
Seketika Juan langsung melihat Jeki dan menghentikan aktivitasnya begitu mendengar Jeki meminta nomor ponsel Ela.
Ada hawa-hawa dingin di sekitar Jeki selain hawa dingin AC.
"Duh kok aku merinding gini yah, apa disini ada penunggunya," ucap Jeki bergidik ngeri sambil bingung melihat ekspresi Juan yang tiba-tiba berubah, dia sekarang fokus pada Jeki padahal tadi dia fokus pada laptop.
"Kenapa kamu lihatin aku kayak gitu?" tanya Jeki.
"Kamu punya atau nggak nomor ponsel Ela? kalau punya berikan padaku," ucap Jeki lagi.
"Coba kamu ulangi nomor ponsel siapa?" tanya Juan lagi.
"Nomor ponsel Ela teman istri tuan Kenan yang cantik itu, kamu pasti tahu karena dia ajah suka sama kamu pernah nggak tahu sekarang tapi pasti dia udah nggak suka lagi sama kamu, ehh tapi ngomong-ngomong yah aku tuh nanya udah banyak kali juga masih ajah tanya balik, kamu budek yah," ucap Jeki heran.
"Nggak ada nomor ponsel Ela, dan nggak usah puji-puji dia, keluar sana," usir Juan kesal.
"Loh kok main asal usir-usir ajah sih, kamu berdosa banget," ucap Jeki sambil menahan tawanya.
"Nggak mungkin tahu kamu nggak punya nomor ponsel temannya istri tuan Kenan, secara pasti yang berhubungan dengan istri tuan Kenan kamu pasti tahu, udah deh nggak usah bohong cepat kasikan aku nomor ponselnya ya ampun, lagian aku baru mau sungguh-sungguh nih deketin cewek, Ela itu anaknya lucu, ceria dan heboh gitu pasti asik tuh kalau di ajak ngobrol dan juga cantik banget, jadi bantulah sepupumu ini dapatkan calon pendamping hidup, aku baru kali ini mau serius beneran," ucap Jeki lagi dengan wajah memohonnya yang membuat Juan semakin kesal.
__ADS_1
"Udah deh kalau aku bilang keluar yah keluar sana, dan aku nggak punya nomor ponselnya Ela, ini kamu ingat baik-baik yah jangan deketin Ela, kamu tuh nggak cocok dengan dia," ucap Juan lagi sambil terus mengusir keluar Jeki.
"Yehh kata siapa aku nggak cocok dengan dia?" tanya Jeki.
"Kata aku barusan emang kurang jelas kamu dengarnya, udah sana keluar kamu dan nggak usah deketin Ela, ingat baik-baik itu, jangan deketin dia," ucap Juan lagi.
"Lah itu kata kamu kalau kata Ela aku cocok dengan dia gimana dong, lagian aku lihatnya Ela itu suka sama yang lebih dewasa gitu, cocok dengan aku kan yang udah dewasa dan juga ganteng kok aku nggak kalah juga dari kamu," ucap Jeki sambil nyengir.
"Nomor ponsel dia dong baru aku keluar nih dengan senang hati," ucap Jeki lagi.
"Jeki kalau aku bilang keluar,,,keluar yah, nggak usah minta nomor ponsel Ela lagi, aku nggak punya nomor ponsel dia, kamu juga nggak cocok sama dia, nggak cocok banget percaya sama aku, kamu pasti di tolak sama dia," ucap Juan lagi.
"Lahh aku belum coba, setidaknya aku harus ungkapkan perasaan aku dulu dong sama dia nanti di terima atau di tolaknya itu urusan belakangan yang penting sudah mengungkapkan maksud hati," ucap Jeki lagi.
"Kamu nggak usah deketin dia nanti kamu patah hati dia udah punya pacar kali makanya aku nggak izinin kamu buat deketin dia," ucap Juan.
"Hemm masa sih dia udah punya pacar," ucap Jeki seakan tidak percaya.
