Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kamu nggak tua


__ADS_3

Wah Kenan gawat juga loh jangan sampai deh buat Friska marah batin Raka lalu tertawa.


"Beneran yang di bilang sahabatmu?" tanya Kenan memastikan langsung.


Friska pun menganggukan kepalanya.


"Mau lihat nggak aku praktek pada dua orang itu" ucap Friska sambil melihat Adelia dan pria hidung belang itu.


Adelia langsung geleng-geleng kepala dan juga pria itu yang ikut geleng-geleng kepala, pertanda mereka tidak mau.


"Sudah Fris kasihan, lebih baik di bawah kantor polisi saja, nanti mereka mati lagi di tangan loe" ucap Ela yang tahu betul kemampuan bela diri Friska yang tidak main-main.


Kenan, Juan, dan Raka langsung menelan salivanya begitu mendengar ucapan Ela. Sedangkan sahabat-sahabat Friska langsung bengong karena baru hanya Ela yang tahu kemampuan Friska.


"Baiklah, karena sahabatku ini yang minta jadi kalian berdua bebas dari tanganku" ucap Friska tegas yang membuat yang lainnya merinding.


Mereka benar-benar baru melihat sisi lain dari Friska.


"Om Juan bawa mereka ke tempat dimana seharusnya mereka berada" perintah Friska.


"Baik" ucap Juan spontan.


Entah kenapa dia langsung ngeri melihat Friska yang seperti itu dan dia benar-benar tidak menyangka juga bahwa Friska pintar bela diri karena dia melihat Friska begitu manja.


Adelia dan pria hidung belang itu pun segera di bawah ke kantor polisi, mereka di bawah oleh Juan dan Raka.


"Fris untung loe nggak kenapa-kenapa" ucap Salsa lalu memeluk Friska.


"Iya alhamdulillah, terima kasih yah kalian udah datang kesini, padahal gue ajah nggak tahu ini dimana" ucap Friska yang masih berpelukan dengan Salsa.


"Dimanapun loe berada pasti kita datang, apalagi loe di culik tadi" ucap Salsa lagi sambil melepaskan pelukannya.


Friska pun tersenyum.


"Fris gue kepo tentang jago bela diri loe tahu nggak" ucap Ardi.


"Ceritain kita yah di sekolah" ucap Jojo.


"Gue mau cerita apa juga coba" ucap Friska sambil menggelengkan kepala.


"Ya ampun Dafa loe datang juga, gue baru sadar sekarang kalau loe juga ikut" ucap Friska.


Kenan langsung melotot namun tidak ada yang menyadarinya.


"Iya Fris, gue khawatir banget sama loe dan syukurlah loe nggak kenapa-kenapa" ucap Dafa yang memang sangat mengkhawatirkan Friska tadi.

__ADS_1


"Iya Dafa alhamdulillah gue nggak kenapa-kenapa"


Kenan pun langsung pura-pura batuk.


Friska dan yang lainnya langsung menoleh kepada Kenan.


Friska pun hanya nyengir melihat ekspresi wajah Kenan yang sedang cemburu namun sahabat-sahabat Friska pikir, Kenan pasti sedang capek dan ingin segera pulang.


"Fris pasti pak Kenan udah ingin pulang, ayo kita pulang ajah sekarang, iyakan pak Kenan?" ucap Jojo.


Kenan pun menganggukan kepalanya.


"Ya ampun motor gue, pasti masih di jalan deh" ucap Friska yang baru mengingat motornya setelah melihat motor sahabat-sahabatnya.


"Tenang ajah sayang, motormu sudah ada di rumah" ucap Kenan yang langsung mendapatkan pelototan mata dari Friska karena memanggil dirinya dengan panggilan sayang di depan sahabat-sahabatnya.


Kenan sangat gemas melihat ekspresi wajah Friska yang sedang panik.


Menggemaskan banget sih istriku ini, aku nggak nyangka dia yang menggemaskan begini bisa bela diri, aku nggak boleh memaksanya nih kalau mau buat penerus bisa-bisa masa depanku dalam bahaya batin Kenan.


"Fris loe enak banget sih di sayang sama pak Kenan, tahu nggak pak Kenan tadi benar-benar sangat khawatir sama loe seperti bapak yang sedang khawatir sama anaknya padahal loe cuma ponakannya pak Kenan" ucap Haris.


