Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ada nggak yang berubah dari aku?


__ADS_3

"Memangnya kenapa ma aku nggak boleh keluar jalan?" tanya Ela bingung.


"Kan ada kendaraan ngapain kamu jalan, ini udah malam juga terus sudah cantik begini, kamu nggak takut sama orang jahat," ucap mama Ela yang membuat Ela melongo tak percaya setelah mendengar ucapan dari mamanya sendiri.


Ayah Ela pun sama dengan Ela setelah mendengar ucapan istrinya.


"Kenapa kalian berdua ekspresinya seperti itu?" tanya mama Ela.


"Nggak kenapa-kenapa kok ma, dan aku mau keluar jalan itu bukan jalan kaki tapi mau naik mobil bareng seseorang yang bentar lagi sampai kesini," ucap Ela sambil senyum-senyum.


"Oh kirain kamu mau jalan kaki," ucap mama Ela.


"Jangan menghayal kamu Ela," ucap Ayah Ela sambil geleng-geleng kepala.


"Ayah aku lagi nggak menghayal ini beneran loh," ucap Ela.


"Laki-laki bodoh mana yang mau mengajakmu jalan, jangan-jangan sekarang kamu lagi ngigo nih," ucap mama Ela yang membuat Ela langsung cemberut dan suaminya langsung tertawa.


"Benar yang mama katakan," ucap Ayah Ela.


"Aku nggak ngigo ma, aku serius tahu," ucap Ela sambil melihat di pintu masuk tapi Juan belum terlihat juga.


Ela segera berjalan untuk membuka memang pintu rumahnya.


"Ngapain kamu buka pintu nak?" tanya Ayah Ela sambil mengernyitkan keningnya bingung.


"Biar dia langsung melihatku kalau aku sudah menunggunya," ucap Ela.


"Nggak lama kamu ini gila," ucap Ayah Ela.


"Mama nggak izinin kamu keluar jalan sama orang yang belum apa-apa saja sudah membuat kamu gila begini, bagaimana kalau lama," ucap mama Ela.


Deg...


Jantung Juan seakan mau copot setelah mendengar ucapan mama Ela, Juan sudah tepat berada di depan pintu, mau pulang tapi dia sudah terlanjur di lihat oleh Ela.


"Nah itu dia orangnya, ayo kak Juan masuk," ucap Ela senang sambil berjalan ke tempat Juan berdiri.


Juan merasakan jantungnya semakin deg-degkan.

__ADS_1


Orang tua Ela langsung melihat pria yang mau mengajak anaknya keluar jalan dan mereka seakan tidak percaya dengan yang di lihatnya.


Ela langsung memegang tangan Juan yang sejak tadi hanya berdiri diam, lalu dia membawanya untuk bertemu kedua orang tuanya.


Ayolah Juan tidak usah gugup begini, kamu sudah biasa menghadapi banyak orang masa menghadapi orang tua Ela saja kamu gugup, minta izin saja dulu kalau mereka masih nggak mau mengizinkan baru aku pulang yang penting tuan Kenan tidak boleh mengetahui kejadian dimana aku tidak di izinkan membawa anak gadis orang, bisa-bisa dia menertawakan aku seharian batin Juan.


"Malam om dan tante," ucap Juan sambil salam kepada kedua orang tua Ela yang masih terkejut, tak lupa dengan senyum manis Juan.


"Iy,,iyaa," ucap mama Ela.


"Silahkan duduk," ucap mama Ela.


Ela hanya geleng-geleng kepala melihat ekspresi mamanya itu. Juan segera mengikuti perintah mama Ela. Sedangkan Ayah Ela masih terkejut melihat Juan.


"Ayah ayo duduk, ngapain bengong" ucap Ela.


"Oh iya," ucap Ayah Ela.


"Ela kamu beneran mau jalan sama pak Juan, asisten pak Kenan Mahardika?" tanya Ayah Ela masih tidak habis pikir dengan kemampuan anaknya itu yang bisa jalan bersama Juan, sementara dia tahu Juan itu seperti apa pembawaannya dan dia juga tahu kalau Juan susah di dekati apalagi dengan wanita, Juan pendiam sama dengan Kenan.


"Iya ayah," ucap Ela.


"Begini om dan tante saya ingin membawa Ela keluar jalan sebentar, kita hanya mau pergi belanja saja dan tolong jangan panggil saya pak tapi panggil pakai nama saya saja Juan, dan kalau di izinkan saya akan membawanya tapi kalau tidak.." ucapan Juan menggantung karena mama Ela sudah duluan berbicara.


