Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tiba-tiba......,,,,,,,


__ADS_3

Apa!!! kak Juan pernah mabuk,, kebohongan macam apa lagi ini,, mana mungkin sih dia itu mabuk,, seorang kak Juan mabuk hanya karena aku nggak mungkin banget,, lagian kalau pak Kenan tahukan pasti dia sudah di pecat dan sudah pasti sih pak Kenan tahu kalau dia memang benar-benar mabuk waktu itu,, nggak mungkin dong pak Kenan itu akan terima punya asisten yang suka mabuk,, tapi sekarang dia masih kerja tuh,, jadi nggak mungkin banget dia mabuk beneran waktu itu hanya karena aku,, pasti dia lagi mengeluarkan skill merayu dia nih,, atau jangan-jangan sekarang dia lagi mabuk nih sampai-sampai dia bilang cinta sama aku,,, kalau sayang sih tadi yah masih masuk di akal sih tapi kalau cinta mana mungkin sih kan ada tante Syeila,, kak Juan mau kemanain tante Syeila pacar kak Juan,, batin Ela.


Juan terus melihat Ela yang hanya diam dan seperti sibuk dengan pikirannya sendiri.


Duhh kok dia jadi diam gini yah,, apa memang begini reaksi cewek kalau seorang cowok mengungkapkan perasaannya,, mana aku udah keringat dingin lagi,, tapi dia belum ada respon sama sekali, atau jangan-jangan dia kaget kali yah,, dengan pengakuan tiba-tiba aku,, batin Juan.


Lama berdiam akhirnya Juan yang duluan mulai pembicaraan.


"Ela kenapa kamu hanya diam?" tanya Juan sambil menggoyangkan bahu Ela.


Ela pun tersadar dari lamunannya.


"Nggak kok aku nggak diam," jawab Ela.


"Jelas-jelas kamu diam tadi, setelah mendengar ucapan aku," ucap Juan.


"Perasaan kak Juan ajah," ucap Ela.


"Baiklah,, lalu bagaimana dengan kamu,, aku benar-benar sangat mencintai kamu Ela,, terus kamu bagaimana sama aku?" tanya Juan sungguh-sungguh.


Apa kak Juan benar sungguh-sungguh dengan ucapan dia,, lalu tante Syeila gimana,,, kak Juan ini kenapa sih,, dia lagi prank aku kali yah,, tapi nggak begini juga caranya,, aku kan jadi baper,, seandainya nggak ada tante Syeila yang jadi pacar kak Juan,, aku pasti sejak tadi bilang kalau aku juga sangat mencintai kak Juan,, meskipun pada akhirnya dia bilang prank,, tapi aku akan tetap anggap itu pengakuan cinta kak Juan,, kalau seperti ini aku bingung,, aku selalu bilang untuk jangan termakan rayuan kak Juan,, untuk benci kak Juan dia ini playboy cap kapak,, tapi ini apa,, aku nggak bisa,, batin Ela.


"Ela kok kamu diam lagi?" tanya Juan.


"Apa kamu terlalu kaget sehingga jadi diam begini?" ucap Juan.


"Emm nggak tahu kak," jawab Ela.


"Kok nggak tahu,," ucap Juan.


"Yah karena aku memang nggak tahu," ucap Ela lagi.


"Apa jawaban kamu?" tanya Juan lagi.


"Ak.. aku nggak tahu," jawab Ela.


"Bukannya pernah kamu menyukai aku juga,, dan sangat ingin menjadi pacar aku bahkan menjadi istriku tapi kenapa sekarang kamu malah nggak tahu,, aku mencintai kamu Ela,, kasih aku jawaban kamu," ucap Juan yang benar-benar serius.


Ela tampak menelan salivanya kasar.


Sejak dulu inilah perkataan yang ingin aku dengar dari kak Juan,, tapi kenapa sih dia berkata seperti ini,, disaat dia sudah mempunyai pacar dan pacarnya itu tante aku sendiri,, kenapa kak Juan seperti ini,, batin Ela.


"Emm kak Juan nggak usah bercanda dehh,, udah ahh aku mau telfon Salsa dulu," ucap Ela yang benar-benar salah tingkah karena Juan yang meminta jawaban dari Ela.


Juan menahan Ela yang ingin menelepon Salsa,, dengan segera Juan mengambil ponsel Ela,, agar Ela tidak menelepon Salsa. Juan benar-benar ingin Ela menganggapnya serius karena dia memang sedang tidak bercanda.