Kenan yang sudah bahagia mendengar ucapan Haris kembali merasa jengkel sedangkan Friska berusaha menahan tawanya.


Apa aku setua itu, sehingga dia samakan aku dengan bapak-bapak, aku harus perawatan nih, aku harus menanyakan semua ini kepada dokter wajahku, biar semua jelas batin Kenan.


"Ayo kita pulang, karena ini sudah larut malam walaupun ini malam minggu nanti lagi kalian lanjutkan gosipnya yah" ucap Kenan.


Mereka pun tertawa dan segera pulang ke rumah masing-masing.


"Sayang" ucap Friska di dalam mobil namun Kenan hanya diam saja membuat Friska cemberut.


######


"Gue kaget banget tahu nggak begitu tahu Friska jago bela diri Juan" ucap Raka di dalam mobil Juan, begitu mereka selesai mengurus Adelia dan juga pria bayarannya.


"Sama gue juga, gawat banget tuh Kenan kalau sampai dia membuat istrinya marah-marah" ucap Juan.


Juan dan Raka memang dekat dan Juan juga sudah tahu kalau Raka telah mengetahui status Friska sebagai istri Kenan.


Raka langsung tertawa mendengar ucapan Juan.


"Tapi loe tahu Friska itu paket lengkap banget tahu nggak, udah cantik, muda, bisa taekwondo sabuk hitam pula, pintar dan masih banyak lagi, berbeda banget dengan Adelia yang hanya menyusahkan orang" ucap Raka lalu tertawa lagi.


"Iya loe benar banget, syukur deh Kenan sudah sadar sekarang hampir sajakan dia membuang Friska yang berlian itu demi Adelia yang pecahan beling" ucap Juan lalu tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Iya-iya benar banget, kalau Adelia di kasih ke gue mau gratis pun gue nggak mau" ucap Raka lalu tertawa lagi.


"Gue pun begitu, tapi kalau Kenan meninggalkan Friska dulu, gue sih mau banget mengejar Friska" ucap Juan jujur.


"Hemm loe lewati gue dulu pastinya"


Juan dan Raka pun langsung tertawa bersama.


"Oh iya gue mesti ngabarin tante dulu" ucap Juan.


"Ya sudah biar gue yang nyetir" ucap Raka.


Juan pun segera menghentikan mobilnya lalu tukaran posisi dengan Raka.


Setelah itu Juan segera menelepon mama Kenan untuk memberitahukan kalau Friska sudah bersama dengan Kenan sekarang.


######


Kenan yang di dalam mobil masih diam, Friska bingung melihat Kenan yang hanya diam sambil seperti sedang memikirkan sesuatu.


Sampai di rumah pun Kenan masih diam.


"Sayang" ucap Friska sambil bergelayut manja di lengan Kenan yang sedang berjalan menuju anak tangga begitupun dengan Friska.


"Emm"


"Kok gitu ajah sih, kamu marah yah?" tanya Friska.


Kenan pun tersenyum samar mendengar pertanyaan Friska, dan Friska tidak melihat senyuman Kenan.


"Sayang kamu kok diam sih" ucap Friska lagi sambil masih bergelayut manja di lengan Kenan dan Kenan membiarkan itu.


"Kemarilah sayang" ucap Kenan yang sudah berada di dalam kamar tepatnya di pinggir tempat tidur sambil menunjuk pahanya agar Friska duduk di pahanya.


Friska pun tersenyum dan langsung menuruti kemauan Kenan.


"Aku nggak mungkin marah sama kamu, aku diam dari tadi itu karena lagi memikirkan perkataan sahabatmu, apa aku setua itu" ucap Kenan sambil merangkul pinggang Friska.


"Nggak kok sayang kamu nggak tua kamu masih sangat tampan, jadi nggak usah mikirin itu, oke. Aku mau mandi dulu yah" ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan dan segera berlari ke kamar mandi.


Kenan pun tersenyum sambil memegang bibirnya.


Dasar istri nakal batin Kenan.


Kenan segera menelepon dokter wajah pribadinya.

__ADS_1


"Besok aku mau perawatan, pokoknya harus terlihat lebih muda seperti anak SMA" ucap Kenan langsung begitu dokter itu mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


__ADS_2