
Kenan tak memperdulikan ucapan Friska dan ponselnya yang berdering, dia masih sibuk saja dengan aktivitasnya.
Adelia menelepon lagi karena Kenan belum mengangkat panggilan teleponnya. Friska yang capek dengar bunyi ponsel Kenan yang sangat ribut itu langsung saja mengangkat panggilan telepon dari Adelia.
"Halo" ucap Friska dari balik telepon.
Kenan langsung terlonjak kaget begitu mengetahui Friska mengangkat panggilan telepon dari Adelia. Kenan langsung mengambil ponselnya dari tangan Friska lalu mematikan panggilan telepon itu.
"Kenapa kamu mengangkatnya" bentak Kenan.
"Karena ribut om makanya aku angkat" ucap Friska walaupun sebenarnya Friska takut karena di bentak lagi oleh Kenan.
"Kamu nggak boleh mengangkat panggilan telepon di handphone aku dengan seenaknya" ucap Kenan dingin.
Baru Friska mau bicara, ponsel Kenan berdering lagi, Kenan langsung ke luar kamar untuk mengangkat panggilan telepon dari Adelia.
Friska hanya melihat Kenan yang keluar kamar dan Friska ingin sekali melempar Kenan namun dia tidak berani.
"Halo Adelia" ucap Kenan dari balik telepon.
"Halo Kenan siapa tadi yang mengangkat panggilan telepon dari aku?" tanya Adelia dengan nada curiga dan juga kesal.
"Bukan siapa-siapa, ada apa Adelia?" tanya Kenan balik.
"Kamu nggak lagi bohongin aku kan Kenan?" tanya Adelia yang belum puas mendengar jawaban dari Kenan.
"Aku nggak bohongin kamu" ucap Kenan.
"Sekarang kamu lagi dimana memangnya dan lagi ngapain?" tanya Adelia.
"Lagi di rumah dan nggak lagi ngapa-ngapain" jawab Kenan.
Dia lagi di rumahnya jadi itu suara siapa dong, ahh ngapain sih gue pikirin, suara pembantu kali tadi tuh batin Adelia.
"Ada apa kamu menelepon aku?" tanya Kenan lagi.
"Aku kangen, kamu ke apartemen aku dong" ucap Adelia manja.
"Oke" ucap Kenan lalu mematikan panggilan teleponnya.
Kenan pun masuk ke dalam kamar lagi lalu mengganti pakaiannya. Friska masih setia melihat Kenan sekaligus dia masih kesal dengan Kenan yang membentaknya.
"Aku keluar sebentar kamu di rumah ajah jangan kemana-mana, maaf tadi aku membentak kamu" ucap Kenan mencium kening Friska lalu keluar.
#####
"Enak ajah nyuruh aku tinggal di rumah, lebih baik aku pergi ke rumah Salsa" ucap Friska lalu bersiap-siap juga ke rumah Salsa.
__ADS_1
Friska langsung teriak setelah bercermin terus melihat ada bekas yang tidak di ketahuinya berada di lehernya, dia pun bingung itu bekas apa.
Dan dengan santainya dia pergi menanyakan itu kepada pak satpam. Mungkin ajah pak satpam itu tahu pikir Friska.
"Pak aku mau tanya boleh nggak?" tanya Friska terlebih dahulu.
Pak satpam itu pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Friska. Kenapa juga majikannya ini harus meminta izin terlebih dahulu pikir pak satpam itu.
"Boleh kok non, non mau tanya apa?" tanya pak satpam itu.
"Ini pak, sebenarnya tuh ini bekas apa yah?" tanya Friska dengan polosnya sambil menunjuk bekas kissmark yang ada di lehernya.
Satpam yang melihatnya benar-benar ingin tertawa namun di tahannya.
Bagaimana bisa nona tidak tahu ini pasti perbuatan tuan Kenan tapi nona tidak sadar, tuan Kenan ganas juga ternyata sama nona dan nona polos banget batin pak satpam itu.
"Mungkin itu bekas di gigit non, coba non ingat-ingat non pernah di gigit tidak" ucap pak satpam itu.
