
"Juan kamu urus di sini" ucap Kenan kemudian keluar dari ruangan tersebut.
Juan pun melanjutkan rapatnya.
Sedangkan Kenan masuk ke ruangannya, kemudian dia mengunci pintu lalu segera masuk ke ruang istirahat mini yang ada di dalam ruangannya tepatnya di belakang rak buku.
Kenan pun rebahan di tempat tidur sambil bingung dengan pikirannya sendiri yang dari tadi hanya memikirkan Friska.
Kenapa di otak aku ini hanya anak kecil itu saja omel Kenan pada dirinya sendiri.
Tiba-tiba ponsel Kenan berdering, di lihatnya cepat. Di pikirnya Friska yang menelepon dia untuk meminta uang jajan namun ternyata salah yang menghubungi dia ternyata Adelia.
Kenan pun menjawab telepon Adelia dengan malas.
"Halo, ada apa?" tanya Kenan.
"Kamu kok ngomong gitu sayang, kamu nggak senang aku telfon?" tanya Adelia.
"Senang kok, biasanya kan kalau kamu nelfon ada keperluan sayang" ucap Kenan paksa bahagia.
"Aku mau ke kantor kamu sayang, terus temani aku belanja yah sayang" ucap Adelia manja.
"Baiklah, kapan kamu akan kesini?" tanya Kenan.
"Sekarang sayang" ucap Adelia semangat.
"Sekarang masih jam kerja" ucap Kenan.
"Biasanya juga kamu nggak apa-apa sayang kalau aku datang di jam kerja kamu" ucap Adelia lagi.
"Ya sudah, terserah kamu saja" ucap Kenan kemudian mematikan panggilan teleponnya.
Iihh dasar nyebelin banget sih nih orang, untung kaya kalau kamu nggak kaya aku udah lama membuang kamu ucap Adelia yang melihat panggilan teleponnya sudah di matikan secara sepihak oleh Kenan.
Nggak penting lah yang penting belanja ucap Adelia bahagia kemudian bersiap-siap buat ke kantor Kenan.
Sedangkan Kenan masih melihat handphonenya berharap Friska meneleponnya dan meminta uang jajan.
Apaan sih yang aku tungguin ucap Kenan kemudian menyimpan handphonenya.
Kenan pun rebahan mencoba untuk tidur tapi tidak juga bisa.
#####
Adelia sudah tiba di kantor Kenan, dia pun sudah di depan pintu ruangan Kenan, namun pintunya terkunci, Adelia pun menelepon Kenan lagi.
"Halo sayang, kok pintunya kamu kunci" ucap Adelia dari balik telepon.
Kenan pun segera membuka pintu ruangannya.
Adelia pun segera memeluk Kenan.
"Sayang aku kangen banget tahu nggak sama kamu" ucap Adelia.
Harus manja-manja biasanya Kenan suka kalau aku manja-manja supaya sebentar aku di belanjain banyak batin Adelia sambil tersenyum jahat.
"Adelia kamu jangan kayak begini, apalagi ini kantor" ucap Kenan sambil melepaskan pelukan Adelia lalu menyuruhnya masuk.
__ADS_1
"Iya deh" ucap Adelia kemudian duduk di sofa.
"Kamu cepat banget datangnya padahal sekarang aku lagi sibuk" bohong Kenan padahal dari tadi dia hanya menunggu telepon Friska.
"Yah aku lagi pengen ajah sayang datang cepat di kantor kamu, kamu nggak suka yah?" tanya Adelia.
"Suka kok, tapi belanjanya malam saja yah" ucap Kenan karena Kenan benar-benar lagi malas bergerak.
"Oke sayang, kebetulan sebentar kan malam minggu" ucap Adelia bahagia.
"Benarkah" ucap Kenan.
Aku nggak pernah malam mingguan bareng anak kecil itu batin Kenan.
"Iya sayang, kenapa kamu ada janji?" tanya Adelia.
"Nggak ada, kamu di sini saja dulu tunggu aku sampai selesai kerja, aku masih banyak kerjaan, tidak usah menungguku untuk makan siang, aku akan makan siang di luar bersama klien. Kamu pesan online saja makanan" ucap Kenan lalu memberikan uang kepada Adelia kemudian dia keluar dari ruang kerjanya.
Ternyata Kenan hanya berbohong kepada Adelia, dia pergi ke ruangan Juan masuk ke dalam ruang istirahat di ruangan Juan, Kenan lagi benar-benar tidak mau di ganggu.
Kenan pun mengirimkan pesan kepada Juan kalau dirinya berada di ruang istirahat milik Juan, karena di ruangannya ada Adelia. Dan Kenan juga melarang Juan masuk di ruangannya karena nanti di lihat oleh Adelia.
Juan pun yang baru selesai memimpin rapat hanya tertawa melihat pesan dari Kenan beruntung tinggal dia sendiri di ruangan itu.
Tumben budak cinta satu ini membohongi singa betina itu, mana dari tadi dia marah-marah tidak jelas, benar-benar bikin pusing batin Juan.
Benar saja Adelia makan siang sendiri, dan dia pun tidak ke luar dari ruangan Kenan. Karena di kantor hanya Kenan yang dia kenal sebenarnya dia mengenal Juan juga, hanya dia tidak akrab dan Adelia pikir pasti Juan ikut dengan Kenan.
#####
Sorenya delapan serangkai pun berbelanja, dengan cewek-cewek yang memilih bahan-bahan makanan dan cowok-cowoknya yang mendorong troli. Mereka semua sangat bersemangat.
Tiba di rumah Salsa, Friska pun mulai memasak sesuai dengan yang sudah di bicarakan sewaktu berbelanja di bantu dengan Salsa dan Ela yang hanya mengambil-ambilkan bumbu yang di butuhkan Friska saja.