Bagaimana bisa Ela kamu menganggap aku bercanda,, sedangkan aku saja sampai keringat dingin untuk mengucapkan perasaan aku sama kamu,, batin Juan.


"Kak Juan kembaliin ponsel aku kak," ucap Ela sambil berusaha mengambil ponselnya dari Juan.


"Tidak Ela, kita harus bicara dulu,, jangan telfon Salsa,,, aku tadi tidak bercanda sama sekali sama kamu,, aku benar-benar serius mengatakan itu semua,, aku mencintai kamu benar-benar sangat mencintai kamu,, jadi berikan aku jawaban kamu," ucap Juan lagi.


"Apa kak Juan sekarang lagi mabuk, makanya kak Juan berbicara seperti itu?" tanya Ela.


"Tidak sama sekali,, apa kamu mencium bau alkohol? tidakkan.. Aku sedang tidak mabuk sekarang dan sangat sadar ketika mengucapkan kata-kata tadi,, itu perasaan aku sama kamu Ela,, aku minum hanya satu kali itupun karena aku melihat kamu jalan bersama dengan pria lain,, aku itu bukan pria yang suka mabuk-mabukan," ucap Juan.


"Kak Juan itu kenapa seperti ini sih kak,, jangan buat aku pusing,, aku mohon jangan seperti ini kak," ucap Ela.


Kenapa kamu terus mengatakan perasaan kamu,, padahal kamu sudah punya pacar,, batin Ela.


"Aku nggak pernah ada niat sedikitpun untuk membuat kamu pusing Ela,, dan kenapa kamu pusing ketika aku mengungkapkan perasaan aku sama kamu,, apa karena kamu sudah tidak mencintai aku lagi? karena kamu sudah memiliki pacar?" tanya Juan.

__ADS_1


"Aku nggak akan terima kamu punya pacar Ela,, jangan pernah punya pacar karena kalau kamu punya pun aku akan melakukan segala cara supaya kalian putus,, aku sangat mencintai kamu, aku nggak mau kamu bersama pria lain," ucap Juan.


Idihh aku lagi yang dia bilangkan punya pacar,,, lahh sementara dia yang punya pacar,, apa dia nggak sadar mengucapkan semua itu,, batin Ela kesal.


"Kenapa kamu diam Ela, kamu benar-benar sudah punya pacar?" tanya Juan,, walaupun tadi mama Ela sudah bilang kalau Ela belum mempunyai pacar tapi tetap saja Juan belum merasa tenang,, dia benar-benar takut jika Ela sudah memiliki kekasih sekarang tanpa sepengetahuan dia.


"Kak Juan itu sadar nggak sih, kak Juan yang sudah punya pacar,, tapi kenapa kak Juan malah menuduh aku yang punya pacar,, aku nggak punya pacar sama sekali, kesal tahu nggak terima kenyataan itu kak,, aku cemburu sama pacar kak Juan,, aku juga iri dia bisa dekat-dekat dengan kak Juan,," ucap Ela kesal.


Juan benar-benar bingung dengan Ela yang selalu bilang kalau dirinya sudah punya kekasih, padahal dia tidak memiliki kekasih sama sekali. Di tambah lagi Ela yang bilang cemburu dan iri dia semakin bingung.


"Ela aku sudah bilang kalau aku tidak punya pacar sama sekali,, aku nggak pernah pacaran,, karena baru kali ini aku menyatakan perasaan pada seorang wanita yaitu sama kamu,, kenapa kamu selalu bilang kalau aku sudah punya pacar sih Ela," ucap Juan.


"Lihatlah ponselku,, periksa semuanya,, jika aku punya pacar akan jelas terlihat pada ponselku," ucap Juan sambil memberikan ponselnya pada Ela.


"Kamu ini kalau cemburu imut sekali,, terus cemburunya nggak jelas lagi,,, kamu cemburu sama sesuatu yang nggak ada,, aku sangat mencintai kamu Ela mana mungkin sih yang aku cintai kamu,, terus pacaran dengan orang lain,, siapa sih yang bilang aku ada pacar? atau kamu nebak-nebak sendiri?" ucap Juan lagi.


Ela awalnya tidak ingin memeriksa ponsel Juan,, tapi pada akhirnya Ela ambil juga,, dia penasaran antara hubungan Juan dan tantenya,, Ela akan mencari tahu lewat ponsel Juan,,,, Ela juga heran kenapa Juan terlihat biasa saja padahal sekarang jelas-jelas Juan sedang berkhianat pada tantenya.


"Periksalah aku mau minum dulu," ucap Juan dengan santainya.


