Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Lagi ada masalah...


__ADS_3

Friska tiba-tiba menangis dan itu membuat Kenan dan Dafa panik. Ketika Kenan ingin berbicara namun tertunda karena Dafa duluan bicara,, Kenan langsung teringat kalau dia seharusnya tidak bicara.


"Fris loe kenapa nangis?" tanya Dafa.


"Emm ini loe bilang gitu,, gue sedih banget,, kita semua pasti bakalan pisah-pisah,, pasti gue kangen banget masa-masa SMA bareng kalian,," jawab Friska dengan sesenggukan.


Ya ampun karena itu aku pikir karena apa istriku ini menangis,, aku udah panik juga,, batin Kenan lega,,, dan dia berusaha mengerti karena Kenan tau seberapa akrabnya mereka semua walaupun masih ada perasaan cemburunya sedikit pada Dafa.


Kenan pun hanya menghapus air mata istri manjanya itu dan diam sambil satu tangannya melingkar di perut istrinya.


"Ya ampun Fris,, gue pikir loe kenapa,, jangan sedih dong nanti gue juga ikutan sedih,, kan nanti bakalan balik lagi kita semua terus bisa ngumpul-ngumpul walaupun jarang banget dan bakalan susah buat kumpul semua,, tapi pasti nanti ada saatnya kok,, nggak usah sedih,, yang penting kita harus tetap saling beri kabar mau jauh bagaimana pun,," ucap Dafa yang berusaha menghibur Friska.


"Iyalah,, rajin-rajin ribut di grup,, awas saja kalau kalian sombong gue bakalan nyusul kalian satu-satu terus beri pelajaran karena sombong,," ucap Friska yang membuat Kenan hampir tertawa.


Bar-bar sekali istriku ini,, makanya aku tergila-gila banget sama dia,, jarang-jarang wanita bar-bar terus cantik,, baik lagi,, batin Kenan.


"Tega banget loe Fris,, tapi gue nggak bakalan sombong kok,, jadi intinya loe kabarin di grup yah kalau udah ada waktu dan udah di izinin juga sama pak Kenan,," ucap Dafa lagi.


"Iya Daf,, gue pasti kabarin kok,, oh iya udah dulu yah Daf,, gue mau mandi dulu nih,," ucap Friska.


"Oh iya Fris,," ucap Dafa.


Friska segera menutup panggilan telfonnya dengan Dafa begitu mendengar ucapan Dafa lalu dia melihat suaminya dengan bibir cemberut.


"Kenapa sayang kok cemberut gitu?" tanya Kenan.


"Abis kamu ihh gigit aku lagi,,, leherku pasti kenapa-kenapa lagi nih,," rengek Friska.


"Maaf sayang lagi kesal tadi,, udah nggak usah mikirin itu,, dan jangan nangis lagi,," ucap Kenan.


"Gimana aku nggak mikirin coba,, kapan aku bakalan ketemu sama mereka kalau leherku begini terus yank,,," ucap Friska.


"Kan bisa di tutupi sayang,," ucap Kenan sambil nyengir.

__ADS_1


"Kamu pikir sahabat-sahabat ku itu nggak bakalan curiga kalau mereka lihat sedikit keanehan sama aku,, jadi jangan tambah lagi sayang,," rengek Friska.


"Iya-iya istriku,," ucap Kenan sambil senyum-senyum.


"Sejak dulu iya-iya,, tapi pada akhirnya kamu tambah juga ihh," ucap Friska.


"Kan nggak sengaja sayang,, jangan marah-marah yah,, ayo pergi mandi sana,," ucap Kenan masih dengan senyum-senyumnya membuat Friska mengernyitkan keningnya bingung melihat suaminya itu.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu?" tanya Friska penuh selidik.


"Nggak apa-apa sayang,, hanya pengen senyum-senyum aja,, daripada marah-marah iyakan nggak bagus,," ucap Kenan lagi.


"Iya emang nggak bagus,, cuma aneh aja kamu ihhh,, senyum-senyum gitu nggak jelas,, cepat beritahu aku kenapa kamu senyum-senyum gitu,, kalau tidak mau beritahu nggak dapat jatah,," ancam Friska..


