
Kenan pun membatalkan niatnya ingin mencium Friska.
Siapa sih tuh ganggu ajah batin Kenan.
Kenan pun melihat siapa yang menelepon Friska.
"Speaker" ucap Kenan datar setelah melihat bahwa Dafa yang menelepon Friska.
"Om massa aku mau speaker kedengaran dong pembicaraan aku, kepo banget sih om" ucap Friska.
"Speaker istriku" ucap Kenan dengan menekankan kata istriku.
Friska yang mendengar dan sekaligus melihat Kenan mengucapkan kata-kata itu langsung saja mengaktifkan speaker handphonenya setelah mengangkat panggilan telfon dari Dafa, karena di mata Friska Kenan seperti ingin memakannya hidup-hidup jika dia tidak mengikuti omongan Kenan.
"Halo Dafa, ada apa?" tanya Friska langsung setelah mengangkat panggilan telfon dari Dafa. Sedangkan Kenan asik memeluk Friska dan mencium leher Friska yang membuat Friska kegelian.
"Halo Fris, ya ampun akhirnya ponsel loe aktif juga, kita khawatir banget sama loe Fris, loe nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Dafa dengan khawatirnya.
"Iya Fris loe nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Farel juga karena Dafa mengaktifkan speaker ponselnya juga.
Tuh kan benar mereka pasti khawatir sama gue batin Friska.
Memang istriku mau kenapa-kenapa bagaimana dia kan lagi bersama aku suaminya, justru aku khawatir kalau istriku bersama dengan kalian batin Kenan.
"Gue nggak kenapa-kenapa kok" ucap Friska.
"Loe di hukum sama pak Kenan yah Fris?" tanya Ela.
"Nggak tuh" ucap Friska.
"Beneran Fris loe nggak bohong kan soalnya tadi pak Kenan itu kayak marah banget" ucap Salsa.
Seandainya loe semua tahu orang yang kalian liat marah banget tadi tuh sekarang lagi manja banget sama gue, nggak tahu deh kalian mau ngomong apa batin Friska sambil melihat Kenan yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri membuat Friska ingin sekali menjitak kepalanya namun dia tidak berani.
"Gue nggak bohong kok, om Kenan hanya lapar ajah itulah dia kelihatan seperti marah banget tadi lagian mana mungkin dia mau marahin ponakan cantiknya" ucap Friska dengan sombongnya.
Kenan yang benar-benar gemas langsung saja mencium bibir Friska membuat Friska sedikit terkejut namun tidak melarang Kenan.
"Bagus deh Fris kita dari tadi belum pulang loh karena nungguin kabar dari loe" ucap Haris.
Friska pun memukul dada Kenan pakai sebelah tangannya supaya melepaskan ciumannya karena dia ingin berbicara lagi.
Kenan pun melepaskan ciumannya dan tersenyum lalu dia memeluk dan mencium leher Friska lagi.
"Gue nggak kenapa-kenapa kok" ucap Friska.
"Syukurlah kalau loe nggak kenapa-kenapa Fris" ucap Dafa.
"Iya terima kasih yah Dafa loe udah khawatir sama gue, dan buat kalian semua juga yang udah bela-belain nungguin kabar dari gue" ucap Friska lalu tersenyum.
Kenan benar-benar tidak suka melihat Friska yang tersenyum seperti orang yang sedang jatuh cinta. Kenan pun langsung memberikan kissmark di leher Friska membuat Friska kaget.
__ADS_1
"Aww" ucap Friska sambil mendorong Kenan.
"Ada apa Fris?" tanya Dafa khawatir.
"Nggak kok ada nyamuk gigit gue tadi, oh iya kalian pulang lah ini kan udah mau larut" ucap Friska sedangkan Kenan tersenyum puas.
"Oh iya yah, ya udah Fris gue matiin dulu panggilan teleponnya yah" ucap Dafa.
"Iya Dafa kalian hati-hati yah semua" ucap Friska lagi.
"Iya" jawab mereka bersamaan.
Dafa pun mematikan panggilan teleponnya dengan Friska.
"Syukur deh Friska nggak kenapa-kenapa" ucap Dafa lega.
"Iya padahal tadi gue udah mikir macam-macam" ucap Farel.
"Loe sih terlalu berlebihan tahu nggak mikirnya" ucap Ela. Gue kan udah bilang jangan mikir macam-macam ucap Ela lagi.
"Iya deh iya bawel banget sih loe" ucap Farel.
"Cewek wajar bawel" ucap Salsa yang membela Ela.
"Iya deh emang cewek selalu benar" ucap Farel ngalah.
Mereka semua pun tertawa mendengar ucapan Farel.
"Jadi gimana nih lanjut nonton nggak?" tanya Ardi setelah selesai dengan tawanya.
"Loe kayak anak cewek ajah sih" ucap Jojo kepada Haris.
"Loe lupa Ela kan cewek massa pulang larut kalau kenapa-kenapa nggak kasihan loe sama kecebong ini" ucap Haris lalu tertawa sambil melihat Ela yang sudah cemberut.
