
"Ishhh ngapain kamu lihat-lihat aku seperti itu,, awas yah kamu nggak boleh suka sama aku," ucap Salsa cepat sambil kembali berdiri dan sedikit menjauh dari Raka.
"Hah,, suka sama kamu? aku nggak bakalan suka sama kamu nggak usah kepedean yah kamu bocah,," ucap Raka juga tak mau kalah.
"Lagian bukannya terima kasih karena aku sudah bantuin kamu malah nuduh yang tidak-tidak,,, kamu itu bukan tipe aku jadi nggak usah halu yah kamu," ucap Raka lagi.
"Hah,, kamu juga bukan tipe aku kali,,, lagian kan kamu sengaja mau membuat aku jatuh tadi,, jadi ngapain aku berterima kasih sama kamu,, malas banget,," ucap Salsa juga.
"Kamu nggak lihat tadi aku menahan kamu,, coba kalau nggak kamu pasti jatuh ke lantai tuh," ucap Raka.
"Siapa suruh juga kamu menahan aku,, dasar aneh," ucap Salsa lagi.
"Nggak usah berisik karena aku mau membuat minuman,, aku suka nggak konsentrasi kalau lagi mengerjakan sesuatu terus ada yang ribut," ucap Salsa cepat begitu melihat Raka ingin bicara lagi.
"Sekarang kamu mau di buatin minuman apaan? cepat bilang jangan lama-lama karena aku malas lama-lama berdua dengan kamu di tempat ini," ucap Salsa lagi yang membuat Raka langsung melongo tak percaya mendapatkan ucapan seperti itu dari pembantunya menurut Raka.
__ADS_1
"Kamu pikir aku mau juga,, kepedean banget kamu," ucap Raka lalu dengan segera Raka menyebutkan minuman yang dia inginkan dan Salsa dengan segera membuatkan terlebih dahulu.
"Oh iya,, kamu jangan seenaknya yah manggil aku sayang terus,,, aku benar-benar sangat nggak suka itu,, kamu mengambil kesempatan banget sih," cerocos Salsa lagi.
"Ya ampun cerewet sekali kamu,, lagian kamu pikir aku juga suka gitu bilang sayang sama kamu secara terus-menerus,, dengar yah aku lakukan itu supaya Nenek aku nggak curiga sama sekali dengan hubungan kita,, jadi kamu nggak usah kegeeran dan nggak usah sok kecantikan deh," ucap Raka lagi.
"Idihhh tetap aja aku nggak suka yah,, kamu harus kurang-kurangi kata-kata kamu itu,, aku benar-benar merasa sangat terganggu,," ucap Salsa lagi.
"Dasar cerewet,," cibir Raka.
"Tentu kamu lebih cerewet," ucap Raka nggak mau kalah.
"Haaa sudahlah bisa gila aku lama-lama bicara dengan bocah,,, cepat buatin minumannya,, jangan pakai lama yah bik," ucap Raka sambil tertawa lalu segera berjalan menuju ke tempat neneknya dan Elsa duduk.
"Apa bik katamu,, dasar ngeselin,," teriak Salsa yang masih di dengar oleh Raka.
__ADS_1
Raka hanya balik badan sebentar menjulurkan lidahnya lalu menertawakan Salsa dan kembali melanjutkan jalannya.
Ishhh dasar yah tuh cowok ngeselin banget sih,, bisa-bisanya aku dipanggil bik,, batin Salsa kesal sambil lanjut membuat minuman.
"Raka kamu kenapa? kok kamu tertawa-tawa begitu?" tanya nenek Raka sambil melihat Raka yang sedang tertawa-tawa sendiri.
"Nggak kenapa-kenapa kok nek,, cuma ada yang lucu saja tadi nek," ucap Raka sambil duduk kembali di dekat neneknya.
"Oh gitu,, Sinta mana?" tanya nenek Raka lagi.
"Tuh masih buat minum nek,, bentar lagi selesai dia menyuruh aku kesini duluan,," ucap Raka lagi.
Dan tak lama Salsa pun datang.
Sementara Juan dan Ela sama-sama ingin menelepon Raka dan Salsa untuk memberitahukan masalah lamaran. Karena Juan dan Ela menginginkan Raka dan Salsa datang.
__ADS_1
Ela sudah memberitahukan sahabat-sahabatnya yang lain melalui grup WhatsApp,, namun Salsa belum mengetahuinya dan Ela tau kalau Salsa belum membaca pesannya di grup,, jadilah dia memutuskan untuk menelepon Salsa saja.