"Astagfirullah sayang,, mengancamnya begitu amat,, sudah pasti aku akan memberitahukan kamu,, aku itu senyum-senyum karena sebentar lagi kamu akan jarang bertemu dengan Dafa makanya aku senyum-senyum begini,," ucap Kenan lagi.


"Ya ampun punya suami begini amat sih,, udah ahh aku mau masuk mandi,, panas tau nggak,," ucap Friska sambil ingin beranjak dari pangkuan Kenan namun Kenan menahannya.


"Kenapa lagi yank?" tanya Friska sambil melihat Kenan.


Friska lagi-lagi mengernyitkan dahinya akibat keanehan Kenan.


"Ken?" tanya ulang Friska.


"Iya sayang,," jawab Kenan penuh semangat.


"Siapa itu Ken?" tanya Friska heran.


"Ya suami kamu lah sayang,, kan nama aku Kenan jadi panggil aku Ken,, seperti kamu panggil Dafa tadi dengan panggilan Daf,, jadi aku pengen kamu manggil aku dengan panggilan Ken,," ucap Kenan yang membuat Friska langsung tertawa ngakak begitu mendengar kegilaan suaminya itu.


Friska tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Sayang kok kamu malah tertawa sih?" ucap Kenan.

__ADS_1


"Abis kamu lucu sayang,, udahlah ngapain sih,, aku mesti panggil Ken,, aku nggak biasa,, aku udah biasa panggil sayang jadi sayang aja aku manggilnya,, nggak usah mikir macam-macam yah dan pengen juga di panggil seperti itu,, percayalah yang spesial itu ketika aku manggilnya sayang," ucap Friska sambil membelai lembut wajah Kenan,, lalu mengecup pipi dan bibir Kenan setelah itu dengan cepat dia ke kamar mandi meninggalkan Kenan yang masih bengong. Kenan tidak menyangka Friska sikap centil Friska keluar lagi.


Friska yang sudah berada di dalam kamar mandi kembali melanjutkan tawanya.


Suamiku-suamiku ada-ada saja dia itu,, heran deh kok dia bisa berpikiran sampai ke situ untuk mengganti nama panggilannya hanya karena Dafa,,, ya ampun nggak habis pikir aku,, batin Friska.


Setelah puas dengan pikirannya,, Friska pun segera mandi.


Centil banget istriku itu,, batin Kenan sambil senyum-senyum sendiri.


########


Menjelang siang Syeila asik berdandan karena ingin makan siang dengan Juan,, rencana dia akan ke rumah Ela terlebih dahulu,, untuk menyakiti hati Ela barulah dia bertemu dengan Juan.


Syeila memutuskan untuk menelepon Ela terlebih dahulu,, memastikan Ela ada di rumahnya.


Ela yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat,, Ela pikir itu telfon dari Salsa yang belum datang-datang juga ke rumahnya,, namun ternyata salah itu telfon dari tantenya yang bermuka dua,, dengan malas Ela mengangkat panggilan telfon dari Syeila.


"Halo tante,," ucap Ela sambil berusaha biasa saja.


"Halo Ela,, kamu lagi di rumahkan,, aku mau ke rumah kamu dulu nih sebelum ketemu dengan calon suamiku,, bisa kan?" tanya Syeila sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


Huuf harus pura-pura sedih lagi,, lelah aku,, batin Ela.


"Iya tante aku lagi di rumah kok,, kalau tante mau kesini yah datang saja, aku nungguin tante di rumah,," ucap Ela dengan nada suara sedih dan itu membuat Syeila bahagia.


"Kamu kenapa Ela? kok sepertinya lagi sedih gitu?" tanya Syeila.


"Nggak kenapa-kenapa kok tante,, aku tunggu yah tante di rumah,," ucap Ela lagi.


"Oh nggak kenapa-kenapa tante pikir kamu lagi sedih,, lagi ada masalah,, untung saja nggak yah,, kalau gitu tante ke rumah kamu sekarang yah sayang,," ucap Syeila.


"Iya tante hati-hati yah,," ucap Ela.

__ADS_1


"Iya sayang,," ucap Syeila lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.


Hemm datanglah kesini tanteku sayang,, biar aku balas sedikit-sedikit kamu,, ihhss ngeselin banget sih,,, batin Ela gemas sendiri pada tante bermuka duanya itu.


__ADS_2