Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kenapa kamu lemas gitu?


__ADS_3

"Ada deh sayang, kamu kepo banget, om-om nggak boleh kepo" ledek Friska.


Kenan langsung menggendong Friska dan membawanya ke kamar.


"Coba ulang sayang yang kamu katakan tadi" ucap Kenan begitu sudah membaringkan Friska di tempat tidur sambil menindih dan mengelus pipi Friska.


"Aku bilang kamu kepo" ucap Friska.


Kenan langsung memberikan kecupan di bibir Friska.


"Kurang lengkap" ucap Kenan begitu selesai mengecup bibir istrinya itu.


"Itu ajah tadi yang aku bilang sayang" ucap Friska sambil menahan tangan Kenan yang sudah kemana-mana.


"Yang aku dengar tadi beda istriku, bukan hanya itu saja" ucap Kenan lalu mengecup leher Friska.


"Permisi tu..." ucapan Juan terhenti karena melihat Kenan yang sedang menindih tubuh Friska sambil mencium bibir Friska dan juga tangan Kenan yang sedang membuka satu persatu kancing baju istrinya itu.


Kenan seketika menghentikan aktivitasnya setelah mendengar suara Juan.


"Tuan saya sedang menutup mata, saya tidak melihat apapun tuan, saya cuma mau bilang kalau tuan harus ke kantor karena tuan harus bertemu klien penting" ucap Juan sambil menutup matanya dan hendak pergi dari depan pintu kamar Kenan yang tidak di kunci.


"Tunggu aku di sofa" teriak Kenan kesal.


Juan langsung berlari cepat menapaki anak tangga satu persatu menuju sofa dan duduk sambil memperbaiki nafasnya.


Ya ampun ini masih belum malam tapi kelakuan Kenan sudah seperti itu, gimana kalau malam, pantas saja dia malas ke kantor hari ini ternyata kerjaannya seperti itu batin Juan.


Kenan dengan segera beranjak dari tempat tidur menuju pintu kamar lalu dengan segera dia mengunci pintu kamar itu.


"Sayang kok kamu kunci, aku pikir kamu mau keluar menemui om Juan" ucap Friska heran.


Kenan pun dengan segera berjalan lagi ke tempat tidur.


"Biar saja dia menunggu dulu, untung saja aku belum membuka bajumu istriku, hampir saja aku cungkil kedua matanya kalau sampai dia melihat yang hanya aku saja yang boleh lihat" ucap Kenan kesal.


"Kan pintu kamarnya nggak di kunci tadi jadi bukan salah om Juan sepenuhnya" ucap Friska.


"Tetap saja pokoknya dia salah sayang" ucap Kenan sambil bergelayut manja kepada Friska.


Ya ampun dia ini presdir yang berwibawa, tegas, tapi kenapa dia sangat manja seperti ini batin Friska.


"Sayang kamu ini presdir loh, kok manja sih" ucap Friska heran.

__ADS_1


"Aku presdir di kantor sayang, tapi kalau di rumah dan bersama kamu, aku ini hanya suami yang sangat bucin sama istrinya" ucap Kenan sambil tangannya yang sudah mulai kemana-mana lagi.


"Ihh sembarangan ajah," ucap Friska tersipu malu.


"Sayang tanganmu tuh yah" ucap Friska lagi.


"Kebiasaan sayang abis enak, gemas gitu" ucap Kenan.


"Ihh apaan sih, lebih baik kamu pergi mandi sayang terus ke kantor, om Juan sudah menunggu tuh, kasian kalau kelamaan sayang" ucap Friska.


"Biarin ajah dia, aku mau isi tenaga dulu" ucap Kenan lalu menindih tubuh istrinya lagi dan melanjutkan aktivitasnya lagi.


#####


Ya ampun Kenan lama banget sih, kira-kira dia bakalan marah nggak yah batin Juan yang sudah cemas.


Juan mondar-mandir di ruang tamu dan tiba-tiba ponselnya berdering dia pun segera melihat siapa yang meneleponnya, dia pun semakin cemas begitu melihat ternyata Ela yang meneleponnya.


"Duhh kenapa yah dia meneleponku" gumam Juan.


