
"Enak ajah kamu mau periksa ponsel aku, kamu ajah pasti ponselmu tidak mau di periksa kan," ucap Juan.
"Ini periksa ponselku, aku mau kok, tapi habis itu aku periksa ponselmu," ucap Jeki sambil memberikan ponselnya pada Juan.
Benar-benar yah ini anak, dia pengen banget nomor ponsel Ela, sampai-sampai dia mau aku periksa ponselnya, hemm aku nggak bakalan kasih lah, padahal nomor ponsel Ela sebenarnya aku hafal juga sih, lebih baik aku hapus dulu di ponselku batin Juan.
"Ini periksa buruan setelah itu ponselmu juga yang aku periksa," ucap Jeki lagi sambil masih memberikan ponselnya pada Juan.
"Ya ampun kamu tenang ajah aku nggak bakalan periksa yang lain-lain di ponselmu, aku hanya akan memeriksa kontak Ela saja nggak lebih kok, kamu bisa sambil melihatnya," ucap Jeki lagi.
"Aku malas periksa ponsel orang dan aku juga nggak mau memberikan nomor ponsel Ela karena aku nggak punya nomor ponselnya," ucap Juan.
"Kalau nomor ponsel temannya yang satu punya nggak?" tanya Jeki.
"Salsa?" tanya Juan.
"Iya Salsa, kamu punya nggak, itu ajah kalau gitu kalau kamu punya berikan sama aku," ucap Jeki lagi.
Kan bisa minta sama Salsa nomor ponsel Ela batin Jeki yang tiba-tiba menemukan ide, karena dia melihat Juan sepertinya tidak mau memberikan dia nomor ponsel Ela.
Juan tampak berpikir.
Ya ampun hampir saja aku tertipu dengan anak ini, pasti dia ada niat terselubung, dia tidak mungkin semudah itu berpindah gebetan, tadi saja dia mati-matian minta nomor ponsel Ela, sekarang nomor ponsel Salsa lagi hemm nggak bisa di percaya batin Juan.
"Punya nggak kamu?" tanya Jeki lagi.
"Aku nggak punya juga Jeki, udah deh disini itu tempat kerja bukan tempat mau minta nomor ponsel, sekarang kamu mau kembali kerja atau aku laporkan pada tuan Kenan, kalau kamu tidak kerja sekarang malahan kamu meminta nomor ponsel cewek saja," ancam Juan.
"Idiihh dasar kamu kang ancam-ancam, ya udah aku balik kerja, sebentar aku mau ke luar kota jangan rindu kamu sama aku, kerja disini baik-baik," ucap Jeki.
"Iya kali siapa juga yang mau rindu sama kamu kepedean banget kamu, kerja baik-baik juga kamu disana," ucap Juan.
"Siapa tahu ajah kan kamu bakalan rindu sama aku," ucap Jeki.
__ADS_1
"Aku bakalan kerja sebaik-baik mungkin, aku keluar dulu," ucap Jeki sambil berjalan ke luar ruangan Juan lalu tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh kembali kepada Juan.
"Kenapa lagi Jeki?" tanya Juan sambil mengernyitkan keningnya bingung.
"Kamu beneran nggak punya nomor ponsel Ela dan Salsa?" tanya Jeki lagi sambil nyengir.
"Ya ampun aku nggak punya Jeki, keluar deh buruan," usir Juan.
Jeki pun akhirnya keluar dari ruangan Juan.
Masa sih Juan nggak punya nomor ponsel Ela dan Salsa, batin Jeki bertanya-tanya.
"Ya ampun jangan bilang deh Juan nggak mau aku dekat dengan cewek yang pernah suka sama dia, tega banget kalau dia sampai segitunya apalagi aku ini sepupu dia gitu, lagian dia juga udah punya Syeila bahkan sebentar mereka mau jalan bareng lagi, masa dia juga nggak mau aku dekat dengan Ela, serakah banget sepupuku itu kalau memang benar begitu" gumam Jeki sambil berjalan kembali ke ruangannya.
"Hemm Jeki nggak boleh dekat sama Ela," ucap Juan lalu kembali melanjutkan kerjanya.
