Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Hati yang sakit


__ADS_3

Sebenarnya Friska tidak berboncengan mesra hanya motor Dafa yang mengharuskan seperti itu.


Flashback on


Pagi-pagi sekali Friska sudah bangun dan segera bersiap-siap buat ke sekolah, dia sarapan pagi terlebih dahulu. Di saat dia sedang sarapan ponselnya berdering dan ternyata Dafa yang mengajaknya buat ke sekolah bersama dan kebetulan Friska sedang malas membawa mobil jadilah dia mau bersama dengan Dafa untuk ke sekolah. Friska sangat senang bisa berangkat ke sekolah bersama dengan Dafa apalagi dia sudah di buat kesal oleh Kenan.


Friska pun memberitahu alamat rumah barunya kepada Dafa.


Setelah sarapan pagi, Friska menunggu Dafa di depan rumahnya sambil duduk di kursi. Friska melihat rumah Raka yang berada di depan rumahnya namun rumah itu tampak sepi.


Raka memang tidak pulang di rumahnya semalam karena di tahan oleh neneknya.


Tak lama menunggu Dafa pun tiba di rumah yang baru di tempati Friska, Dafa sudah membawa satu helm lagi buat Friska. Tadinya Dafa hanya mengajak Friska buat berangkat bersama menggunakan motor masing-masing namun ternyata Friska ingin berboncengan saja dengan Dafa karena motornya masih berada di rumah Kenan.


Hal itu tentu membuat Dafa semakin senang.


"Maaf yah Fris kalau loe lama menunggunya" ucap Dafa begitu sampai di rumah Friska.


"Nggak kok, gue nggak lama menunggunya, loe santai ajah, harusnya gue yang minta maaf karena menyusahkan loe" ucap Friska sambil senyum-senyum.


"Nggak kok loe nggak pernah menyusahkan gue" ucap Dafa lalu memakaikan helm kepada Friska.


Friska pipinya benar-benar merona mendapat perlakuan seperti itu dari Dafa karena memang sejak dulu dia menyukai Dafa, hanya saja karena dia sudah menikah makanya dia nggak terlalu mengejar Dafa. Dia hanya ingin tetap setia sama pernikahannya sampai waktunya tiba Kenan akan menceraikan dia sesuai perjanjian yang Friska sendiri sangat jengkel karena Kenan semakin tidak jelas, Friska bingung apakah Kenan masih mengingat kata-katanya atau tidak.


"Fris loe sakit?" tanya Dafa khawatir karena melihat wajah Friska yang merona.


"Emm nggak kok gue sehat banget" ucap Friska gugup bercampur malu.


"Ayo kita berangkat sekarang nanti kita terlambat" ajak Friska cepat sebelum Dafa menyadari semuanya.


Mereka pun berangkat bersama ke sekolah.


Flashback off


Kenan melihat Friska yang sangat cantik pagi itu di tambah lagi dengan senyumnya membuatnya semakin cantik, dan Friska terlihat sangat bahagia.


Kenan semakin panas karena melihat Dafa membukakan helm buat Friska bahkan teman-teman yang lainnya yang mengetahui Friska dan Dafa malah mengganggu mereka dengan siulan.


Heem bagus banget yah pantas ingin banget pergi dari rumah pasti supaya bisa bermesraan dan jalan bersama seperti itu batin Kenan.


Kenan seakan-akan lupa bahwa dirinya lah yang tidak bisa memilih dan mengiyakan ketika Friska ingin pergi dari rumah.


Kenan langsung pergi menarik tangan Friska dan membawa Friska masuk ke dalam mobilnya.


Friska, Dafa dan siswa-siswi yang berada disitu benar-benar terkejut.


"Kalian nggak usah heran seperti itu, tadi itu om Friska" ucap Dafa mencoba memberitahu kepada teman-temannya yang lain supaya mereka tidak salah paham kepada Friska.

__ADS_1


Dan mereka pun paham, walaupun mereka agak terkejut mengetahui laki-laki tampan yang berdiri sejak tadi di dekat mobilnya adalah om Friska.


Sedangkan Friska benar-benar kesal dengan kelakuan Kenan yang selalu seenaknya kepada dirinya.


Kenan masuk ke dalam mobilnya dan mengunci mobil supaya Friska tidak lari keluar dari mobil, tidak ada yang bisa melihat mereka dari luar karena kaca mobil itu sangat gelap.


"Om kenapa sih main tarik-tarik aku seperti itu, aku kaget tahu nggak" omel Friska kepada Kenan.


Kenan hanya diam memperhatikan Friska yang sangat cantik pagi itu.


"Kenapa lagi om diam sih, bukain om aku mau masuk belajar nih" ucap Friska lagi.


"Kenapa kamu bermesraan dengan laki-laki lain seperti tadi" ucap Kenan datar sambil masih memperhatikan wajah Friska.


