
Mereka mandi tidak memakai sehelai benang pun dengan air yang berjatuhan mengenai tubuh mereka, dan itu membuat Friska benar-benar malu, melihat tubuh Kenan yang semakin bagus dan Friska tidak berani untuk melihat ke bawah, berbeda dengan Kenan tangannya terus kemana-mana sambil memakaikan sabun di tubuh istrinya, di kecupnya tubuh istrinya itu, Friska hanya pasrah saja dan menikmati dengan apa yang dilakukan Kenan.
"Aaa itu apa?" teriak Friska geli karena Kenan sengaja menggesek-gesekan si Jhon yang sudah tegak di pahanya.
"Itu yang akan membuat kamu mengandung anakku sayang, jangan teriak-teriak belum juga cetak gol udah teriak ajah," bisik Kenan menahan tawanya sambil memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
Keras banget, besar lagi batin Friska dan dia benar-benar sudah merinding membayangkan dia akan melakukannya dengan Kenan.
"Emm ini masih siang, bukannya kalau begituan nanti malam," ucap Friska dengan polosnya yang langsung membuat Kenan tertawa.
"Ihhh kok tertawa sih," ucap Friska kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
Kenan langsung menyandarkan istrinya ke tembok lalu memberikannya ciuman hingga gigitan-gigitan kecil menimbulkan tanda kepemilikan.
"Sayang mau pagi, siang, sore, malam, ataupun shubuh kalau aku menginginkannya waktu itu tidak akan berpengaruh," ucap Kenan setelah mencium istrinya.
Friska langsung menelan salivanya begitu mendengar ucapan suaminya.
"Kamu harus biasa dengan si jhon sayang, karena aku menginginkannya tiap hari," ucap Kenan dengan senyum mesumnya.
"Si jhon, apa itu?" tanya Friska.
"Ini," ucap Kenan sambil membawa tangan istrinya agar memegang si jhon yang sudah keras dan tegak sejak tadi. (ada yang tegak tapi bukan keadilan😂)
Friska lagi-lagi teriak sambil memindahkan tangannya, dia benar-benar terkejut dengan apa yang di pegangnya.
Kenan langsung membawa tangan istrinya itu untuk kembali memegangnya.
"Santai sayang, santai jangan teriak, anggap saja kamu lagi memegang terong," ucap Kenan yang membuat Friska benar-benar merasa geli, karena memegang sesuatu yang belum pernah di pegangnya sama sekali.
Friska bahkan menutup matanya. Kenan kembali menyandarkan istrinya ke tembok.
"Buka matamu istriku," bisik Kenan.
Friska pun membuka matanya dengan tangan yang hanya memegang si jhon tanpa ada pergerakan sama sekali.
"Nikmati saja yang kamu rasakan sayang jangan terlalu gugup," ucap Kenan lalu mulai mencium bibir istrinya itu sambil menggoyangkan tangan Friska yang lagi memegang si jhon, karena sejak tadi tangannya hanya diam saja.
Kenan benar-benar merasa nikmat, berbeda jika dia yang melakukannya sendiri. Tangan istrinya benar-benar memberi kenikmatan.
Mandi yang tadinya hanya butuh waktu beberapa menit saja menjadi satu jam. Mereka keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambut.
"Sayang berpakaian sexy saja kalau hanya kita berdua di rumah," ucap Kenan.
"Haa," ucap Friska kaget dengan ucapan tiba-tiba suaminya itu.
"Berpakaian sexy saja jika hanya kita berdua di rumah istriku," ucap Kenan lagi.
"Oke, tapi aku nggak terlalu biasa yank," ucap Friska.
__ADS_1
"Biasakan tapi hanya di depanku saja jangan di depan orang lain apalagi di depan pria lain," ucap Kenan.
"Iya," ucap Friska lalu segera ke kamar ganti untuk memakai pakaiannya.
Kenan pun ikut masuk dan memilihkan baju untuk istrinya.
"Sayang mana oleh-olehku?" tanya Friska sambil bergelayut manja pada suaminya yang sedang duduk di sofa.
"Oleh-olehmu besok kita akan pergi bulan madu selama seminggu, persiapkan dirimu sayang karena aku akan fokus membuat penerus Kenan Mahardika," ucap Kenan dengan santainya.
