong makanya banyak yang suka," ucap Friska asal.


Kenan seketika heboh setelah mendengar ucapan istrinya itu.


"Sayang kamu nggak nakal-nakal kan?" tanya Kenan penuh selidik.


Friska tampak berpikir, karena sengaja ingin mengerjai Kenan.


"Sayang kenapa lama banget jawabnya," omel Kenan.


"Sayang kamu nakal-nakal yah tadi," ucap Kenan lagi.


Friska pun tampak tersenyum setelah mendengar ucapan Kenan.


"Tidak suamiku sayang, aku nggak nakal-nakal disini," ucap Friska masih dengan senyumannya.


"Sayang aku benar-benar rindu sama kamu," ucap Kenan.


"Sama aku juga, aku pengen di peluk-peluk sama kamu sayang," rengek Friska.


Ya ampun waktu aku disana dia tidak mau menyuruhku memeluknya, ketika aku jauh baru dia ingin aku peluk, istriku kamu memang pandai menyiksa suamimu batin Kenan.


"Iya malahan melebihi dari serius," ucap Friska.


"Tunggulah sampai aku pulang sayang," ucap Kenan.


"Masih lama," ucap Friska sambil cemberut dan itu sangat menggemaskan di mata Kenan.


"Aku usahakan secepatnya istriku sayang," ucap Kenan.


"Oh iya kenapa tadi kamu lemas sayang, sopirmu tadi lapor padaku," ucap Kenan.


"Kamu ada masalah apa sayang?" tanya Kenan.


"Katakan pada suamimu, biar aku bantu, apalagi kalau masalah pelajaran biar aku yang membantumu sayang," ucap Kenan lagi.


"Hemm bukan itu kok sayang," ucap Friska.


"Lalu apa istriku?" tanya Kenan.


"Aku rindu sama kamu terus aku kesepian disini sayang, aku pengen kamu ada disini," rengek Friska pada Kenan.


Kenan benar-benar merasa bahagia, karena mengetahui bahwa istrinya merasa kesepian ketika dia tidak ada di rumah dan tidak bertemu dengannya sama seperti dirinya yang juga merasa kesepian.


"Jadi karena itu sayang kamu lemas?" tanya Kenan memastikan sekali lagi.


"Iya," jawab Friska.


"Hemm istriku kalau aku jauh manja banget yah, giliran kalau aku dekat ajah bar-bar banget," ucap Kenan.

__ADS_1


"Ihh apaan, aku nggak gitu yah," ucap Friska.


Kenan pun tertawa melihat ekspresi tidak terima istrinya itu.


"Sayang aku ingin menciummu," ucap Kenan.


"Nih cium," ucap Friska sambil mendekatkan wajahnya di layar ponsel.


Kenan pun dengan segera menciumnya, membuat Friska tertawa geli.


"Nggak berasa sayang," ucap Kenan.


"Iyalah," ucap Friska.


"Ikutlah Juan kesini nanti, aku rasa nggak bisa deh sayang menahan rindu, susah banget," ucap Kenan.


"Ada-ada ajah, aku udah mau ujian sayang, jadi nggak mungkin," ucap Friska.


"Cepatlah tamat sekolah sayang biar aku bisa membawamu kemanapun aku pergi," ucap Kenan.


"Heem," ucap Friska.


"Oh iya sayang, tetap jadikan acara ulang tahun Dafa di rayain di rumah ini?" tanya Friska.


"Iya sayang harus jadi pokoknya kamu adainnya di rumah kita, jangan di tempat lain pokoknya di rumah kita yah" jawab Kenan cepat.


Supaya aku bisa memantau semuanya batin Kenan.


"Oke sayang," ucap Friska.


"Kamu udah cariin kado buat Dafa?" tanya Kenan penasaran.


"Belum dong sayang, kamu pasti tahu kok kalau aku mau pergi mencarikan kado buat Dafa kan aku pasti izin dulu sama kamu," ucap Friska.


"Istri baik," ucap Kenan.


"Sayang kamu udah makan belum?" tanya Friska.


"Dan juga perhatian," ucap Kenan.


"Udah kok sayang, tadi aku singgah di restoran dan bertemu teman lama," ucap Kenan.


"Cewek atau cowok?" tanya Friska penuh selidik.


"Cewek sayang," jawab Kenan.


"Ihh kamu larang aku nakal-nakal disini, pas kamu disana ketemuan dengan cewek," ucap Friska sambil cemberut.


"Kamu cemburu yah," goda Kenan.


"Dia itu hanya teman aku sayang," ucap


"Nggak tuh aku nggak cemburu, kan biasanya awalnya tuh berteman terus lama-lama hilang deh kata teman tuh apalagi kalau dekat gitu," ucap Friska.


Baru Kenan mau bicara lagi tiba-tiba dia mendengar bel apartemennya berbunyi.


"Aku lihat dulu ada yang datang sayang," ucap Kenan sambil berjalan menuju pintu.


"Hai Kenan," ucap Renata dengan senyumannya begitu Kenan membuka pintu.

__ADS_1


__ADS_2