Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Rahasia ini akan mereka bawa sampai mati..


__ADS_3

Kenan panik bukan kepalang,,, Jeki dan Juan pun ikutan panik,, jika dokter di telfon maka ketahuan lah akal-akalan mereka demi di bukakan pintu oleh istri mereka masing-masing. Dan tentu saja akan mendapatkan kemarahan pada akhirnya.


"Aku ambil ponsel ku dulu,, tolong kak Jeki dan Om Juan, angkat suamiku ke kamar," ucap Friska.


Salsa dan Ela pun ikut khawatir melihat Kenan pingsan.


"Kok bisa sih sayang Pak Kenan pingsan," tanya Ela pada Juan yang hendak mengangkat Kenan dengan nada khawatir.


Mendengar kata sayang dari istrinya membuat Juan bahagia luar biasa, sepertinya para istri-istri itu sudah melupakan kemarahan tidak beralasan mereka tadi.


"Nggak tau, tadi pas lihat Tuan Kenan sudah pingsan,,, aku dan Jeki juga benar-benar terkejut melihat Tuan Kenan tidur di ruang tamu ternyata dia pingsan bukan lagi tidur," ucap Juan dengan ekspresi wajah sedih yang dibuat-buat.


Juan dan Jeki pun segera mengangkat Kenan. Sebisa mungkin Kenan bersandiwara meskipun saat ini dia benar-benar takut akan ketahuan istrinya. Juan dan Jeki pun sama, mereka saat ini tengah berpikir keras agar Kenan tidak ketahuan,, kalau sampai ketahuan habislah mereka bertiga,, bisa-bisa rencana honeymoon tidak jadi.


Friska masih tampak begitu khawatir,, Friska benar-benar menyesal telah mengunci kamar tadi, dan marah pada Kenan, malah menuduh Kenan yang bukan-bukan tanpa ada bukti, bisa saja Kenan mengurus pekerjaan. Friska benar-benar menyesal.


"Nona, sebaiknya tidak usah menelepon dokter,, biar kami coba bangunkan Tuan Kenan dulu, kalau menunggu dokter pasti lama," ucap Juan begitu melihat Friska ingin menelepon dokter.


Tanpa pikir panjang Friska menyetujui usulan Juan asal suaminya itu bisa sadar.


"Iya Om,," ucap Friska.

__ADS_1


Kenan benar-benar merasa lega. Begitupun dengan Juan dan Jeki.


"Tapi lebih baik telepon dokter juga untuk memeriksa keadaan Pak Kenan, takutnya ada penyakit yang serius hingga dia pingsan gini," ucap Salsa yang membuat ketiga pria itu langsung menegang.


"Sayang,,, nanti saja urus dokternya lebih baik kita sadarkan Tuan Kenan dulu," ucap Jeki cepat lalu segera memberikan wewangian yang menyengat pada Kenan. Menggoyang-goyangkan tubuh Kenan.


Kalau aku sadar sekarang,, mereka curiga nggak yah? apaan sih nih yang Jeki berikan bau banget bisa-bisa aku pingsan beneran kalau kayak gini,, batin Kenan.


Juan berharap Kenan akan menyelesaikan sandiwara ini tanpa ada hambatan.


Kenan pun berpura-pura sadar perlahan.


"Sayang,, kamu sudah sadar," ucap Friska sambil tersenyum lega dan bahagia,, Friska segera memegang tangan Kenan.


"Hah,, om kok suamiku lupain aku sih? dia kenapa?" ucap Friska tidak terima dan panik.


"Aku istrimu, kamu benar-benar lupa sama aku?" ucap Friska yang ingin menangis lagi namun langsung dipeluk Kenan untuk menenangkan istrinya itu.


"Kamu tidak lupain aku kan?" tanya Friska sambil menengadah kan wajahnya melihat Kenan.


"Tentu tidak sayang, aku cuma bercanda saja tadi," ucap Kenan gemas.

__ADS_1


"Kok bisa pingsan?" tanya Friska.


"Emm mungkin karena kecepean pas sampai di depan pintu kamar ternyata di kunci," ucap Kenan dengan ekspresi wajah sedih.


"Maafin aku,," ucap Friska sambil memeluk erat suaminya.


"Friska,, kamu nggak menghubungi dokter," ucap Ela yang masih khawatir.


"Dokter? nggak usah,, kamu rawat aku aja pasti sembuh kok,, ini pasti hanya kecapean dan banyak pikiran aja," ucap Kenan sambil menatap istrinya yang terlihat benar-benar merasa bersalah pada suaminya. Kenan tertawa bahagia di dalam hatinya.


"Beneran?" tanya Friska.


"Iya sayang," ucap Kenan.


"Emm kalau gitu kami keluar dulu yah, senang melihat Tuan sudah sadar,, Nona tolong rawat Tuan yah," ucap Jeki.


"Iya, makasih yah udah bantuin," ucap Friska.


"Iya Nona santai aja, kami akan selalu ada," ucap Jeki lagi.


"Salsa,, Ela ayo ajak suami kalian ke kamar, jangan kunciin mereka,, nanti mereka pingsan seperti suamiku kasian," ucap Friska..

__ADS_1


"Iya, ayo kita ke kamar," ucap Salsa dan Ela secara bersamaan kepada suami masing-masing.


Misi berhasil,, batin ketiga pria itu secara bersamaan sambil tersenyum sembunyi-sembunyi. Percayalah rahasia ini akan mereka bawa sampai mati.


__ADS_2