
Kenan juga tidak bisa melarang Juan karena keinginan Juan untuk jalan bersama teman lamanya. Juan juga punya hak untuk menentukan itu, dengan siapa dia akan keluar jalan, dan pada akhirnya Kenan tidak jadi mengajak Juan untuk makan malam bersama, karena pasti Juan akan makan malam bersama temannya. Kenan yang sudah selesai menanyakan itu langsung mengakhiri telfonannya dengan Juan dan Juan pun segera berangkat menuju alamat Syeila.
Juan sebenarnya sedikit heran dengan Kenan yang meneleponnya cuma berbicara seperti itu saja, karena Juan pikir Kenan akan memerintah dia lagi, dia sudah sangat was-was sekali tapi beruntung Kenan tidak memerintahnya.
"Ela loe nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Friska khawatir karena sejak tadi Ela hanya diam saja tidak berbicara apapun semenjak Kenan menutup panggilan telfonnya dengan Juan.
"Ela loe dengar nggak sih gue ngomong," ucap Friska lagi.
Terdengar isak tangis dari balik telfon membuat Friska terkejut sekaligus khawatir.
"Ela loe jangan nangis dong," ucap Friska yang membuat Kenan membulatkan kedua matanya sempurna.
Gila Juan sampai buat anak orang nangis, kok Ela bisa sampai segitu sukanya sama Juan, padahal Juan itu orangnya datar banget yah nggak jauh beda sih dengan aku, tapi aku sih nggak sedatar itu kalau sama istri aku. Oh iya Juan kan belum nemuin wanita yang dia cintai, tapi kenapa tuh anak nggak suka sama Ela yah, padahal Ela ini baik dan tentunya sangat mencintai dia jelas banget batin Kenan.
Friska benar-benar menyesal telah menyuruh suaminya mengaktifkan speaker ponselnya tadi hingga Ela mendengar semuanya, kalau tahu akan jadi seperti ini, Ela nangis-nangis pasti Friska tidak akan menyuruh suaminya tadi, tapi apa boleh buat semuanya sudah terlanjur, memang penyesalan selalu datang di belakang.
"Fris loe sibuk nggak?" tanya Ela masih sesenggukan.
"Emm nggak kok gue cuma tinggal nyiapin makan malam ajah buat Om gue, kenapa? udah dong nangisnya Ela," ucap Friska yang kasihan pada Ela, belum pacaran sudah patah hati duluan.
"Gue pengen ngobrol sama loe, bentar loe telfon gue yah kalau loe udah selesai," ucap Ela.
"Iya-iya loe udahan dong nangisnya nanti gue nangis juga," ucap Friska yang membuat Kenan langsung melihatnya.
Lah istriku kenapa mau ikutan nangis juga batin Kenan.
"Iya, loe telfon gue bentar yah," ucap Ela.
"Iya pasti gue telfon kok," ucap Friska.
"Oke bye," ucap Ela lalu menutup panggilan telfonnya dengan Friska.
"Sayang kamu jangan ikutan nangis dong," ucap Kenan sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Hemm, duduk sayang aku mau ambilin kamu makan, udah masak semua ini," ucap Friska.
__ADS_1
Kenan pun segera menuruti perintah istrinya. Dan Friska segera mengambilkan makan buat di piring Kenan.
"Loh kamu sayang, kenapa nggak makan?" tanya Kenan karena Friska tidak menyendok makanan sama sekali bahkan piring untuk dia pun tidak ada di meja makan.
"Bentar sayang aku makannya, aku mau telfonan dengan Ela dulu kasihan dia, sekarang dia lagi sedih banget," ucap Friska.
"Aku boleh ke kamar sekarangkan?" tanya Friska.
"Nggak boleh, makan dulu baru bisa ke kamar kalau kamu nggak makan aku juga nggak makan kalau gitu," ucap Kenan.
"Iya aku makan suamiku sayang, masa kamu nggak mau makan juga sih" ucap Friska sambil pergi mengambil piring lalu segera mengambil makanan buat di piringnya.
