
"Nenek dia nggak mungkin begitu nek,, udah nenek tenang aja yah,, jangan sakit hati,, oke," ucap Raka.
"Iyakan sayang kamu nggak akan melakukan itu?" ucap Raka sambil melihat pada Salsa dengan penuh kode.
"Emm iya nek,, jadi nenek nggak usah mikir macam-macam yah,," ucap Salsa yang langsung mengerti dengan maksud Raka.
Nenek Raka pun tersenyum begitu mendengar ucapan Salsa.
"Baguslah,, tapi Raka meskipun begitu kamu juga harus menjaga pacar kamu ini,, dia ini cantik loh pasti banyak yang suka,, dan kamu beruntung bisa dapatkan dia," ucap nenek Raka.
"Iya nek,, aku jagain dia kok,, jagain banget," ucap Raka sambil menekankan kata jagain banget dan melihat Salsa.
Dia kan pembantu aku nek jadi pasti aku jagain nanti dia kabur lagi,, dan juga dia sudah berurusan dengan aku sampai sejauh ini,, aku harus memikirkan cara buat terbebas dari kebohongan ini,, batin Raka.
"Kamu cepetan angkat panggilan telfon dari orang itu,, nanti keburu dia tutup panggilan telfonnya," ucap Raka lagi yang membuat Salsa tersadar dengan tujuannya tadi untuk mengangkat panggilan telfon dari Jeki.
"Ehhh iya,,, aku keluar dulu kalau gitu yah nek," ucap Salsa lalu segera berjalan keluar dari dalam ruangan Raka.
Duhh kasian kak Jeki lama banget aku angkat panggilan telfon dari dia,, batin Salsa.
"Yah udah mati," ucap Salsa begitu ingin mengangkat panggilan telfon dari Jeki.
__ADS_1
"Telfon lagi dong," ucap Salsa sambil melihat ponselnya.
Dan tak lama ponsel Salsa pun langsung berdering lagi,, Salsa langsung tersenyum dan segera mengangkat panggilan telfon dari Jeki.
"Halo kak Jeki,, maaf yah lama aku angkat panggilan telfon dari kakak,, tadi aku nggak dengar kak,," ucap Salsa begitu mengangkat panggilan telfon dari Jeki sambil senyum-senyum. Dia sudah memikirkan memang alasan itu jika Jeki menelepon lagi tadi.
Sedangkan Jeki langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Salsa. Dia senang Salsa langsung menjelaskan tanpa perlu dia bertanya berarti Salsa peka terhadap dirinya,, begitu menurut Jeki.
"Kak Jeki dengar aku?" tanya Salsa karena tidak mendengar suara Jeki.
"Iya dengar kok,," ucap Jeki.
"Emm ini aku mau tanya,, kamu sibuk nggak sebentar?" tanya Jeki.
Salsa pun langsung senang begitu mendengar pertanyaan dari Jeki,, Salsa sudah berpikiran akan jalan bersama dengan Jeki,, namun kesenangan itu berubah begitu dia mengingat sekarang dia masih berada di kantor Raka. Sekarang Salsa menjadi bingung sendiri harus menjawab apa.
"Halo Sal, kamu sibuk yah? makanya kamu lama jawab?" tanya Jeki.
"Emm aku nggak tau nih kak,, tapi sebelumnya kenapa kakak bertanya seperti itu sama aku?" tanya Salsa.
"Karena aku ingin ngajakin kamu jalan-jalan,, kebetulan aku nggak sibuk hari ini," ucap Jeki.
__ADS_1
Tuh kan benar apa yang aku pikirkan,, duh gimana dong nih,, ishhh ngeselin banget sih tuh Raka,, gara-gara dia nih akhirnya aku jadi gini,, padahal aku ada waktu banget loh,, batin Salsa yang kesal pada Raka.
"Emm aku akan beri kabar lagi sama kakak bisa atau nggak nya sebentar kak,, karena aku juga masih bingung nih,, aku lagi ada urusan sekarang kak," ucap Salsa yang terpaksa berbohong.
"Oh oke,, kamu selesaikan dulu urusan kamu yah,, aku tunggu kabar dari kamu,, bisa atau nggak nya nggak apa-apa kok,, kan bisa besok atau nanti," ucap Jeki.
"Iya kak,," ucap Salsa.
"Ya udah aku tutup dulu yah panggilan telfonnya," ucap Jeki lagi.
"Iya kak," ucap Salsa.
Dan Jeki pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Salsa begitu mendengar ucapan Salsa.
Sementara Kenan dan Juan sudah sampai di tempat tongkrongan istri dan pacar mereka.
Kenan dan Juan melongo begitu melihat tempat itu.
"Wah banyak saingan disini ternyata Juan,, istriku itu,,," ucap Kenan yang belum apa-apa sudah kesal begitu melihat memang ditempat itu banyak laki-laki.
"Pacarku juga tidak aku sangka,, kita baru didepan sudah lihat pemandangan seperti ini tuan,, para laki-laki ini pasti tipe dia banget ini,," ucap Juan sambil menggelengkan kepalanya,, begitu melihat laki-laki yang berada di cafe itu memanglah tampan-tampan dan banyak yang seumuran dengan Ela,, Juan bisa tau dari melihat wajah dan style mereka.
__ADS_1