Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tumben loe jinak


__ADS_3

Juan lagi-lagi menghubungi Ela, namun ponsel Ela tidak aktif-aktif juga.


"Ehh Farel tumben tuh ngajakin si Ela," ucap Haris yang mulai mau mengajak sahabat-sahabatnya bergosip lagi.


"Iya tumben banget, seperti ada yang beda ajah gitu," ucap Jojo yang malah ikut-ikutan.


"Gue baru sadar sekarang loh, jangan-jangan... " ucap Ardi yang sengaja menggantung kalimatnya.


Farel suka sama Ela, terus Juan gimana, ahh tapi baguslah kalau Ela dan Farel lagian juga Juan sepertinya akan bersama teman lamanya, dan Juan juga tidak memberikan kepastian kepada Ela, tapi kalau beneran Farel suka sama Ela, aku beritahu Juan atau nggak usah yah? batin Kenan yang masih setia memantau istrinya.


"Kalian bertiga lebih bagus jadi cewek deh, karena suka gosip, terutama si Haris ini biang keroknya," ucap Friska yang membuat Salsa dan Kenan langsung tertawa, sedangkan ketiga sahabat cowoknya langsung pandang-pandangan.


"Lah kok gue sih," ucap Haris tidak terima.


"Karena loe Raja gosip tahu nggak, loe selalu memulai sehingga yang lain pada ikutan, heran deh gue," ucap Friska lalu tertawa.


"Loe benar banget Fris, emang si Haris ini bibirnya kayak cewek, jadi cewek ajah loe Haris," ledek Salsa.


"Enak ajah loe gue udah tampan gini, loe suruh jadi cewek, gue udah bersyukur jadi cowok bukannya jadi cewek ribet tahu," ucap Haris tak mau kalah.


"Makanya itu bibir jangan bergosip terus tahu nggak," ucap Friska.


"Ini beneran Fris, duh ayo kita bergosip dulu," ucap Haris.


"Gosip ajah tuh dengan tembok atau itu sama mereka Ardi dan Jojo mereka sepertinya lagi nungguin loe lanjut gosip," ucap Friska.


"Nggak, gue mau lanjut," ucap Ardi.


"Iya gue juga, gue nggak suka bergosip," ucap Jojo.


"Giliran di bilangin kayak cewek ajah langsung diam," ucap Salsa.


"Nggak asik loe berdua," ucap Haris kepada Ardi dan Jojo.


"Haris udah deh, lanjutkan sekarang, nggak usah ngajakin yang lain bergosip, gue ajah dan Friska nggak bergosip tuh," ucap Salsa.


"Bohong banget kalian padahal kalau cewek tuh gosipnya lebih ngeri lagi," ucap Haris.


"Berisik loe," ucap Friska sambil mengambil ponselnya lalu ingin segera mengirimkan pesan kepada Kenan karena Kenan belum mengirimkan pesan apapun padanya.


Istriku mau menghubungi siapa tuh batin Kenan.

__ADS_1


Tak lama ponsel Kenan pun berdering yang menandakan ada pesan whatsapp masuk. Dia lagi-lagi tersenyum begitu mengetahui ternyata istrinya mengirimkan dia pesan.


"Sayang lagi ngapain? kamu kok nggak whatsapp aku? jangan-jangan disitu ada Renata kedua lagi? atau kamu sudah melupakan istrimu ini yang sudah kamu tinggal kerja? " tanya Friska melalui pesan whatsapp. Friska yakin Kenan pasti sudah pulang dari kantor. Friska keasikan dengan sahabat-sahabatnya tadi sehingga baru mengingat ponselnya tapi begitu dia melihat belum ada pesan dari Kenan dan dia langsung cemberut.


"Ya ampun sayang mana mungkin aku melupakan istriku, dan juga biarpun ada Renata ke berapa disini tetap saja nggak ngaruh buat suamimu ini, aku nggak ngabarin kamu karena sekarang kamu pasti lagi sibukan ngurusin kejutan ulang tahun buat Dafa saingan aku itu," balas Kenan sambil senyum-senyum karena membaca pertanyaan Friska yang benar-benar sedang khawatir suaminya macam-macam padahal sejak tadi Kenan terus memperhatikan dirinya.


Friska pun ikut senyum-senyum begitu membaca pesan dari Kenan.


"Pengertian banget sih suamiku😍, udah makan belum?" tanya Friska lagi.


Kenan langsung membaca cepat pesan dari istrinya itu.


"Udah sayang, tinggal makan kamu ajah yang belum dan aku nggak sabar menantikan itu" balas Kenan lagi.


Kenan pun ingat kalau dia belum melihat istrinya makan sejak tadi bahkan ngemil pun tidak.