"Sandinya berapa?" tanya Ela.


"Tanggal lahirmu," jawab Juan.


Ela terkejut begitu mendengar jawaban Juan.


"Kak Juan tau darimana tanggal lahirku?" tanya Ela.


"Kan kamu yang whatsapp aku pernah,, kamu bilang jangan lupa yah kak sama tanggal lahir aku karena nanti aku akan minta kado sama kak Juan dan lihat tuh umur aku kak,, aku udah bisa kok nikah sama kak Juan,," ucap Juan yang masih mengingat isi pesan whatsapp Ela padanya.


Ela tampak malu ketika Juan berbicara seperti itu dan Ela memang akui dia pernah mengirimkan pesan pada Juan seperti itu.


Kenapa aku bar-bar banget sih pernah,, malu banget tahu nggak,, batin Ela.


"Masa sih,, nggak percaya aku tuh,," ledek Juan.


"Kak Juan kenapa pakai sandi tanggal lahir aku?" tanya Ela yang memilih mengalihkan pembicaraan.


"Alasannya karena aku mencintai kamu," jawab Juan.


"Isshh,"


Ela segera mengetik tanggal lahirnya pada ponsel Juan,, dan memang benar sandi ponsel Juan adalah tanggal lahirnya,, dan Ela lagi-lagi terkejut campur heran,, campur bahagia begitu melihat wallpaper ponsel Juan adalah fotonya yang dia kirimkan juga pada Juan waktu itu,, Ela langsung senyum-senyum dan itu tidak luput dari penglihatan Juan.


"Tadi ngambek-ngambek sekarang senyum-senyum,,,, cantik tahu kalau kamu senyum gitu,, aku tadinya capek dari kerja langsung nggak jadi capek, untung tadi aku kesini jadi ada deh obat penghilang capek aku,," ucap Juan.


"Isshh apaan sih kak Juan lebay, aku juga nggak senyum-senyum tuh,," ucap Ela padahal di dalam hatinya dia sangat bahagia.


"Lesung pipi kamu nggak bisa bohong tuh," ucap Juan.


Ela tidak menanggapi Juan lagi karena memang benar yang di katakan Juan. Lesung pipinya sangat terlihat jelas juga jika dia tersenyum.


Ela segera memeriksa sosial media Juan,, pesan Juan terutama pesan whatsapp juga.


Ela terkejut begitu melihat Juan yang memang mempunyai sosial media namun tidak ada apa-apanya,, postingan juga tidak ada,, yang dia lihat Juan hanya kepo pada sosial media dirinya.


Apa-apaan ini kak Juan kepo banget sama aku,, batin Ela.


Ela segera memeriksa pesan,, karena dia teringat tujuan awalnya mencari bukti hubungan tantenya dan Juan. Ela ingin menanyakan kepada Juan langsung tapi dia tidak mau di tahu kalau dia ponakan dari Syeila.


Hemm ini dia nih pesan tante Syeila,,, benar-benar yah kak Juan tega banget,, jelas-jelas dia masih berhubungan dengan tante Syeila,,, tapi ngomong-ngomong gini yah versi pacaran dari kak Juan,,, nama kontaknya biasa ajah,, batin Ela.

__ADS_1


Ela kemudian mulai membaca semuanya.


Selama ini tante Syeila tega membohongi aku,, batin Ela yang masih shock.


Ela sangat terkejut begitu mengetahui semuanya,,, selama ini dia telah di bohongi oleh tantenya sendiri,, Juan tidak ada hubungan apa-apa dengan Syeila,, mereka tidak pacaran sama sekali,, isi pesan mereka biasa saja layaknya teman pada umumnya bahkan Ela sempat membaca pesan Juan yang sedikit curhat pada Syeila. Ela jadi semakin penasaran.


"Kak Juan ini siapa?" tanya Ela.


"Oh itu Syeila teman lama aku,, sekaligus tempat curhat aku tentang kamu,, aku selalu curhat sama dia karena dia juga wanita jadi pasti mengertikan sesama wanita,,, hanya saja aku semakin jauh dengan kamu waktu aku curhat sama dia seperti susah banget gitu dekat sama kamu,,, jadi aku mengikuti kata hatiku saja sekarang dan juga ada saran dari teman pria aku,, aku juga mengikuti saran dari teman pria aku itu," jawab Juan.


Ela benar-benar semakin terkejut begitu tahu kebenarannya lagi.


