
"Ya ampun om, kenapa lagi sih. Aku mau mandi loh ini" ucap Friska kesal.
"Makanya kamu kesini dulu sebelum kamu durhaka" ucap Kenan.
Friska pun berjalan mendekati Kenan.
"Ini om aku udah ngikutin kemauannya om" ucap Friska sambil berdiri di depan Kenan.
Kenan pun menarik tubuh Friska hingga Friska terduduk di pangkuan Kenan.
"Ya ampun om ngagetin tahu nggak" ucap Friska sambil berusaha berpindah dari pangkuan Kenan.
Namun Kenan menahannya.
"Apa saja yang kamu lakukan di sekolah?" tanya Kenan sambil memeluk tubuh Friska.
"Belajar dong om, emang mau ngapain lagi" ucap Friska yang bingung dengan pertanyaan Kenan.
"Belajar sambil selingkuh kan" ucap Kenan datar tapi masih memeluk Friska.
"Haa gimana tuh om belajar sambil selingkuh?" tanya Friska serius.
"Massa kamu nggak tahu, kan kamu yang lakukan itu" ucap Kenan.
"Aku cuma belajar ajah tuh om nggak selingkuh, om cemburu yah?" goda Friska sambil mencolek dagu Kenan dan tersenyum.
"Kepedean banget kamu anak kecil mana mungkin aku cemburu, pergi sana mandi kamu bau banget tuh" ucap Kenan sambil mendorong tubuh Friska.
"Yee om tadi kan nahan aku gimana sih, lagian aku nggak bau tuh" ucap Friska membela diri.
"Udah kamu pergi mandi sana, setelah itu kita pergi makan bakso" ucap Kenan.
"Haa serius om, ini di traktir kan?" tanya Friska.
"Iya bawel, pergi mandi sana kalau kamu lama, nggak jadi" ucap Kenan.
"Siap bos" ucap Friska kemudian berlari menuju anak tangga lalu menapaki satu persatu anak tangga dengan berlari.
"Hey anak kecil, kamu hati-hati nggak usah lari-lari nanti kamu jatuh" ucap Kenan khawatir melihat Friska.
Friska pun berhenti di anak tangga.
"Kata om tadi nggak boleh lama nanti nggak jadi, makanya aku cepat-cepat om" ucap Friska.
__ADS_1
"Kalau kamu lari-lari lagi seperti tadi, nggak jadi" ucap Kenan.
"Iya nggak lari lagi om" ucap Friska kemudian melanjutkan langkahnya dengan berjalan.
Kenan hanya menggelengkan kepalanya.
Lah tadi kan aku mau ngasih dia hukuman kok aku jadi lupa, malah mau traktir dia makan bakso lagi. Ya ampun Kenan sejak kapan kamu jadi pelupa gini di tambah bodoh lagi kata Kenan.
#####
Di tempat lain.
Berdiri seorang pria yang juga sangat tampan di dalam suatu ruangan yang penuh dengan photo Friska yang dia ambil secara diam-diam.
Pria itu memegang salah satu photo Friska sambil tersenyum lalu berucap.
Friska aku sangat mencintaimu, kamu itu sangat cantik, imut, baik dan juga sangat manis. Dan aku nggak akan pernah memberikan kamu kepada orang lain atau membiarkan kamu dekat dengan orang lain.
Untung sekarang kamu nggak punya pacar, kalau sampai aku tahu kamu punya pacar maka laki-laki itu mungkin bisa mati di tanganku ucap pria itu dengan senyum mengerikannya.
Tapi kamu tenang saja Friska sayang karena aku tidak akan pernah mencelakai kamu. Tunggu aku sampai aku punya kesempatan mengungkapkan perasaanku yang aku nggak tahu apakah setelah aku ungkapkan perasaanku kamu akan terima atau tidak, tapi yang jelasnya aku akan membuat kamu menjadi milikku ucap pria itu sambil tersenyum kemudian menyimpan kembali photo Friska dan beranjak keluar dari ruangan itu.
#####
Kenan yang sudah lelah menunggu, ikut pergi ke kamar Friska.
Di bukanya pintu kamar Friska, kebetulan Friska lupa menguncinya, membuat Kenan tidak memerlukan kunci cadangan.
Kenan masuk ke dalam kamar Friska, Friska masih asik dengan mandinya.
"Ya ampun lama banget sih anak kecil ini, untung istri" ucap Kenan.
Kenan pun rebahan di tempat tidur Friska dengan santai sambil menunggu Friska selesai mandi.
Friska keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sambil mengeringkan rambutnya, Friska tidak menyadari kalau Kenan ada di tempat tidurnya karena Friska sibuk dengan rambutnya.