"Bawa saja bawa, saya bosan melihatnya di rumah terus tidak pernah keluar jalan-jalan karena jomblo, mau langsung menikah juga lebih bagus," cerocos mama Ela membuat Juan membulatkan kedua matanya, Ela pun sama.


"Iihh mama apaan sih buat malu aku ajah," ucap Ela dengan pipi yang sudah merona.


"Buat malu apa sih Ela, ini bibit unggul nggak boleh sampai lepas, jadi harus ngegas" ucap mama Ela, membuat Juan hampir tertawa, hilanglah sudah kegugupan Juan.


Ya ampun emak gue gara-gara kebanyakan buka sosmed nih jadi dia tahu kata-kata ngegas, kenapa harus bilang di depan orangnya sih malu gue batin Ela sambil menahan malunya pada Juan.


"Iya benar kata mama kamu nak, ayo kalian berangkat sekarang, tapi jangan macam-macam yah sebelum menikah, pergi belanja ajah dulu sekarang," ucap Ayah Ela.


"Iihh Ayah bicara sembarangan ajah deh, aku nggak pacaran dengan kak Juan," ucap Ela.


"Iya langsung menikah saja yang bagus," ucap mama Ela.


Ela yang sangat malu langsung memegang tangan Juan dan menariknya untuk segera keluar dari dalam rumahnya.

__ADS_1


"Hati-hati yah, ingat jangan macam-macam kalau belum menikah," ucap Ayah Ela.


"Iya om," jawab Juan.


"Iihh kak Juan jangan di ladeni Ayah aku," ucap Ela.


"Udah terlanjur," ucap Juan sambil membukakan pintu mobil buat Ela.


Kak Juan sweet banget sih, baru kali ini aku di bukakan pintu mobil sama cowok rasanya seperti menjadi Iron Man batin Ela lalu tertawa di dalam hatinya.


Juan pun segera mengemudikan mobilnya menuju ke pusat perbelanjaan terbesar. Tak lupa dia membunyikan klakson mobilnya kepada Ayah dan Ibu Ela.


"Wah pa lumayan juga anak kita itu yah, sekali ada cowok yang ajak jalan sekelas pak Juan, aku pikir tadi anak sekolahan kalau tadi anak sekolahan pasti mama suruh belajar dulu yang giat" ucap mama Ela.


"Iya ma, papa nggak menyangka kalau dia kenal dengan asisten pribadi pak Kenan, bahkan sampai di ajak jalan lagi, anak kita kenal pak Juan darimana yah," ucap Ayah Ela.


"Nggak tahu lah pa, yang penting mama bisa bicara tadi dengan pak Juan udah senang banget seharusnya tadi aku foto dulu dengan dia pa terus aku upload," ucap mama Ela heboh.


"Mama itu apa-apaan coba, masa mau minta foto sih, Ela pasti tidak mengizinkan," ucap Ayah Ela.


"Tadi saja dia sudah malu banget," ucap Ayah Ela lagi.


"Iya juga," ucap mama Ela lalu tertawa.


"Mama sih berharapnya pak Juan itu berjodoh dengan anak kita," ucap mama Ela sambil membayangkan jika Ela dan Juan menikah, dia pasti akan sangat bahagia dan juga Ela pasti bahagia karena Juan tidak pernah ada gosip sedikitpun dengan wanita.


"Mama berharapnya tinggi banget, tapi kalau beneran juga alhamdulillah," ucap Ayah Ela sambil berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti mama Ela.


"Kak Juan maaf yah, jangan di masukan ke dalam hati ucapan kedua orang tuaku itu, mereka memang begitu kalau lagi capek suka ngawur bicaranya," ucap Ela.


"Iya nggak kok, nggak akan aku lupakan" ucap Juan lalu tersenyum.


Ela seketika langsung tersipu malu setelah mendengar ucapan Juan.


Ternyata kak Juan bisa berbicara seperti itu juga batin Ela.


"Kak Juan malam ini ada nggak yang berubah dari aku?" tanya Ela sambil melihat Juan.


"Iya biasanya kamu imut dan cantik, malam ini semakin cantik," jawab Juan spontan.

__ADS_1


Ya ampun apa yang aku katakan, bibirku ini terlalu jujur, gimana aku mengatasi ini semua sekarang batin Juan.


__ADS_2