Sedangkan yang cowok-cowok sedang asik-asiknya bermain game di ruangan lain di rumah Salsa.
#####
Di ruangan Kenan, Adelia mulai bosan menunggu Kenan, namun dia sabar-sabarkan demi belanja gratis.
Kenan pun masuk ke ruangannya karena melihat sudah lewat jam pulang kerja, Juan pun sudah pulang duluan di suruh oleh Kenan. Kenan berharap Adelia sudah pulang ke apartemennya, dia benar-benar lagi malas bergerak namun harapannya sia-sia karena Adelia masih sabar menunggu Kenan.
"Sayang kamu sudah selesai kerjanya?" tanya Adelia semangat sambil berjalan mendekati Kenan.
"Iya sudah" ucap Kenan.
Padahal sejak tadi Kenan hanya rebahan saja di ruang istirahat Juan, tidur pun tidak yang membuat Juan terheran-heran.
"Ayo temani aku belanja" ajak Adelia penuh semangat, perasaan bosannya menunggu Kenan dari tadi benar-benar hilang sudah.
"Bisakah kita tunda dulu, aku benar-benar lelah hari ini" ucap Kenan yang lagi cari alasan.
"Kamu kok tega banget sih, aku nungguin kamu dari tadi massa nggak jadi lagian ini juga malam minggu" ucap Adelia sambil ngambek.
"Oke baiklah, ayo aku antarin kamu belanja" ucap Kenan pasrah.
"Gitu dong" ucap Adelia.
__ADS_1
Mereka segera turun melalui lift menuju ke mobil Kenan. Kenan pun mengemudikan mobilnya menuju ke pusat perbelanjaan terbesar.
Adelia dengan semangatnya belanja karena sudah pasti Kenan yang akan membayar. Kenan pun hanya diam sambil mengikuti Adelia dengan wajah yang tidak ada bahagia-bahagianya sama sekali.
Seperti biasa Juan yang harus mengurus semua agar Kenan terbebas dari gosip-gosip.
Adelia pun mengajak Kenan buat ke restoran untuk makan malam. Kenan hanya mengikut saja namun dia tidak memesan makanan, dia benar-benar sedang malas segala-galanya.
Adelia pun tidak ambil pusing, dia pun memesan makanan.
Sementara makan Adelia mendadak ingin ke toilet, dia pun memberitahu Kenan kemudian pergi ke toilet.
Setelah Adelia dari toilet, Kenan pun langsung bilang ke Adelia kalau dia ingin pulang. Seperti biasa Kenan memberi uang kepada Adelia untuk sewa dia pulang dan juga biaya makannya kemudian Kenan pun pulang ke rumahnya.
Adelia pun sangat jengkel dengan kelakuan Kenan.
Kenapa sih gue selalu di tinggal seperti ini ucap Adelia.
#####
Sedangkan di mobil Kenan berharap pulang di rumah Friska sudah memasak dan menunggunya.
Sampai di rumah Kenan pun langsung keluar mobil kemudian masuk rumah menuju dapur, Kenan tidak menyadari kalau motor Friska belum ada di tempatnya karena Kenan buru-buru masuk ke dalam rumah.
Tiba di dapur Kenan langsung loyo, melihat keadaan dapur masih sama seperti semalam, tidak ada juga makanan.
Benar-benar yah anak kecil itu ucap Kenan kemudian berjalan menuju kamar Friska.
Di bukanya pintu kamar Friska.
Tumben tidak di kunci batin Kenan.
Kenan pun masuk betapa terkejutnya Kenan melihat Friska tidak ada di tempat tidurnya, Kenan pun memeriksa kamar mandi dan tempat-tempat lainnya tetapi tidak ada juga. Kenan memanggil-manggil nama Friska tapi tidak ada jawaban.
Kenan pun melihat kartu yang dia berikan kepada Friska berada di atas tempat tidur Friska. Semakin tidak karuan lah perasaan Kenan.
Kenan segera turun melihat motor Friska, dan motor Friska pun tidak ada di tempatnya. Kenan langsung pergi menanyakan kepada pak satpam.
"Bapak lihat istri saya?" tanya Kenan yang sudah panik.
Loh pak Kenan ini kenapa, istrinya dari semalam keluar rumah dan dia izinkan juga tapi kok wajahnya panik begini dan menanyakan istrinya kepada saya, bukankah dia pasti sudah tahu keberadaan istrinya sekarang batin pak satpam.
"Tadi malam istri tuan keluar dengan membawa tas dan motornya, saya tanya karena tidak biasa dia keluar malam terus dia jawab kalau dia akan tidur di rumah temannya dan tuan sudah izinkan ucap pak satpam yang membuat Kenan semakin kaget dan frustasi.
Apa!!! istriku sejak semalam tidak ada di rumah dan aku baru tahu sekarang batin Kenan.
"Terima kasih informasinya pak" ucap Kenan kemudian berlalu dari pos satpam sambil menelepon Juan.
Pak satpam yang melihat ekspresi majikannya hanya terheran-heran.
Melihat telepon dari Kenan, Juan pun segera mengangkatnya.
"Halo tuan, ada apa?" tanya Juan.
"Juan istri saya kabur sejak semalam, cepat cari tahu dia ada dimana sekarang, cari tahu duluan di rumah sahabat-sahabatnya" jawab Kenan dengan paniknya.
"Apa!!! ucap Juan dengan terkejutnya. Mungkin nona sudah pergi bersama laki-laki lain yang seumuran dengannya atau nona di bawah kabur dengan pacarnya tuan" ucap Juan santai seperti air yang mengalir.
__ADS_1
Kakak-kakak Like, Comment dan Vote dong biar author tambah semangat, makasih sebelumnya😊