Kenan yang melihat kulit putih mulus Friska menelan salivanya. Kenan memang pernah melihat tubuh wanita lain yaitu Adelia karena Adelia selalu berpakaian sexy untuk menggoda Kenan namun Kenan tidak tergoda, tetapi melihat tubuh Friska, Kenan benar-benar tergoda.
Kenan pun mendekati Friska yang lagi sibuk memilih bajunya di dalam lemari.
"Kenapa lama sekali istriku?" bisik Kenan di telinga Friska sambil memeluknya dari belakang.
"Aaaaaa om ngapain disini, bukannya tadi ada di ruang tamu" teriak Friska sambil mencoba melepas pelukan Kenan tetapi tidak bisa.
__ADS_1
"Karena istriku ini sangat lama, makanya aku nyusul kesini" ucap Kenan lalu menciumi pundak dan juga lekukan leher Friska.
"Om geli tahu, ya udah om lepasin dulu, biar aku pakaian cepat, terus kita pergi makan" ucap Friska.
"Aku pengen makan yang lain" ucap Kenan lalu menggendong tubuh Friska dan membaringkannya di tempat tidur lalu menindihnya.
"Om mau ngapain?" tanya Friska panik.
"Mau makan" ucap Kenan santai.
"Tapi di sini tidak ada makanan om" ucap Friska.
"Kata siapa, di sini tuh malah ada makanan enak hanya kamu nggak tahu" ucap Kenan lalu mulai mencium pipi Friska kemudian turun ke leher.
"Istriku aku ingin meminta hak aku" ucap Kenan.
"Hak apa om?" tanya Friska yang tidak mengerti.
"Hak sebagai suamimu" ucap Kenan lalu tangannya sudah mulai tak terkendali walaupun masih terlapisi handuk.
"Om jangan" ucap Friska menahan tangan Kenan. Aku nggak mau lakukan itu sama orang yang tidak mencintai aku om dan aku juga tidak mencintai om, lagian kita kan sudah ada perjanjian om sambung Friska lagi dengan wajah paniknya.
"Tapi aku laki-laki normal istriku, mana mungkin aku bisa menahannya terus" ucap Kenan sambil tangannya melanjutkan aktivitasnya.
Friska pun bertambah panik dan terlihat pucat. Friska saja bingung bagaimana dia harus menghadapi situasi itu. Seandainya Kenan mencintai dia, dan dia juga mencintai Kenan pasti dia akan senang hati memberikannya kepada Kenan. Tapi mereka tidak saling mencintai.
"Hey sudah anak kecil, kamu nggak usah panik dan pucat seperti itu, aku hanya bercanda" ucap Kenan.
"Beneran om?" tanya Friska serius.
"Iya, asal kamu tidak berpenampilan begini di depan cowok lain" ucap Kenan dan masih menindih tubuh Friska.
"Mana mungkin om, aku berpenampilan begini di depan cowok lain, lagian di depan om saja aku nggak pernah tuh. Tadi kan aku nggak tahu kalau om ada di kamar aku" ucap Friska.
"Kalau di depan aku nggak apa-apa, aku nggak larang" ucap Kenan kemudian dia mencium pipi Friska.
"Iihh enak ajah" ucap Friska.
"Udah kamu nggak usah bawel, pakaian sana cepat, kamu masih mau makan bakso kan" ucap Kenan kemudian mencium kening Friska lalu beranjak dari atas tubuh Friska lalu duduk di tempat tidur Friska.
"Masih mau dong om" ucap Friska lalu bangun dari tidurnya kemudian mencium bibir Kenan, Kenan yang lagi duduk di tempat tidur Friska sedikit terkejut namun dia menyukai kelakuan Friska itu.
Sedangkan Friska setelah mencium bibir Kenan, langsung berlari cepat mengambil pakaiannya asal.
__ADS_1
Aku belum tahu perasaanku padamu seperti apa anak kecil karena aku sangat mencintai Adelia dulu dan sekarang aku nggak tahu gimana perasaanku terhadap Adelia, apakah ini karena Adelia sudah lama pergi sehingga aku nggak tahu dengan perasaanku atau semua yang terjadi dengan perasaanku karena kamu, aku nggak pernah sebingung ini, aku harus memastikan dulu perasaanku. Kalau aku masih sangat mencintai Adelia aku akan melepaskan kamu, tapi kalau aku mencintai kamu aku akan melepaskan Adelia dan kamu tidak akan pernah bisa pergi dari aku, aku akan meminta hak aku sebagai suamimu, aku akan melakukan segala cara agar kamu disisiku terus dan kalau ada laki-laki lain yang akan merebutmu maka dia akan berurusan dengan Kenan Mahardika batin Kenan sambil tersenyum melihat kelakuan* Friska*.