Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Video call


__ADS_3

"Kamu punya ponakan?" tanya Juan.


"Iya punya sekarang dia kelas dua belas, bentar lagi lulus tapi masih manja juga," ucap Syeila.


"Oh pantas saja aku tidak tahu," ucap Juan.


"Iyalah kamu tidak tahu Juan, kita saja baru ketemu lagi, gimana sih, anaknya manja tapi baik, hanya pecicilan juga," ucap Syeila sambil mengingat Ela.


Juan pun teringat dengan Ela yang juga pecicilan.


"Juan kenapa kamu?" tanya Syeila yang melihat Juan seperti tampak melamun.


"Emm nggak kok hanya kamu bilang pecicilan aku jadi teringat dengan seseorang," ucap Juan.


"Siapa tuh, cewek yang kamu suka yah," goda Syeila.


"Nggak kok aku nggak suka sama dia, aku hanya menganggapnya sebagai adik saja, dia pecicilan banget," ucap Juan lalu tersenyum.


"Iya sih aku tahu kamu nggak mungkin suka sama cewek pecicilan, kayak berbeda banget gitu dengan kamu, kamu kan orangnya kayak tenang gitu, tapi bagus juga kalau kamu dekat dengan cewek pecicilan," ucap Syeila lalu tertawa.


"Nggak bagus lah, oh iya dia juga kelas dua belas loh sekarang," ucap Juan membuat Syeila terkejut.


"Juan dari tadi yang kamu ingat itu anak SMA?" tanya Syeila seakan tidak percaya.


"Iya," jawab Juan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Syeila pun langsung tertawa membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung.


"Kamu kenapa tertawa Syeila, belum gila kan kamu?" tanya Juan.


"Nggak lah, aku tertawa itu karena kamu kayak pedofil tahu nggak," ucap Syeila lalu tertawa.


"Sembarangan ajah kamu kalau ngomong, lebih baik kamu makan tuh cepat," ucap Juan.


"Iya ini juga lagi makan, jadi gimana bentar?" tanya Syeila lagi.


"Bentar aku kabari, aku bisa atau nggak," ucap Juan.


"Okelah," ucap Syeila.


######

__ADS_1


"Ela kenapa loe?" tanya Salsa yang melihat Ela sedang senyum-senyum.


"Iya nih Ela, makan loe cepat nanti ke buru masuk kelas lagi, loe nggak usah senyum-senyum kayak orang gila gitu, ngeri gue" ucap Farel.


"Duh kalian ini merusak mood gue tahu nggak, gue senyum-senyum sendiri itu karena lagi bahagia tahu nggak," ucap Ela.


"Kenapa loe bahagia? tumben tuh loe bahagia," ucap Salsa.


"Iihh apaan sih gue bahagia terus tahu nggak, jarang tuh gue sedih. Tapi ini itu kebahagiaan yang tidak seperti biasanya," ucap Ela.


"Iya apa Ela, loe bahagia karena apa? buruan bilang, gue ambil juga nih makanan loe kalau loe kelamaan bilang," ucap Salsa.


"Iya Ela lama banget loe cerita ke buru masuk kelas kita," ucap Haris.


"Kalian kepo banget sih," ucap Ela.


"Tapi gue bakalan cerita kalau tadi pagi kak Juan telfon gue, berasa banget tahu nggak seperti di telfon pacar," ucap Ela sambil senyum-senyum.


"Mungkin pak Juan salah telfon tadi tapi karena loe angkat panggilan telfon dari dia jadi dia dengan terpaksa bicara deh," ledek Ardi.


"Iya benar banget tuh," ucap Farel lalu tertawa.


Dafa pun ikut tertawa.


Iyalah karena pasti dia nggak mau gue keceplosan batin Ela.


"Perasaan loe ajah," ucap Jojo.


"Ehh tapi Ela beneran deh, jangan-jangan pak Juan itu salah nelfon," ucap Jojo.


"Kalian tuh semua yah suka banget bikin mood gue langsung anjlok tahu nggak, nggak mungkin banget kak Juan salah nelfon orang dia memang sengaja nelfon gue kok," ucap Ela.