Kenan langsung senyum-senyum karena Friska perhatian padanya begitu dia bilang tidak mau makan juga.
"Ngapain senyum-senyum, ayo makan sayang," ucap Friska.
"Iya sayang," ucap Kenan lalu segera melahap makanannya.
Ela yang berada di dalam kamarnya menangis sejadi-jadinya, apalagi sambil mengingat ucapan Juan tadi yang di dengarnya, Ela juga mengingat Juan yang sepertinya memberikan harapan pada dirinya namun kenyataannya sekarang dia jalan bersama wanita lain dan juga Juan tidak mengingat Ela sama sekali yang sudah dia kasih harapan.
Sementara Juan sedang asik makan malam bersama Syeila dan menemani Syeila belanja.
######
"Sayang biar aku ajah yang cuci piringnya, kamu ke kamar duluan saja telfonan dengan Ela" ucap Kenan sambil membantu istrinya membereskan piring yang ada di meja padahal piringnya cuma sedikit.
"Nggak usah biar aku yang cuci, dikit gini piringnya," ucap Friska lalu segera mencuci piring itu.
"Kamu duluan ajah sayang," ucap Friska.
"Aku nungguin kamu," ucap Kenan.
Friska pun kembali melanjutkan pekerjaannya supaya cepat selesai.
Aku bersih-bersih dulu deh batin Friska begitu sudah berada di dalam kamar bersama Kenan juga tentunya.
__ADS_1
"Sayang aku bersih-bersih duluan yah," ucap Friska.
"Oh iya sayang, aku pikir kamu mau telfonan dulu dengan Ela," ucap Kenan.
"Tadinya sih gitu tapi bersih-bersih dulu deh biar enakan juga," ucap Friska lalu segera masuk ke dalam kamar mandi tak lupa dia membawa baju mandinya.
Tak lama Friska pun keluar kemudian Kenan juga segera masuk ke dalam kamar mandi, dengan mengecup pipi istrinya terlebih dahulu membuat Friska geleng-geleng kepala saja.
########
Friska yang sudah memakai setelan baju tidur segera duduk di tempat tidur sambil bersandar lalu segera menelepon Ela.
Ela segera mengangkat panggilan telfon dari Friska begitu dia melihat Friska meneleponnya.
"Hallo Ela, loe udah nggak nangis lagikan?" tanya Friska langsung begitu Ela sudah mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
Friska tidak mendengar jawaban dari Ela yang berarti ada kemungkinan besar Ela masih menangis.
"Ela udah dong nangisnya, kita video call yuk," ucap Friska.
"Nggak mau, gue nggak mau loe lihat gue yang nangis gini," ucap Ela sambil masih sesenggukan.
"Ya ampun loe kayak sama siapa ajah," ucap Friska.
"Tapi udah dong loe nangisnya, nggak sayang apa sama air mata loe, coba deh pikir loe nangis-nangis disitu karena om Juan sedangkan Om Juan lagi bahagia-bahagia disini, lagi jalan-jalan, udah pokoknya loe nggak usah nangis gitu," ucap Friska yang mencoba membuat Ela berhenti menangis.
Ela pun tampak berpikir.
"Tapi sakit banget hati gue Fris, kak Juan php gue" ucap Ela sambil menahan sesak di dadanya.
"Iya gue tahu kok Ela, tapi udah loe harus bisa kuat, loe nggak boleh lemah gitu sampai nangis-nangis, loe harus bisa buktiin sama om Juan kalau loe bukan cewek yang bisa di php, makanya jangan terlalu centil," ucap Friska.
"Kayak loe nggak centil ajah Fris, kan gue belajar dari loe," ucap Ela yang langsung membuat Friska mendapatkan pelototan mata dari Kenan.
Kenan yang sejak tadi selesai bersih-bersih langsung ikut duduk di tempat tidur menyandarkan kepalanya di dada istrinya sambil bekerja melalui ponselnya, tak lupa juga dia mengaktifkan speaker ponsel istrinya agar dia bisa sambil dengar pembicaraan istrinya.
__ADS_1