Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sekian Lama


__ADS_3

Friska pun keluar dari ruang ganti setelah memakai pakaiannya.


Ya ampun kenapa anak kecil ini sangat cantik dan imut sih, bisa-bisa banyak yang godain dia kalau berpakaian seperti ini padahal pakaiannya biasa ajah nggak terbuka batin Kenan.


"Ganti pakaianmu" ucap Kenan datar.


"Haa,,,om nggak salah ngomong kan? ngapain aku ganti pakaian om, ayo kita jalan sekarang" ajak Friska.


"Pokoknya ganti" ucap Kenan lagi.


"Oke" ucap Friska kesal sambil menuju ke ruang ganti lagi karena masih ada beberapa baju di dalam.


Setiap Friska ganti pakaian dan memperlihatkan kepada Kenan, Kenan selalu menyuruhnya untuk mengganti pakaiannya lagi sampai Friska benar-benar lelah.


"Kita pesan saja, nggak usah keluar" ucap Kenan, setelah pusing melihat Friska yang tampak sangat cantik mau baju apapun yang dia gunakan.


"Iihh apaan sih om php banget, ya udah aku keluar makan sendiri saja, nggak usah om traktir" ucap Friska sambil berjalan ke luar kamar.


Kenan dengan segera mengejar Friska. Lalu menggendong tubuh Friska sampai ke mobil.


Friska terkejut dengan yang dilakukan Kenan, tapi dia juga tidak berontak malahan dia mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan.


Hitung-hitung irit tenaga, aku juga sudah sangat lapar sekarang seperti nggak ada tenaga lagi buat jalan batin Friska.


"Siapa yang izinkan kamu pergi makan sendiri?" tanya Kenan sambil menggendong Friska.


"Nggak ada, tapi aku kesal banget om php, ngeselin lagi nyuruh aku ganti baju terus kan capek terus nggak jadi pergi juga padahal aku udah bayangin makan bakso di tempat langgananku, baksonya itu enak banget" ucap Friska sambil cemberut.


"Ya udah kita kesana, nggak usah cemberut gitu" ucap Kenan pasrah.


"Asik gitu dong om, sini aku cium" ucap Friska dengan santainya di gendongan Kenan.


"Kamu mau aku jatuhin disini" ancam Kenan.


"Nggak mau om" ucap Friska cepat.


"Ya udah jangan bilang sembarang" ucap Kenan.


"Iya deh om, maaf" ucap Friska sambil nyengir kuda.


Sampai di mobil Kenan baru menurunkan Friska, mereka pun ke tempat yang Friska maksud.


Sampai di langganan bakso Friska, benar saja pelayan cowok disana banyak yang merayu Friska karena memang Friska sudah akrab dengan mereka, pengunjung cowok pun banyak yang memperhatikan Friska membuat Kenan sangat kesal melihatnya. Sedangkan pelayan wanita dan pengunjung wanita melihat kepada Kenan dengan tatapan kagum karena ketampanan Kenan namun Friska yang mengetahui itu biasa saja karena Friska memang tahu, Kenan sangat tampan jadi pasti banyak yang kagum kepadanya.


Anak kecil ini pantas saja suka disini pasti karena senang di goda-goda, dasar centil batin Kenan.


Mereka pun duduk, dan tak lama mereka duduk, datanglah pelayan cowok di meja Friska dan Kenan.

__ADS_1


"Friska cantik pasti pesanannya seperti biasa kan?" tanya pelayan cowok itu.


"Iya dong, kamu kan paling tahu, oh iya dua porsi yah ganteng" ucap Friska sambil mengedipkan sebelah matanya.


Kenan melotot melihat kelakuan Friska.


Centil-centil batin Kenan.


"Oke cantik, oh iya orang baru lagi yah yang kamu bawah, biasanya kan kamu datang kesini bareng teman-teman bar-bar kamu" ucap pelayan itu dengan tawanya.


"Hahah kamu tahu ajah kalau mereka bar-bar. Mereka nggak tahu kalau aku bakalan kesini, dan hari ini yang aku bawah om aku" ucap Friska santai.


"Oh om kamu yah Fris, pantas saja aku di lihatin dari tadi seperti mau ditelan hidup-hidup, ternyata aku godain ponakannya. Maaf yah om aku siapkan dulu pesananmu yah Fris" ucap pelayan itu.


"Iya ganteng" ucap Friska dengan senyumnya.


Ya ampun serem amat om nya Friska, tapi kok kayak pernah lihat yah batin pelayan itu.


"Kamu tuh jangan terlalu centil" ucap Kenan dingin.


"Nggak kok om, aku itu udah biasa sama mereka bicara seperti itu jadi santai ajah" ucap Friska.