########
Friska sudah mulai tidak mood dalam menunggu Kenan yang lagi fokus pada laptopnya, Friska ingin sekali menikmati indahnya air laut yang jernih tapi Kenan melarangnya untuk pergi sendiri, padahal dia juga bisa berenang.
Kenan melihat istrinya yang mulai tidak mood dan mulai cemberut.
"Sayang," ucap Kenan.
"Hmm,"
"Kok cemberut sayang?" tanya Kenan sambil menarik istrinya itu agar lebih dekat padanya.
Pakai tanya lagi ini suamiku sayang, dia sudah jelas-jelas tahu penyebabnya aku cemberut gini yah karena dia yang melarangku batin Friska.
"Abis kamu lama yank, aku mau main di laut kamu larang ihh," rajuk Friska.
"Cup... Cup... Cup tunggu aku selesai sayang, aku benar-benar nggak mungkin biarin kamu di laut sendirian," ucap Kenan sambil mencubit sebelah pipi istrinya gemas.
__ADS_1
"Ya udah aku ajak yang lain kalau gitu sayang, biar aku nggak sendirian disinikan lumayan banyak tuh manusia, lagian kamu masih lama tuh kerjanya, boleh yah?" rayu Friska pada suaminya.
"Mana boleh, nggak boleh kalian sama-sama perempuan jadi nggak boleh, bahaya sayang nggak ada yang jagain," ucap Kenan lagi.
"Disinikan ada laki-laki juga selain kamu, jadi bareng mereka juga kalau gitu," ucap Friska santai.
"WHAT.... teriak Kenan setelah mendengar ucapan santai dari bibir istrinya itu.
Bagaimana bisa istriku bicara seperti ini sedangkan aku saja sudah mengunci semua laki-laki jika dia ingin keluar kamar dengan santainya dia bilang ingin di temani dengan pria lain batin Kenan.
Friska hanya nyengir sambil melihat Kenan.
Duh aku salah ngomong sepertinya tapikan cuma bercanda batin Friska.
"Ulangi lagi apa tadi yang kamu bilang," ucap Kenan sambil menatap Friska.
"Nggak ada kok yang aku bilang sayang," ucap Friska sambil bergerak menjauh dari suaminya tapi Kenan sudah menahannya.
"Nggak ada kamu bilang, aku nggak mungkin teriak kalau kamu nggak bicara tadi, ulangi dulu aku mau dengar baik-baik," ucap Kenan lagi yang mulai mengecup-ngecup leher Friska menimbulkan rasa kegelian pada yang punya leher.
"Nggak ada sayang," ucap Friska sambil tertawa.
"Ulang, aku mau dengar," ucap Kenan lagi yang sudah menyimpan laptopnya dan fokus pada istrinya sambil menggelitik perut Friska.
"Ampun.. ampun aku nggak bicara gitu lagi yank, geli, aku juga cuma bercanda tadi sayang, beneran cuma bercanda doang" ucap Friska.
"Kamu lanjut tuh kerjanya, aku beneran bakalan nungguin kamu sayang, nggak mau keluar sendiri, apalagi di temani dengan cowok lain" ucap Friska sambil berusaha menahan tangan Kenan yang sedang menggelitiknya.
"Terlanjur kamu udah bilang tadi sayang aku menganggap itu serius, aku nggak menganggap tadi itu bercanda, sekarang kamu dulu yang aku kerja sebentar kerjaan," ucap Kenan dengan senyum mesumnya lalu dengan sekali tarikan baju istrinya sudah terbuka lagi.
Kenan memang sangat sengaja menyiapkan baju yang semuanya sexy dan mudah di buka agar jika dia ingin bercinta dengan istrinya dia tidak kesusahan lagi mau membuka pakaian.
Pada akhirnya Friska melayani suaminya lagi di sofa sedangkan Kenan menyimpan pekerjaannya untuk sementara dan malah bercinta dengan istrinya.
__ADS_1
Sementara Juan sedang menunggu balasan E-mail dari Kenan yang belum masuk-masuk juga sampai sekarang.
Tuan Kenan tumben lama banget gini balasnya, biasanya dia itu cepat banget, batin Juan sambil menopang dagu.