
"Bisa dong istriku,, apa sih yang nggak bisa untuk kebahagiaan kamu,," ucap Kenan sambil tersenyum sombong melihat Raka.
Raka hanya mencebikkan bibirnya.
Friska pun langsung mencium pipi Kenan gemas karena sangat bahagia. Friska memang semakin manja setelah ingatan nya kembali,,, Friska juga bersyukur bisa kembali bertemu suaminya dan yang lainnya.
"Tapi sayang,, apa calon pengantin siap kalau menikah tiga hari kemudian? kalau aku dan kamu sih sudah pasti siap,," ucap Kenan lagi.
"Siap Tuan,," ucap Juan cepat yang membuat Kenan,, Friska dan Raka tertawa geli melihat Juan yang tampak sangat bersemangat.
"Santai Juan,, santai,," ucap Raka disela-sela tawanya.
Juan hanya nyengir sambil fokus mengemudikan mobil.
"Om Juan udah siap,, berarti aku yakin kak Jeki juga siap,, kalau kedua sahabatku sih nggak perlu ditanya lagi,, seandainya aku bilang hari ini nikahnya mereka pasti akan siap juga,," ucap Friska lalu tertawa.
Kenan pun tersenyum sambil mencubit gemas pipi istrinya sesekali mengecupnya.
Dan begitu sampai di rumah Kenan,, betapa bahagianya mereka begitu mengetahui ingatan Friska telah pulih,, bahkan saat ini mereka langsung membahas pernikahan Juan,, Ela,, Salsa dan Jeki.
Jeki juga sudah ada di rumah Kenan saat ini dan mereka tentu sangat setuju dengan usulan Friska.
Selain itu usulan yang sangat bagus,, siapa juga yang akan tidak setuju tentu saja tidak ada. Orang tua Salsa dan Ela pun pasti akan sangat setuju jika pernikahannya di percepat.
__ADS_1
"Emm berarti harus segera fitting baju,, mau bareng nggak? atau bareng pasangan masing-masing?" tanya Friska.
"Gimana Juan,, Jeki?" tanya Kenan.
"Kalau aku sudah tentu akan menemani istriku,," ucap Kenan.
Friska hanya tersenyum sambil mengelus lembut wajah Kenan begitu mendengar ucapan Kenan.
Jeki dan Juan tampak bingung sebenarnya ingin bersama namun mereka juga kerja,, tidak mungkin meninggalkan pekerjaan,, kalau Kenan memang bisa karena dia bos,, dan sudah pasti pekerjaan yang ditinggalkan itu akan menjadi tugas Juan dan Jeki lagi untuk mengurus semuanya.
"Sayang,, pasti kak Jeki dan Om Juan bingung harus jawab apa,, karena mereka kan sibuk,, kamu sih kasih sibuk mereka terus,," ucap Friska sambil memanyunkan bibirnya.
"Oh iya lupa jangan manyun-manyun dong istriku sayang maklum suami mu ini tua-tua ganteng yang kadang pelupa,," ucap Kenan sambil membawa Friska ke dalam dekapannya.
Salsa dan Ela benar-benar merasa Friska sangat beruntung membuat Kenan sampai seperti itu. Bisa melihat sisi lain Kenan hanya ketika Kenan bersama Friska saja,, jika bersama orang lain tentu ekspresi wajah datar Kenan akan kembali.
Ela dan Salsa langsung tersenyum malu-malu.
"Masalah perusahaan tenang saja ada Ayahku,, iyakan Ayah? aku juga mau bulan madu Ayah,, mau kerja keras buat baby,," ucap Kenan.
"Ishh tapi kita sudah pasutri kadaluwarsa sayang,, nggak usah ishhh malu tau,, kan buat baby juga sebentar kamu pasti buat,, nggak mesti pergi bulan madu," ucap Friska yang sangat blak-blakan.
Yang lain langsung tertawa mendengar ucapan blak-blakan Friska.
__ADS_1
Sementara Kenan langsung mencubit gemas pipi istrinya.
"Nggak apa-apa sayang,, kita tetap pergi bulan madu meskipun tiap hari buat baby,," ucap Kenan yang tidak kalah blak-blakan nya.
Orang tua Kenan merasa benar-benar sudah kehilangan anaknya yang polos.
"Ayah setuju kan?" tanya Kenan.
"Iya,, demi cucu Ayah selalu setuju," ucap Ayah Kenan.
"Nah dengarkan sayang bulan madu sudah beres,, jadi besok kita fitting baju bersama saja,," ucap Kenan lagi.
Salsa,, Ela,, Juan dan Jeki tidak menyangka jika Kenan akan sebaik itu. Fitting baju bersama sudah pasti baju itu akan sangat istimewa dan sudah pasti Kenan yang membiayai semuanya. Juan sudah sangat kenal Kenan. Menolak pun pasti tidak mungkin.
"Kamu bahagia sayang?" tanya Kenan.
Friska mengangguk sambil tersenyum cerah.
"Bahagia banget,, makasih suamiku sayang,," ucap Friska sambil bergelayut manja pada Kenan.
"Apapun untuk kebahagiaan mu,," ucap Kenan lalu mencium dahi Friska.
"Oke semuanya kalian boleh lanjut ngobrolnya dulu yah,, kalau perlu tidak usah pulang di rumah ini banyak kamar,, aku mau membawa istriku ke kamar dulu,, dia harus banyak istirahat,," ucap Kenan sambil tersenyum pada Friska dengan penuh arti.
__ADS_1
"Waktunya menepati janji sayang,," bisik Kenan yang membuat Friska langsung merinding.
"Istriku tidak boleh capek-capek," ucap Kenan,, lalu dengan cepat menggendong Friska menuju kamar membuat Friska benar-benar harus menahan malu karena seperti itu di hadapan semua orang.