"Enak ajah loe yah bilangin gue kecebong, loe suka sama gue, gue tolak loe" ucap Ela.
"Siapa juga yang mau suka sama loe" ucap Haris sama Ela.
"Udah kalian kok pada berantem sih, benar yang di bilang Haris kita lebih baik pulang, dan loe Haris antarin Ela dulu" ucap Farel.
"Ihh kok gue sih" protes Haris.
"Terus mau siapa lagi, loe kan yang nggak terlalu jauh rumahnya dengan gue, antarin gue lah" ucap Ela.
"Bikin habis bensin gue ajah" ucap Haris.
"Tega banget loe perhitungan sama sahabat sendiri, lagian buat amal loe harusnya loe cuma anterin sampai dekat rumah gue ajah, gue bawah motor sendiri juga" ucap Ela lagi.
"Iya deh ribut banget sih loe" ucap Haris.
"Gitu dong dari tadi" ucap Ela. Ayo kita balik semuanya ucap Ela.
__ADS_1
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing menggunakan motor masing-masing dengan Ela yang di antar Haris dulu.
#####
"Om kenapa gigit aku sih?" tanya Friska kesal kepada Kenan setelah Dafa mematikan panggilan teleponnya.
"Siapa suruh kamu itu centil banget" ucap Kenan.
Friska pun mengernyitkan keningnya setelah mendengarkan ucapan Kenan.
"Centil gimana sih om, aku nggak centil yah, lagian emang harus gigit aku gitu" protes Friska dengan polosnya.
"Iya emang harus" ucap Kenan lalu tersenyum puas melihat tanda yang ada di leher Friska. Lagian ngapain kamu senyum-senyum seperti orang yang sedang jatuh cinta tadi di depan suami kamu pula sambung Kenan lagi.
"Senyum aku emang gitu om" ucap Friska.
"Bohong banget" ucap Kenan kemudian memeluk Friska lagi.
"Aku nggak bohong om, om cemburu yah udah jujur ajah om" goda Friska.
"Nggak mana mungkin aku cemburu sama anak kecil, tidurlah nggak usah ribut" ucap Kenan.
Friska hanya diam saja mendengar ucapan Kenan dia malas berdebat. Friska pun ikut tidur juga dengan Kenan yang memeluknya seperti bantal guling.
#####
Pagi harinya Juan menerima panggilan telepon dari mama Kenan.
"Halo tante" ucap Juan.
"Halo nak, apa menantuku sudah pulang ke rumah?" tanya mama Kenan.
"Sudah kok tante, ini aku mau ambilin motor nona Friska dulu di rumah temannya, Kenan menyuruhku semalam" ucap Juan.
"Oh baguslah" ucap mama Kenan. Ya sudah tante matiin dulu yah panggilan teleponnya ucap mama Kenan lagi.
"Iya tante" ucap Juan.
Mama Kenan pun mematikan panggilan teleponnya, Juan pun segera bersiap-siap buat ke rumah Salsa sahabat Friska.
#####
Juan yang sudah tiba di rumah Salsa langsung saja bertemu dengan Salsa untuk memberitahukan kalau dia akan membawa motor Friska. Juan tidak sendiri datangnya dia sudah membawa orang juga yang akan mengantarkan motor Friska.
Sampai di rumah Friska Juan pun menyuruh orang itu agar menaruh motor Friska di tempatnya lalu Juan membayar orang itu dan orang itu pun segera pulang.
Juan pun masuk ke rumah Kenan, Juan memiliki kunci cadangan rumah Kenan dan itu Kenan sendiri yang memberikannya hanya untuk jaga-jaga saja.
Juan langsung saja ke kamar Kenan untuk memberitahukan kalau motor Friska sudah ada di tempatnya. Juan tahu kalau Kenan pisah kamar dengan Friska karena Kenan sendiri yang memberitahukan Juan langsung untuk jaga-jaga sebelum Juan mengetahuinya sendiri dan melaporkan Kenan kepada kedua orang tuanya. Alasan Kenan kepada Juan yaitu supaya Friska tidak hamil karena kalau sekamar dengan Friska Kenan takutnya akan membuat Friska hamil cepat. Juan cuma pura-pura percaya saja karena dia yakin alasan sebenarnya karena Kenan belum mencintai Friska.
Juan pun mengetuk pintu kamar Kenan. Kenan yang merasa ada bunyi ketukan di pintu kamarnya langsung bangun membuka pintu itu lebar-lebar. Juan terkejut melihat Kenan yang tidak memakai baju hanya memakai celana saja tumben pikir Juan.
__ADS_1
Juan tambah terkejut lagi melihat Friska tidur nyenyak di kamar Kenan dengan di tutupi selimut kepalanya saja yang kelihatan.
"Ngapain kamu lihat istri aku sampai segitunya mau aku colok mata kamu" ucap Kenan kesal.