Aku sudah salah paham selama ini pada kak Juan,, dan juga tante aku membohongi aku,, tanteku juga sudah tahu kalau akulah yang di suka sama kak Juan tapi kenapa tante Syeila begini,,, apa karena tante Syeila tidak terima,, diakan menyukai kak Juan,, batin Ela.


"Ela kamu kenapa?" tanya Juan.


"Percayalah padaku dia bukan siapa-siapa aku,, dia itu teman aku saja dan juga tempat curhat aku,, hanya saja dia selalu bilang kalau kamu itu masih labil dan tidak cocok dengan aku,, padahal dia belum bertemu dengan kamu bahkan dia belum melihat foto kamu juga,,, yang aku rasakan kamu cocok dengan aku,, makanya aku udah nggak terlalu curhat lagi padanya,,, apa kamu mau aku telfon dia?" tanya Juan.


"Emm nggak usah kak aku percaya kok sama kak Juan,," ucap Ela cepat.


Tante Syeila ini sebenarnya udah tahu atau belum yah kalau aku wanita yang di maksud dengan kak Juan,, tapi sepertinya dia sudah tahu karena dia memfitnah kak Juan padahal kak Juan tidak begitu,, kak Juan juga ternyata benar-benar mencintai aku,, ahhh aku ingin loncat sekarang cintaku tidak bertepuk sebelah tangan,, aku udah tega bilangin yang macam-macam kak Juan selama ini,,, duhh aku mesti gimana ini,, batin Ela.


Ela kembali mengembalikan ponsel Juan.


"Kamu percayakan sama aku kalau aku nggak punya pacar?" tanya Juan.


Ela pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Ela aku itu hanya mencintai kamu," ucap Juan lagi sambil memegang kedua tangan Ela dan melihat Ela dengan tatapan penuh cintanya.


Ela bisa merasakan tangan Juan yang benar-benar dingin.


Kak Juan pasti sangat grogi,,, aku saja sangat grogi ya Tuhan,, ini seperti mimpi saja kak Juan menyatakan perasaannya sama aku,, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan lagi,, sia-sia air mata aku selama ini,, aku pengen banget teriak tapi nggak boleh harus elegan dulu,, batin Ela yang sangat bahagia di campur dengan deg-degkan.


"Sekarang berikan jawabanmu,, apa kamu mau menerima cinta aku?" tanya Juan lagi-lagi.


Ela pun menganggukan kepalanya sambil tertunduk malu.


"Kamu mau menerima aku?" tanya Juan dengan senyum bahagianya.


"Iya kak aku mau jangan di tanyain terus aku malu,,," ucap Ela.


Juan langsung memeluk Ela karena dia benar-benar sangat bahagia begitu mendengar jawaban Ela.


Setelah memeluk Ela, Juan langsung mengambil kotak cincin yang berada di kantung celananya,, dia memang sudah berniat tadi sebelum ke rumah Ela untuk menyatakan perasaannya sebelum Ela semakin jauh atau bahkan Ela bersama orang lain. Dan cincin itu selalu dia bawa juga.


"Itu apa kak?" tanya Ela.


"Ini cincin yang aku beli buat kamu sebelum balik ke Indonesia,, sekaligus ini menjadi cincin yang mengikat kamu,, aku tidak ingin berlama-lama pacaran,, begitu sudah keluar pengumuman di sekolahmu,, aku akan menikahi kamu, dan kita bisa mencari cincin pernikahan yang kamu suka," ucap Juan sambil memakaikan cincin di jari Ela.


Ela benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi,, perasaannya sangat campur aduk.


"Sudah kuduga ini pasti sangat pas di jari kamu,,, sangat cantik dan juga sangat cocok di jari kamu," ucap Juan sambil tersenyum.


"Apa kamu suka?" tanya Juan sambil menatap Ela penuh cinta.


"Iya suka banget,," jawab Ela sambil tersenyum manis pada Juan.


Mereka pun saling menatap dan entah keberanian darimana,, melihat bibir merona Ela membuat Juan ingin menciumnya. Juan semakin maju sambil menyentuh wajah Ela,, Ela hanya menutup matanya dengan perasaan deg-degkan.


Apa yang kak Juan akan lakukan,, apa dia akan menciumku tapi aku nggak tahu berciuman,, tapi aku juga nggak bisa menahannya,, batin Ela.

__ADS_1


Begitu bibir mereka hampir bersentuhan tiba-tiba.....


"El.. aku nggak lihat apa-apa," ucap Salsa sambil membalikan kembali tubuhnya dengan perasaan yang benar-benar shock.


__ADS_2