"Bulan madu?" tanya Friska ulang.
"Iya," jawab Kenan sambil melihat istrinya itu.
"Kamu nggak kerja sayang?" tanya Friska.
"Nggak, ini jauh lebih penting istriku," ucap Kenan lagi.
"Kemana bulan madunya?" tanya Friska.
"Besok kamu akan tahu sayang," jawab Kenan.
Haa aku akan begituan kok aku deg-degkan batin Friska.
"Sayang aku penasaran tapi aku deg-degkan dan takut juga," ucap Friska.
"Loh takut kenapa?" tanya Kenan sambil memeluk manja istrinya.
Kenan pun tersenyum lalu mencium gemas pipi istrinya itu.
"Iya memang sakit sayang tapi aku bakalan pelan-pelan kok supaya kamu nggak sakit, nggak usah takut yah, apa kamu nggak dengar kalau setelah sakit kamu akan merasa enak?" tanya Kenan dengan senyum mesumnya.
"Issh nggak tuh, aku cuma dengar kalau sakit ketika begituan," ucap Friska lagi.
"Coba dulu sayang baru komentar," ucap Kenan lalu tertawa.
"Isshh aku serius yank, takutnya kalau aku kesakitan langsung keluar jurusku lagi," ucap Friska sambil menahan tawanya.
"Yah jangan gitu dong sayang, tapi pasti nggak sempat deh karena keburu keenakan," ucap Kenan lagi.
"Iissh kamu mesum banget sih, ayo kita pergi makan ajah aku masakin buat kamu," ucap Friska lagi.
"Emang jiwa mesumku ini langsung muncul ketika dekat dengan kamu sayang," ucap Kenan lalu menggandeng tangan istrinya ke luar kamar untuk mengisi perut kosongnya dengan masakan istrinya, dia juga sangat merindukan makanan istrinya.
#######
Di tempat lain Syeila bertujuan ingin ke rumah Ela lagi untuk curhat kepada Ela, Syeila pun segera menelepon keponakannya terlebih dahulu.
Ela yang sedang istirahat di dalam kamarnya segera mengangkat panggilan telfon dari tantenya.
__ADS_1
"Halo tan ada apa?" tanya Ela.
"Lagi dimana kamu sayang?" tanya Syeila.
"Lagi di rumah ajah tanteku sayang, kenapa tante mau kesini?" tanya balik Ela.
"Iya tante mau ke rumahmu, tante mau curhat sama kamu, tante sangat bahagia sekarang," ucap Syeila.
Pasti ini tentang kak Juan batin Ela.
"Oke tan, aku siap dengar curhatan tante, aku tunggu di rumah yah tan, dan hati-hati nyetir mobilnya," ucap Ela.
"Iya sayang tante tutup dulu yah telfonnya," ucap Syeila.
"Iya tanteku sayang," ucap Ela.
Dan Syeila pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Tak lama Syeila sampai ke rumah Ela.
"Bibi Ela lagi dimana?" tanya Syeila.
"Di kamarnya non," jawab bibi itu.
"Oke makasih yah bi, aku ke kamarnya dulu," ucap Syeila lalu segera berjalan menuju kamar Ela.
"Ela," ucap Syeila dengan senyumnya begitu sudah membuka pintu kamar Ela yang tidak di kunci itu.
Ela pun segera menoleh kepada asal suara tersebut.
"Tante udah datang," ucap Ela.
Syeila segera masuk lalu menutup pintu kamar Ela.
"Iya sayang," ucap Syeila sambil berjalan ke dekat Ela yang lagi rebahan santai di tempat tidurnya.
"Tante kayaknya senang banget, ada apa sih?" tanya Ela penasaran.
"Iya emang tante lagi senang banget, karena Juan udah mau balik besok," jawab Syeila yang membuat Ela terdiam sesaat.
Itukan pasti berhubungan dengan kak Juan batin Ela.
"Wah bagus dong tan, jadi tante bisa lebih fokus lagi mengejarnya karena jaraknya udah dekat," ucap Ela dengan senyumnya.
Perasaan Ela campur aduk.
"Tante udah pacaran dengan Juan ponakanku sayang," ucap Syeila dengan bahagianya.
JENG... JENG
__ADS_1
Semakin bercampur aduklah perasaan Ela setelah mendengar ucapan tantenya.