"Memang kak Juan nelfon loe dalam rangka apa?" tanya Salsa.


"Ya ampun kok dalam rangka sih Salsa," ucap Ela gemas.


"Bercanda gue, ayo kak Juan bilang apa?" tanya Salsa lagi.


"Sal kok loe kepo banget sih," ucap Jojo.


"Cie Jojo cemburu," ledek Farel.

__ADS_1


"Iya sepertinya Jojo cemburu," ucap Dafa juga.


"Nggak lah," ucap Jojo cepat.


"Aduh udah deh kalian jangan mikir macam-macam, dan Jojo gue emang kepoan orangnya, apalagi kalau tentang kak Juan, gimana sih loe, ayo Ela kak Juan bicara apa sama loe? penasaran gue," ucap Salsa lagi.


"Kak Juan cuma bilang kalau gue nggak boleh percaya sama apa yang di katakan Friska kalau Friska bicara macam-macam dan juga dia bilang gue hati-hati berangkat sekolahnya, sweet banget kan," ucap Ela lalu senyum-senyum lagi.


"Itu doang?" tanya Salsa.


"Iya itu doang," jawab Ela.


"Segitu ajah dan itu udah buat loe senyum-senyum seperti orang gila gini, nggak habis pikir gue," ucap Salsa.


"Ehh tapi kok kak Juan menyuruh loe untuk tidak percaya sama apa yang di katakan Friska, loe nggak penasaran gitu," ucap Salsa.


"Iya Ela, jangan-jangan pak Juan lagi dekat sama cewek disana terus pak Juan nggak mau loe tahu, dan Friska tahu makanya dia bilang sama loe untuk jangan percaya sama apa yang dikatakan Friska biar loe masih tetap suka sama dia dan dia juga bisa dekat dengan cewek lain disana," ucap Farel.


"Itu sih menurut gue yah, karena cowok biasanya gitu," ucap Farel lagi.


"Ya ampun jangan-jangan beneran gitu Ela," ucap Salsa.


"Apaan sih kalian jangan buat gue patah hati deh, kan nyesek mana semalam kak Juan ponselnya sibuk terus lagi pas gue telfon," ucap Ela keceplosan.


Ela pun langsung menutup mulutnya begitu dia keceplosan berbicara.


"Nah itu loe nggak mikir macam-macam tuh Ela, terus yah loe juga nggak ada hubungan apa-apa dengan kak Juan, jadi bebas sih kak Juan disana, dan disini loe malah hemm...," ucap Salsa sengaja tidak menyelesaikan ucapannya.


"Jangan-jangan benar Ela pak Juan disana dekat dengan cewek terus dia larang loe percaya sama kata-kata Friska karena dia tidak mau kehilangan fans," ucap Jojo lalu tertawa.


"Ihh kalian kok ngomong gitu sih, duh galau gue," ucap Ela.


"Lebih baik loe telfon ajah Friska, untuk memastikan semuanya Ela, daripada loe galau tapi tidak tahu apa-apa," ucap Dafa.


"Iya benar juga yang dikatakan sama Dafa, lebih baik tanya Friska langsung biar kita nggak nebak-nebak disini, supaya kalau loe mau sakit hati bisa sakit hati sekarang, lebih cepat lebih baik daripada semakin lama nanti loe gila lagi lantaran sakit hati" ucap Salsa sambil menahan tawanya.


"Gue nggak selemah itu kali, yah gue cari cowok lain lah kalau kak Juan memang sudah dekat dengan cewek lain," ucap Ela enteng.


"Iya bibir sih gampang ngucapinnya, tapi emang segampang itu juga lakuinnya," ucap Ardi.


"Susah sih, tapi gue pasti bisa lah, lagian gue cantik gini pasti banyak yang suka, kak Juan rugi kalau nggak bersama gue," ucap Ela yang membuat semua sahabat-sahabatnya tertawa.

__ADS_1


"Ayo buruan video call ajah dengan Friska, biar kita lihat wajah dia juga," ucap Haris.


__ADS_2