
Seketika Ela berhenti. Juan yang masih dipenuhi gairah masih belum menyadari ucapan Ela. Dia masih asik melanjutkan kegiatannya.
"Sayang,, kayaknya aku datang bulan,,, kalau datang bulan kita tidak bisa melanjutkan buka segelnya malam ini,," ucap Ela yang juga merasa frustasi,, disaat sedang ingin merasakan surga dunia malah datang bulan.
Hening!!!
Demi apapun Ela ingin sekali tertawa begitu melihat ekspresi wajah suaminya namun Ela berusaha menahannya,, Ela tau suaminya saat ini sudah benar-benar on.
"APA! tidak bisa dilanjutkan?" tanya Juan sedikit terbata.
Ela pun menganggukkan kepalanya. Seketika kepala Juan pusing.
"Aku lagi datang bulan sayang,, kalau sudah selesai baru di lanjutkan lagi yah," ucap Ela sambil mengelus lembut wajah Juan.
"Aku peluk-peluk saja yah malam ini," ucap Ela lagi.
"Besok dilanjutkan?" tanya Juan yang malah berpikir Ela datang bulannya cuma satu hari saja.
Ela tertawa gemas.
__ADS_1
"Satu minggu sayang,, aku halangan nya satu minggu," ucap Ela yang membuat Juan terbelalak.
"Apa tidak ada cara lain supaya bisa dipercepat?" tanya Juan gusar.
Bagaimana mau tidak gusar baru mau nyoblos malah harus tertahan.
Lagi-lagi Ela tertawa.
"Nggak ada,, sampai berhenti sendiri,, paling lama satu minggu,,, setelah itu kita bisa lanjutkan yang tadi,, aku ke kamar mandi dulu yah," ucap Ela sambil bangkit dari tidurnya,, memakai kembali lingerie nya yang sudah berserakan dilantai akibat ulah Juan.
Lingerie itu dari Friska katanya untuk malam pertama yang hot,, se pendiam apapun suamimu dan sepolos apapun suamimu,, jika melihat istrinya berpakaian kurang bahan seperti itu pasti akan langsung on apalagi di malam pertama,, itulah kata-kata Friska ketika memberikan lingerie itu pada Ela,, Friska juga memberikan pada Salsa,, dan benar saja Juan langsung menerkamnya,, Ela yakin selama ini Juan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menerkamnya sebelum mereka sah. Tapi malam ini Juan harus menahan diri lagi karena dirinya kedatangan tamu bulanan. Ela mencium bibir Juan sebelum beranjak ke kamar mandi. Juan tampak pasrah menahan hasrat yang ingin dilepaskannya malam ini. Namun tetap membalas ciuman Ela dengan cukup lama.
Ela benar-benar kesal karena memang dia datang bulan setelah memeriksa,, Ela memang sudah memikirkan akan datang bulan tidak lama lagi,, karena mengingat dia belum halangan dalam bulan ini,, namun kenapa datangnya pas malam pertama coba,, Ela merutuki dirinya sendiri.
Ela memutuskan untuk memakai piyama,, dia tidak ingin menyiksa suaminya dengan memakai lingerie.
"Sayang,, sabar yah," ucap Ela sambil bergelayut manja pada Juan yang sedang tiduran di ranjang pengantin mereka.
Juan pun mengangguk memang tidak ada pilihan lain selain sabar meskipun kepala pusing.
__ADS_1
Sementara di kamar dua pasangan suami istri yang lain,, tengah asik memadu kasih,, satu kali tentu tidak cukup untuk mereka. Apalagi hujan seperti ini.
########
Pagi harinya Friska,, Kenan,, Salsa dan Jeki tampak berbunga-bunga,, mereka terus tersenyum cerah. Salsa berusaha ikut sarapan pagi meskipun badannya rasa mau remuk dan juga dia merasakan sakit pada intinya,,, Jeki sudah melarangnya jika masih merasakan sakit biar sarapan di dalam kamar saja,, namun Salsa yang tidak mau di ejek memaksa ikut sarapan,,, meskipun sedikit tidak nyaman dengan intinya yang sedikit perih. Namun begitu mengingat malam panas dirinya dan suaminya semalam membuat Salsa tersenyum. Bahkan di sprei pun terlihat noda darah begitu mereka bangun. Jeki yang melihat itu tampak tersenyum puas,, Salsa tau arti dari senyum di bibir Jeki,,, senyum itu menandakan suatu kebanggaan karena dia lah yang pertama untuk Salsa. Salsa bahkan tidak menyangka Jeki yang biasa kaku ternyata sangat romantis. Memang benar kata Friska, suami itu meskipun di luar terlihat sangat dingin atau kaku, tapi di dalam kamar pasti beda cerita. Bahkan bisa sangat manja.
Friska tersenyum melihat rambut Salsa yang basah pagi-pagi,, Salsa juga ikut tersenyum begitu melihat Friska yang keramas pagi-pagi.
Sebenarnya Friska bisa mengeringkan tadi,, tapi Kenan melarangnya dengan alasan senang melihat rambut Friska yang basah pagi-pagi padahal itu karena ulah dia semalam sehingga Friska keramas pagi-pagi,, Friska pun menurut saja keinginan suaminya itu,, karena kalau tidak dituruti akan berlanjut di ranjang hukuman nya.
Kenan level bucin nya memang sudah tidak tertolong lagi,, Jeki terheran-heran melihat itu karena Kenan dan Friska seperti pengantin baru saja, Kenan sangat memanjakan istrinya.
"Duh pengantin baru yang satu ini kok belum muncul?" ucap Friska sambil melihat ke lift.
Rumah Kenan sekarang memang sudah memiliki lift,, agar jika istrinya hamil nanti,, istrinya tidak akan capek naik tangga. Begitulah kata Kenan waktu merenovasi rumahnya agar lebih bagus. Namun sayangnya begitu Friska hamil,,, Friska mengalami keguguran.
Yah Ela dan Juan belum muncul juga.
"Mungkin belum selesai istriku,, maklum lagi panas-panasnya," ucap Kenan santai.
__ADS_1
Salsa langsung tersenyum malu begitu mendengar ucapan Kenan, karena teringat tadi juga Jeki seperti enggan untuk keluar kamar. Jeki berusaha terlihat biasa saja. Sebenarnya Kenan juga malas keluar kamar tadi, tapi kalau sudah istri yang meminta mau di apa lagi selain menuruti keinginan istri yang sangat dicintainya itu.
Hingga tidak lama Juan dan Ela keluar dari lift. Mereka berdua tampak mesra namun ekspresi wajah Juan tidak sebahagia Kenan dan Jeki pagi itu. Di tambah Ela yang rambutnya tidak basah sedikit pun. Dan juga ekspresi wajah Ela yang tidak terlalu bersemangat,, menimbulkan tanda tanya di kepala Friska dan Salsa.