Juan pun mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Hallo," ucap Juan begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Di rumah tuan Kenan, ada apa Ela?" tanya Juan.


"Emm kak Juan bukannya tadi sudah pulang juga" ucap Ela.


"Iya tapi aku datang lagi karena ada hal penting" ucap Juan.


"Oh iya ada apa?" tanya Juan penasaran.


"Emm aku cuma mau bilang kalau kak Juan tidak mau pergi bersamaku nanti nggak apa-apa kok kak, jangan di paksa karena sesuatu yang di paksakan itu tidak baik" ucap Ela.


Juan awalnya sangat senang begitu mendengar ucapan Ela, namun entah kenapa dia merasa lain-lain kalau tidak pergi bersama Ela, ada suatu perasaan yang tidak bisa dia jelaskan bahkan dia tidak mengerti perasaan apa itu.


"Ela nggak apa-apa, aku mau pergi bersama kamu dan juga aku tidak terpaksa sama sekali, tadi itu karena aku hanya di ledekin saja" ucap Juan yang entah kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu.


"Cie jadi gitu om Juan, ehem...ehem" goda Friska yang membuat Ela dan Juan tersentak kaget apalagi Juan.


"Wah... wah Juan kemajuannya pesat banget" goda Kenan juga yang tidak jadi marah karena istrinya melarangnya untuk memarahi Juan akibat kejadian tadi.


"Kak Juan aku tutup dulu yah" ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan, karena merasa sangat malu kedapatan oleh Friska dan Kenan.

__ADS_1


Juan pun langsung tertunduk menahan malu karena kedapatan telfonan dengan Ela.


"Kenapa om Juan tunduk, pasti om Juan malu yah, udah nggak usah malu om, kita dukung kok, iyakan sayang?" tanya Friska kepada Kenan.


"Iya dong sayang, apapun yang kamu dukung aku juga pasti mendukungnya" ucap Kenan.


"Oh iya om Juan, Ela itu anaknya baik kok, setia, penyayang dan masih banyak lagi, pokoknya om Juan nggak bakalan menyesal kalau bersama dengan Ela" ucap Friska.


"Emm Nona muda nggak begitu kok" ucap Juan yang tidak tahu lagi harus berbicara apa.


"Sayang Juan ini pasti akan menyangkal terus walaupun dia sudah mulai menyukai Ela, jadi biarkan saja dia berkembang, tapi Juan kamu jangan sampai menyesal yah kalau Ela nanti di ambil orang karena kamu yang terlalu lama tidak menggubrisnya" ucap Juan.


"Iya om Juan penyesalan itu selalu di belakang loh" ucap Friska.


Juan hanya diam saja karena tidak tahu harus bilang apa lagi.


"Ya sudah sayang aku ke kantor dulu yah" ucap Kenan lalu mencium kening dan juga pipi istrinya itu.


"Iya, oh iya jangan marahi om Juan yah, awas" ancam Friska.


"Siap ibu presdir" ucap Kenan gemas lalu mengecup bibir istrinya itu.


Juan hanya mengelus dada saja karena melihat pemandangan mesra itu di depan matanya.


Setelah Friska salam kepada Kenan, Kenan pun pamit dan di ikuti oleh Juan yang masih terngiang-ngiang di kepalanya tentang ucapan Kenan dan Friska tadi.


Di kantor


"Juan kita akan bertemu klien itu dimana?" tanya Kenan.


"Di restoran tuan, saya sudah mengatur semuanya"


"Kenapa tadi kita nggak langsung ke restoran saja" ucap Kenan.


"Belum jamnya tuan dan juga ada yang ingin saya sampaikan, tentang perusahaan di luar Negeri" ucap Juan serius.


######


Di rumah


"Sayang kenapa kamu lemas gitu,?" tanya Friska yang melihat Kenan berjalan masuk ke dalam rumah dengan sangat lemas dan tidak bersemangat.


Kenan pun langsung memeluk erat istrinya.

__ADS_1


"Sayang aku harus ke luar Negeri dalam beberapa bulan ini" ucap Kenan yang masih memeluk erat tubuh Friska.


__ADS_2