Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pokoknya harus bisa,,,


__ADS_3

Raka menyikut-nyikut Kenan. Kenan pun mengerti dengan maksud Raka,, sementara Juan masih tidak menyangka jika Dafa dibebaskan.


Mereka saat ini sedang berjalan bersama menuju mobil Kenan,, sedangkan Dafa di bawa oleh anak buah Kenan.


"Kak Raka jangan gitu sama suami ku,, nggak usah nyikut-nyikut dia, aku yang minta itu pada suamiku dan semua itu nggak gratis,, aku membayar dengan tubuh ku tau, pelayanan puas,, lingerie sexy sampai dia lemas,," ucap Friska lalu segera berjalan cepat masuk ke dalam mobil.


Raka dan Juan melongo sedangkan Kenan hanya nyengir sambil menggaruk tengkuknya. Tidak menyangka istrinya semakin bar-bar bongkar-bongkar kartu.


"Biasalah suami istri," ucap Kenan.


"Ayo kalian bersama ku saja karena di rumah lagi ngumpul,, Juan kamu nyetir yah,, aku mau di belakang aja bareng istri," ucap Kenan lalu segera menyusul istrinya namun Raka menahannya.


"Kenan otak mu it bersihkan dulu,, pantas saja langsung nurut kau yah di sogok dengan itu ternyata,," ucap Raka.


"Makanya nikah biar tau rasanya,,, jangan nungguin istriku terus,, aku tuh nggak mau istriku marah dan tidak memberiku nafkah penting untuk perkembangan ku," ucap Kenan.

__ADS_1


Kali ini Raka yang nyengir. Sedangkan Juan langsung tertawa,, memang selama Kenan sudah membuka segel istrinya menurutnya otak Kenan sudah tidak pernah bersih sama sekali padahal dulu Juan mengenal Kenan adalah pria paling polos.


"Ya udah deh terserah kau,, nggak usah nyuruh-nyuruh nikah juga kali,," ucap Raka.


"Sok lagi perkembangan,, perkembangan,," ucap Raka lagi.


"Nanti kalau kamu menikah kamu akan merasakannya juga,, dan kalian tidak usah khawatir mengenai Dafa,, dia selalu ada dalam pengawasan ku,,," ucap Kenan lagi yang ingin membuat Raka dan Juan tidak kepikiran Dafa. Kenan sudah memikirkan semuanya sebelum membuat keputusan. Biar bagaimanapun kebahagiaan istrinya nomor satu untuknya.


Dalam mobil...


Raka hanya mengelus dada sedangkan Juan menahan tawa.


Kenan tersenyum senang melihat istri manjanya,, sungguh Kenan sangat menyukai istrinya yang manja padanya.


"Tadi ada pembicaraan sedikit sayang,, maaf yah buat kamu nunggu,," ucap Kenan lalu mengecup kening Friska dan membawa Friska ke dalam dekapannya.

__ADS_1


"Kok bisa melepaskan Dafa begitu saja,, apa kalian tidak memikirkan calon anak kalian yang dia bunuh?" tanya Raka. Sungguh Raka susah baik pada Dafa karena itu,, meskipun Raka mencintai Friska,, tapi dia juga tidak mau jika Friska dan Kenan kehilangan anak mereka. Raka tau pasti anak itu pasti kebahagiaan Friska,, dan kebahagiaan Friska adalah kebahagiaan nya juga.


"Aku selalu memikirkan calon anakku yang telah tiada,, tapi mau bagaimana lagi itu sudah takdir,, aku yakin rencana Allah akan lebih indah nantinya,, aku juga kasian sama Dafa dan keluarganya,, aku kenal Dafa sudah cukup lama,, dia itu baik,, aku yakin dia pasti bisa berubah, semoga saja dia bisa menghilangkan perasaan cintanya untuk ku," ucap Friska.


"Jangan cemburu tetap kamu lah yang terbaik," ucap Friska sambil mengelus lembut wajah Kenan,, Friska tau suaminya itu sedang cemberut karena mendengar dirinya memuji pria lain.


Kenan pun tersenyum lega sambil mendekap erat tubuh istrinya itu.


"Kamu wanita yang sangat baik,," ucap Raka.


"Kalian semua juga baik,," ucap Friska.


Mereka pun tersenyum.


Hm seandainya aku lebih dulu yang mengenal kamu daripada Kenan,, seandainya aku yang dijodohkan denganmu dek cantik,, pasti aku akan menjadi pria yang sangat bahagia,, batin Raka.

__ADS_1


"Oh iya aku maunya pernikahan sahabat-sahabatku secepatnya di laksanakan,, aku nggak mau lagi tertunda,, kami bertiga akan resepsi bersama,, ahh senangnya,, suamiku sayang kamu bisa kan dalam waktu tiga hari menyiapkan semuanya? pokoknya harus bisa," ucap Friska lagi.


__ADS_2