Friska pun mengingat semalam Kenan menggigit lehernya. Friska pun lega dia pikir itu tanda dari suatu penyakit namun untung bukan.
"Oh iya aku udah ingat, terima kasih yah pak" ucap Friska kemudian kembali masuk ke dalam rumah.
"Ya ampun nona Friska polos sekali" ucap pak satpam itu.
#####
"Oh pasti ini yang di maksud om Juan" ucap Friska lagi sambil mengingat Juan yang ingin memberitahukan dia namun seperti di tahan oleh Kenan.
"Dan pantas saja om melarang aku bercermin" ucap Friska lagi.
Untung Friska sudah mempunyai ide terhadap lehernya itu.
Friska segera menelepon Salsa.
"Sal loe lagi dimana?" tanya Friska setelah Salsa mengangkat panggilan teleponnya.
"Lagi di rumah jaga anak" ucap Salsa.
"Haa loe udah punya anak? kapan loe nikah, kapan loe lahirannya" ucap Friska kaget.
"Haduh bukan anak gue ini, anak tante gue, dia di titipin sama gue karena kata tante gue mumpung gue libur" ucap Salsa.
"Oh kirain anak loe, ya sudah gue kesitu yah bantuin loe jaga anak, gue suka banget tuh sama anak kecil apalagi kalau imut-imut" ucap Friska senang.
"Oke gue tunggu, hati-hati loe" ucap Salsa senang.
"Oke" ucap Friska kemudian mematikan panggilan teleponnya.
__ADS_1
Friska sudah selesai dengan dandanannya yang natural dan baju santainya dia pun segera ke rumah Salsa dengan mengendarai motornya.
#####
Sampai di rumah Salsa, Friska pun langsung masuk saja karena dia memang sudah terbiasa di rumah Salsa.
Terlihat Salsa sedang memainkan anak tantenya itu yang sangat imut di mata Friska.
"Ya ampun Sal anak tante loe imut banget sih dan ganteng banget, pengen gue karungin terus bawah pulang" ucap Friska heboh sendiri.
"Fris loe itu kagetin gue tahu nggak, terus leher loe kenapa tuh loe tempel kayak gitu?" tanya Salsa yang melihat leher Friska.
"Oh ini untuk gaya-gayaan ajah sih" ucap Friska.
"Beneran loe itu leher loe nggak kenapa-kenapa, nggak luka?" tanya Salsa lagi.
"Nggak lah, udah sini kasih gue anak tante loe, gue pengen gendong" ucap Friska.
Salsa pun memberikan anak tantenya kepada Friska.
"Fris loe nggak kabur lagi kan sekarang?" tanya Salsa.
"Haa kabur gue nggak pernah kabur tuh dan sekarang juga gue nggak kabur" ucap Friska.
"Bagus deh kalau loe nggak kabur, nanti pak Kenan datang lagi kesini dengan wajah datarnya" ucap Salsa.
"Kebanyakan mikir loe, oh iya namanya siapa nih?" tanya Friska.
"Jonathan panggil ajah Nathan" ucap Salsa.
"Ya ampun namanya bagus banget sama dengan orangnya" ucap Friska lalu mencium pipi anak itu.
"Jangan cium-cium nanti pipinya lecet tahu nggak" ucap Salsa.
"Sembarangan ajah loe justru kalau gue cium anak ini, dia pasti akan semakin imut dan ganteng" ucap Friska.
"Iya deh loe yang benar" ucap Salsa lalu tertawa.
"Ehh ngomong-ngomong Fris beneran loe nggak di marahin sama pak Kenan?" tanya Salsa lagi yang masih belum terlalu percaya dan takut kalau Friska menyembunyikan sesuatu.
"Beneran lah nggak bohong gue Sal, ngapain gue bohong sih" ucap Friska.
Salsa pun percaya dengan ucapan Friska, mereka lalu menjaga Nathan bersama-sama dan mengajaknya bermain.
#####
Kenan sudah sampai di apartemen Adelia. Dia pun segera menekan sandi apartemen Adelia. Terlihat Adelia yang sedang duduk di sofa dengan santai.
__ADS_1