"Iya dia beneran udah punya pacar jadi kamu nggak usah deketin dia, percuma saja tahu nggak akan sia-sia," ucap Juan.
__ADS_1
"Yah aku bakalan deketin dulu kan dia belum nikah juga masih ada kemungkinan putus kan, siapa tahu ajah dia jodoh aku, kamu nggak usah mikirin itu, aku nggak bakalan bunuh diri gara-gara patah hati kok, sekarang cukup berikan saja nomor ponsel Ela sama aku, selebihnya nanti aku yang urus, oke sepupuku," ucap Jeki lagi dengan senyumnya.
"Nggak ada sama aku nomor ponselnya," ucap Juan kesal.
"Ya ampun nggak mungkin pasti ada, ayolah berikan padaku," ucap Jeki lagi.
"Aku bilang nggak ada Jeki yah berarti nggak ada," ucap Juan lagi yang semakin kesal karena Jeki masih saja ngotot ingin mendapatkan nomor ponsel Ela dari dirinya.
"Aku bilang nggak mungkin yah berarti nggak mungkin, ayo berikan padaku dong, punya sepupu pelit banget sih gimana coba aku nggak jomblo terus gini, kamu tuh harus membantu aku juga dalam masalah percintaan, gimana sih," ucap Jeki lagi.
"Aku nggak punya nomor ponsel Ela, iya aku bakalan bantuin kamu tapi dengan cewek lain, jangan dengan Ela, oke fix no debat, keluar sana cepetan nggak pakai lama, aku malas lihat wajah kamu," ucap Juan yang lagi-lagi mengusir Jeki.
"Ya ampun begitu amat sih kamu, aku maunya sama Ela gimana dong, kamu minta dong sama istri tuan Kenan nomor ponsel Ela, aku mau minta langsung tapi takut nanti tuan Kenan salah paham lagi, jadi kamu ajah yang minta yah sekarang, aku tunggu nih, kalau aku udah punya nomor ponsel Ela dengan senang hati aku keluar tanpa perlu kamu usir juga aku akan keluar sendiri, beneran aku nggak bohong sepupuku," ucap Jeki.
"Apa kamu gila menyuruh aku menggangu waktu bulan madu tuan Kenan bersama istrinya hanya untuk meminta nomor ponsel Ela buat kamu, tadi saja waktu aku menelepon tuan Kenan sudah harus mengumpulkan banyak keberanian dulu disertai dengan banyak doa, dan sekarang kamu suruh aku lagi, ogah banget, intinya aku nggak punya nomor ponsel Ela, aku nggak mungkin juga memintanya kepada istri tuan Kenan, dan kamu lebih baik membatalkan niat kamu untuk mendekati Ela, belum apa-apa saja sudah banyak hambatan kamu," ucap Juan.
"Sana,, sana keluar dari ruanganku," usir Juan lagi.
"Oke aku bakalan keluar tapi sini ponsel kamu aku periksa sendiri kontak-kontaknya, kalau aku nggak lihat nama kontak Ela aku bakalan keluar nanti lain kali aku minta lagi sama kamu nomor ponselnya, tapi kalau aku periksa terus ada nomor ponselnya aku akan langsung mengambilnya dan aku cukup tahu saja kalau kamu sudah membohongi aku," ucap Jeki sambil melihat Juan.
__ADS_1
Aku benar yakin dia pasti punya nomor ponsel Ela, kalau dia nggak simpan dengan nama Ela, aku bakalan periksa whatsapp pasti Ela punya whatsapp kan dengan fotonya yang cantik pasti, heem niat banget kamu Jeki, usaha,, usaha batin Jeki.
Juan tampak sedikit panik bagaimana tidak, di ponselnya jelas-jelas masih ada nomor ponsel Ela, bahkan foto Ela masih ada, dan pesan whatsapp mereka yang terakhir masih ada, tidak ada yang di hapusnya sama sekali.