
Friska pun akhirnya menganggukkan kepalanya begitu mendengar ucapan mama mertuanya.
"Kalian hati-hati,," ucap Friska lagi yang seakan takut sekali Kenan akan seperti Jeki dan Salsa.
"Iya," ucap Kenan sambil tersenyum pada Friska.
Lalu segera pergi bersama Juan dan Raka.
Sementara Syeila yang masih tertawa-tawa bahagia tiba-tiba tampak ketakutan karena mengingat tujuan utama dia belum terlaksana untuk menyingkirkan Ela,, tapi sekarang bisa-bisa dia ketahuan apabila polisi menyelidiki semuanya,, Syeila juga kepikiran dengan Juan dan Kenan yang tidak akan tinggal diam apabila merasa ada kejanggalan.
Duhh gimana nih,, bisa-bisa aku nggak bisa melenyapkan Ela,, karena ketahuan duluan,, aku pasti akan masuk penjara,, dan Ela akan tertawa bahagia di atas penderitaan aku di dalam penjara,, batin Syeila.
"Aku rasa aku harus pergi dari sini,, karena aku benar-benar yakin sebentar lagi aku pasti akan ketahuan,," ucap Syeila sambil membereskan beberapa barang pentingnya yang akan dia bawa untuk mencari tempat yang aman,, jauh dari Juan dan Kenan pastinya.
Sementara di dalam mobil Raka...
"Juan,, kamu kenapa diam aja?" ucap Raka karena sejak tadi Juan hanya diam duduk di belakang.
__ADS_1
"Aku lagi kepikiran seseorang yang kemungkinan dalang dari semuanya," ucap Juan sambil melihat Raka.
"Syeila?" ucap Kenan sambil melihat Juan.
"Iya,," ucap Juan.
"Kecelakaan mereka kecelakaan tunggal Juan,, ada kemungkinan dugaan kamu benar," ucap Kenan.
"Apa perlu kita langsung ke rumah dia saja?" ucap Raka lagi sambil fokus menyetir mobilnya.
"Kita tunggu kabar dari anak buah mama aku dulu dan juga polisi,," ucap Kenan.
"Sekarang kita mau kemana sih? kantor polisi atau bertemu anak buah kalian dulu?" ucap Raka lagi.
"Yah ke kantor polisi dulu aja,," ucap Kenan.
"Aku rasa kita langsung ke rumah Syeila,, takutnya dia kabur begitu mengetahui kecelakaan ini,, aku yakin Syeila pelakunya karena tadi aku bertemu dia di rumah Ela,, ada kemungkinan dia sudah melakukan sesuatu pada mobilku,, karena aku tau Jeki itu nggak mungkin banget ngebut-ngebutan bawa mobil apalagi dia sedang bersama dengan Salsa," ucap Juan yang sangat mengenal sepupunya itu.
__ADS_1
"Ya ampun Juan kenapa kamu nggak katakan sejak tadi,, ayo ke rumah Syeila saja kalau gitu,, kita bawa perempuan jahat itu,, jangan biarkan dia kemana-mana sebelum kita tau kepastiannya," ucap Kenan lagi.
"Oke kalau gitu,, alamat rumah Syeila dimana?" ucap Raka.
"Di jalan XXXXX,, cepetan,, perasaan aku nggak enak," ucap Juan lagi.
"Iya ini udah cepat kok," ucap Raka sambil melirik sebentar ke arah Juan.
Hingga begitu dekat rumah Syeila,, Kenan pun mendapatkan kabar dari anak buah mamanya kalau memang mobil Juan kecelakaan karena rem nya blong,, dan pelakunya adalah Syeila.
Juan,, Kenan dan Raka benar-benar sangat marah begitu mengetahui kebenaran itu.
"Cepat Raka,, dia pasti mau kabur sekarang,," ucap Juan sambil mengepalkan tangannya.
"Nggak nyangka wanita itu sampai setega itu,,," ucap Kenan juga.
Dekat rumah Syeila...
__ADS_1
"Tuh kan dia mau kabur,, cepat kejar Raka,," ucap Juan begitu melihat mobil Syeila.