"Apa biasa!!! mulai sekarang jangan berbicara seperti itu lagi" tegas Kenan.


"Iya om kalau nggak lupa" ucap Friska.


"Siap bos" ucap Friska cepat karena malas berdebat dengan Kenan dan perutnya juga sudah sangat lapar.


Pelayan pun datang membawakan pesanan mereka, yang membawakan seorang pelayan wanita, dia terus mencuri-curi pandang kepada Kenan dan dengan sengaja menonjolkan dadanya berusaha merayu Kenan tidak memperdulikan Friska yang juga ada disitu, Kenan sangat tidak suka dengan kelakuan wanita itu.


Pelayan wanita itu tahu kalau yang datang makan adalah Kenan Mahardika dan dia juga tidak menyangka kalau akan ketemu langsung dengan Kenan Mahardika. Jadi dia tidak membuang-buang kesempatan.


"Cepatlah menaruh makanannya lalu pergi, tidak usah bergaya disini" ucap Kenan dingin.


Pelayan itu pun terkejut dengar ucapan Kenan, lalu dengan cepat dia menyelesaikan tugasnya dan pergi dari situ.


"Om kejam banget" ucap Friska.


"Kamu nggak lihat kelakuannya" ucap Kenan.


"Iya sih, tapi aku nggak tahu pelayan itu" ucap Friska.


"Emang, yang kamu tahu kan hanya pelayan cowok saja" ucap Kenan datar.


"Heem om sensitif banget kayak cewek lagi pms" ucap Friska pelan.


"Apa kamu bilang?" tanya Kenan.

__ADS_1


"Aku bilang om tampan, ayo om kita makan" ucap Friska sambil tersenyum.


Perasaan bukan itu tadi yang dia bilang batin Kenan.


Ketika sedang makan ponsel Kenan berdering, di lihatnya ternyata Adelia yang menelepon dirinya, dengan cepat Kenan mengangkat teleponnya.


"Halo, ada apa?" tanya Kenan setelah mengangkat panggilan telepon dari Adelia.


Biasanya juga dia memanggil aku sayang batin Adelia setelah mendengar jawaban Kenan.


"Sayang kamu bisa nggak datang kesini sekarang, aku ingin keluar belanja beberapa keperluanku" ucap Adelia manja.


"Nggak usah nanti aku suruh orang untuk mengantarkannya, kamu kirim saja melalui pesan apa-apa yang kamu perlukan" ucap Kenan lagi sambil melihat Friska yang sangat lahap memakan baksonya.


"Tapi aku maunya kamu sayang yang antarin aku" ucap Adelia lagi.


"Tapi aku nggak bisa sekarang" ucap Kenan.


Mendengar ucapan Kenan, Friska langsung melihat Kenan dan hendak berbicara namun Kenan melarangnya menggunakan isyarat, jadi Friska langsung saja melanjutkan makannya.


"Ya udah aku pergi sendiri saja" ucap Adelia lagi.


"Jangan, oke aku akan kesitu sekarang" ucap Kenan.


"Oke sayang, aku tungguin yah" ucap Adelia dengan nada manjanya.


"Iya" kata Kenan kemudian mematikan panggilan teleponnya.


"Anak kecil aku harus pergi sekarang" ucap Kenan.


"Yahh makanannya om belum habis loh" ucap Friska.


Ya ampun anak kecil ini, bukannya melarangku atau bertanya siapa yang meneleponku dia malah memikirkan makanan dan lagi dia mau pulang gimana kalau aku pergi batin Kenan.


"Kamu tuh kenapa mikirin makanan? seharusnya kamu tuh mikirin mau pulang pakai apa kalau aku pergi" ucap Kenan datar.


"Ya ampun om itu mah gampang kalau pulang, sahabat aku banyak kalau aku suruh jemput mereka pasti mau" ucap Friska santai.


"Tapi aku nggak izinkan, makan cepat aku antar kamu pulang dulu" kata Kenan.


Enak ajah nyuruh temanmu pasti temanmu cowok batin Kenan.


"Ya udah om lanjut makan lagi, sayang tuh baksonya" ucap Friska sambil melihat bakso Kenan yang masih banyak.


"Aku udah kenyang istriku, cepatlah selesaikan makanmu" ucap Kenan lalu mengelus rambut Friska.


"Ya udah bakso om buat aku ajah" ucap Friska lalu mengambil bakso Kenan tanpa menunggu persetujuan dari Kenan.

__ADS_1


Haa dia mau makan sisa dari aku, Adelia saja nggak pernah sekian lama aku pacaran dengan dia batin Kenan.


__ADS_2