"Siapa juga yang bermesraan sih om, aku tuh nggak bermesraan bukannya om yang selalu bermesraan dengan pacar om" ucap Friska.


Kenan langsung mencium bibir Friska lembut lalu memeluk erat tubuh Friska.


Aku benar-benar merindukan kamu anak kecil batin Kenan.


"Kamu pulang yah" ucap Kenan masih memeluk Friska.


"Nggak om aku malas pulang aku udah betah di tempat tinggal aku yang baru" ucap Friska sambil mencoba melepaskan pelukan dari Kenan namun tidak bisa karena tenaga Kenan jauh lebih kuat.


"Pokoknya kamu harus pulang" ucap Kenan sambil melepaskan pelukannya dan melihat Friska.


Kenan tidak menggubris ucapan Friska yang itu.


"Bukain om pintu mobilnya, aku mau masuk belajar" ucap Friska karena kesal dengan Kenan yang hanya diam saja.


Kenan pun terpaksa membuka pintu mobilnya dan Friska berjalan kembali ke dekat Dafa yang masih setia menunggunya.


Lalu setelah itu Kenan mengemudikan mobilnya menuju kantor dengan perasaan yang bimbang.


#####


Sesuai dengan yang di katakan Raka bahwa dia akan ke kantor Kenan.


Raka datang dengan perasaan bahagia karena tadi dia habis menghubungi Friska untuk menjemputnya pulang dari sekolah dan Friska mau.


Raka kepikiran menghubungi Friska untuk menjemputnya karena Raka melihat mobil Friska masih ada di tempatnya.


"Kenapa sih loe dari tadi senyum-senyum terus?" tanya Kenan.


"Gue lagi senang masa depan gue mau kalau gue jemput dia sebentar" ucap Raka.


"Sok banget sih loh jadi orang" ucap Kenan.

__ADS_1


"Nggak yah, oh iya ngapain sih loe mempekerjakan Adelia di kantor loe?" tanya Raka.


"Karena dia butuh kerjaan" jawab Kenan seadanya karena pikirannya masih sama Friska.


"Palingan juga dia ada tujuan lain, hati-hati deh loe sama dia" ucap Raka.


"Loe terlalu mikir sembarangan tahu nggak" ucap Kenan.


"Terserah loe deh, lebih baik gue pulang deh buat persiapan untuk menjemput masa depan daripada disini lihat loe yang lemah, letih, lesu seperti ini" ucap Raka.


"Kenapa nggak dari tadi loe bilang begitu sih, pulang sana cepat" usir Kenan.


"Ngeselin banget loe, nanti gue bakalan datang lagi" ucap Raka kemudian segera pulang.


Raka melihat Adelia namun dia dengan sengaja membuang muka.


#####


Ketika pulang dari sekolah Friska sudah beralasan kepada Dafa bahwa dia akan di jemput oleh Kenan jadilah Dafa pulang duluan begitupun dengan sahabat-sahabat Friska.


Padahal Friska merasa tidak enak kalau Dafa akan mengantarnya lagi pulang ke rumahnya, Friska tidak mau terlalu merepotkan Dafa makanya dia mengiyakan di jemput oleh Raka.


Raka pun mengajak Friska untuk pergi jalan-jalan namun Friska menolak secara baik-baik karena mengingat dia ada janji dengan Rio.


Raka pun mencoba mengerti karena dia pikir kakak kandung Friska yang mengajaknya keluar.


Friska telah selesai berpakaian dia pun segera menuju ke tempat janjiannya bersama dengan Rio menggunakan mobil, tempat itu Friska sendiri yang memilihnya dan Friska juga sudah mengirimkan pesan kepada Rio.


Raka sengaja duduk santai di depan rumahnya hanya untuk melihat Friska.


Cantik banget sih kamu Friska batin Raka setelah melihat Friska dari kejauhan keluar dari dalam rumah menuju mobil.


Friska menyadari kalau ada Raka di depan rumahnya, Friska pun membunyikan klakson mobilnya dan Raka pun tersenyum.


#####


Adelia dan Kenan pun sama-sama pergi keluar juga untuk makan.


Friska dan Rio sudah berada di tempat janjian mereka, dan mereka juga sudah memesan makanan namun Friska yang makannya agak belepotan mengakibatkan ada sedikit saus di bibirnya.


Rio pun tersenyum sambil menatap Friska dengan tatapan yang penuh cinta namun Friska tidak mengerti dan dengan segera Rio membersihkan saus yang ada di bibir Friska dengan menggunakan jarinya.


Ketika Rio sedang membersihkan saus yang ada di bibir Friska dengan lembut dan tatapan penuh cinta, Kenan dan Adelia melihat itu semua.


*Rio batin Adelia dengan hati yang sudah panas.


Friska batin Kenan dengan hati yang sakit*.

__ADS_1


__ADS_2