"Kamu jangan lupa makan sayang, awas jangan nahan lapar karena aku bakalan tahu, dan juga kamu berdosa kalau membohongi suami," balas Kenan secepatnya.


Friska lagi-lagi senyum-senyum sendiri sambil membaca pesan dari Kenan. Friska tidak tahu saja kalau Kenan sejak tadi melihatnya dan sangat gemas kepada istrinya itu.


"Mesum banget sih kamu, oh iya aku nggak bakalan nahan lapar sayang karena sahabat-sahabat aku pada kuat makan semua jadi pasti mereka ingat banget masalah makan," balas Friska.


"Ya ampun Fris loe belum gilakan? ngapain loe senyum-senyum sendiri gitu?" tanya Salsa membuat Friska terlonjak kaget.


"Hemm sembarangan ajah loe, ya nggak lah, loe kali yang gila karena Jojo nggak nembak-nembak loe," kilah Friska.


"Ihh apaan sih, lagian gue nggak ngarep tuh di tembak Jojo karena nanti gue mati lagi, siapa sih tuh teman chattan loe, beritahu gue dong" ucap Salsa yang semakin sangat penasaran.


Sayang udah dulu yah, Salsa kepo nih," pesan Friska lagi yang di kirimkan kepada Kenan.


"Iya udah tahu sayang, aku lihat kok," ucap Kenan lalu segera membalas pesan dari istrinya itu.


"Oke sayang," pesan Kenan.


Friska pun kembali menyimpan ponselnya lalu melanjutkan pekerjaannya lagi tanpa menghiraukan Salsa.


"Fris siapa sih?" tanya Salsa lagi.


"Salsa kepo banget sih loe, jadi cewek tuh nggak boleh kepoan tahu nggak," ucap Haris.


"Udah deh cowok diam ajah kalau nggak ngerti, ini itu urusan sesama wanita tahu nggak," ucap Salsa.

__ADS_1


"Ayo dong Fris, beritahu gue." desak Salsa lagi yang membuat Friska geleng-geleng kepala saja.


"Lebih baik telfon Ela deh, loe tanya mereka beli balonnya dimana, di Indonesia atau di Korea lama banget tahu nggak," ucap Friska.


"Iya juga yah, itu anak berdua belum balik-balik juga," ucap Salsa.


"Makanya telfon mereka, tanyain mereka lagi dimana," ucap Friska lagi.


Salsa pun segera menelepon Ela namun ponsel Ela tidak aktif.


"Wah nomor ponsel Ela nggak aktif, tumben banget tuh anak nomor ponselnya nggak aktif, dia itu sangat jarang nomor ponselnya nggak aktif tahu nggak," ucap Salsa.


"Iya loe benar coba telfon Farel kalau gitu," ucap Friska.


Ela pun segera menelepon Farel dan ternyata Farel melupakan ponselnya.


"Ponsel Farel disini dia nggak membawanya," ucap Jojo.


"Hemm," ucap Salsa dan Friska bersamaan.


Belum lama mengucapkan itu, Ela dan Farel pun datang.


"Kirain kalian udah nggak ingat balik kesini," ucap Friska begitu melihat Ela dan Farel yang hanya cengar-cengir.


"Balik dong, kita bawa makanan nih," ucap Ela.


"Pintar nyogok nih mereka," ucap Haris.


"Fitnah loe," ucap Farel.


"Ela kok nomor ponsel loe nggak aktif tumben, sengaja yah loe," ucap Salsa.


"Iya biar kalian nggak ganggu," ucap Ela asal.


Ela pun mengaktifkan kembali ponselnya, tak lama setelah aktif ponsel Ela berdering lagi.


Kenapa sih nih kak Juan nelfonin gue terus, perasaan gue nggak ada utang sama dia, kemarin-kemarin ajah gue telfonin sibuk terus nomor ponselnya, di saat gue mengharapkan dia nelfon gue dia nggak nelfon, sekarang di saat gue udah nggak mau ganggu kak Juan lagi dan udah ikhlasin kak Juan dia nelfon terus, heran gue batin Ela lalu segera menutup panggilan telfon Juan dan menonaktifkan kembali ponselnya.


Tak lama setelah itu ponsel Salsa berdering.


"Haa kak Juan nelfon gue kenapa nih, tumben," ucap Salsa yang mendengar ponselnya berdering dan melihat ternyata Juan yang meneleponnya.

__ADS_1


"Angkat ajah penting kali," ucap Ela enteng sambil ngemil dan duduk santai.


"Tumben loe jinak biasanya juga heboh," ucap Salsa.


__ADS_2