
"Untung saja tadi Jojo tidak membawa pria itu," ucap Ardi sambil menahan tawanya.
Yah Ardi dan Jojo satu kampus,,, mereka memilih kuliah di Indonesia saja daripada jauh-jauh,, diantara mereka hanya Dafa lah yang berada di luar Negeri,, sejujurnya mereka juga merasa kehilangan Dafa tapi apa boleh buat Dafa melakukan kesalahan fatal. Mereka awalnya berpikir Dafa telah mati tapi Friska memberitahukan semuanya mengenai Dafa dan mereka pun bernafas lega,, sungguh mereka berharap suatu saat nanti bisa bertemu Dafa lagi sebagai sahabat. Sejauh yang mereka kenal Dafa adalah sahabat yang sangat baik,, hanya karena cintanya yang besar membuat dia jadi seperti itu.
Sebenarnya mereka satu kampus semua hanya beda jurusan saja,, tapi kalau ada waktu senggang mereka pasti akan ngumpul meskipun sangat susah untuk berkumpul dengan tiga wanita yang menemani masa-masa sekolah mereka.
Jojo tampak keringat dingin,, merasa kesal bukan main dengan Ardi yang malah nyerocos seenak jidatnya,, Jojo mencium bau-bau kesengajaan dari sahabatnya itu,, Ardi tentu tau seberapa pencemburu nya suami Friska,, dan kini malah seperti sedang mengibarkan bendera perang.
"Hah pria? Jo kamu sekarang udah belok?" tanya Friska sambil menatap Jojo dengan tatapan mata penuh selidik dan juga tak percaya,, jika sahabatnya yang ganteng itu memilih jalan yang salah.
"Ya ampun Jo,, masih banyak wanita,," ucap Salsa turut prihatin.
"Jo,, kamu kok bisa gitu sih?," ucap Ela juga.
__ADS_1
"Apa karena kita semua tinggal nikah kamu? sehingga kamu seperti ini?" tanya Friska lalu menutup mulutnya menggunakan tangannya.
Jojo semakin sakit kepala saja begitu mendengar segala tuduhan tidak masuk akal itu untuknya.
Sahabatnya yang lain langsung tertawa ngakak,, sedangkan Kenan,, Juan dan Jeki langsung ngeri kepada Jojo, tidak terbayangkan kalau itu kenyataannya mereka bisa-bisa jadi sasaran Jojo. Seketika itu mereka bersamaan bergidik ngeri.
"Aduh kalian jangan salah paham,, aku nggak begitu,,, sumpah aku masih suka wanita meskipun sekarang masih jomblo,, aku belum nemu yang tepat aja, tapi bukan berarti aku nggak normal,," ucap Jojo cepat.
Kenan,, Juan, dan Jeki langsung bernafas lega.
"Lalu maksud kamu apa tadi?" tanya Friska sambil menatap Ardi penuh tanya.
"Emmm nggak ada maksud apa-apa kok Fris," ucap Jojo cepat,, tentu tidak akan bilang yang sebenarnya melihat pawang sahabatnya itu sedang mengekor dan juga tampak mengerikan.
__ADS_1
"Oh gitu," ucap Friska.
"Em ngomong-ngomong,, Farel mana sih? dia jadi datang atau nggak? telat tuh anak," ucap Friska.
Jojo merasa sangat tenang seketika begitu Friska tidak banyak tanya lagi. Jojo berani bilang kalau tidak ada Kenan,, tapi kalau ada Kenan mendingan dia diam saja.
"Iya jadi kok,, bentar lagi juga datang," ucap Haris.
Hingga tidak lama Farel pun datang.
"Hai sahabat ku yang cantik,, maaf telat jangan ngambek," ucap Farel sambil memeluk Friska seperti dulu-dulu.
Semenjak Friska menikah mereka memang sudah ada jarak,, juga jarang ada waktu seperti ini,, jujur saja Farel merindukan masa-masa kebersamaan mereka seperti ini. Meskipun Farel datang ke pernikahan Friska juga, tapi tentu itu berbeda dengan sekarang.
__ADS_1
Farel pun memeluk Ela dan Salsa juga. Farel belum menyadari ada pawang mereka masing-masing yang saat ini sudah berubah mode. Yah karena outfit mereka yang sangat berbeda dari biasanya membuat Farel tidak menyadari hal itu. Kenan,, Juan dan Jeki memang duduk sedikit jaga jarak dengan para istri memberikan waktu untuk istri-istri mereka bertemu sahabat-sahabat mereka,, tapi meskipun menjaga jarak tentu semua pembicaraan mereka masih didengar,, itulah mengapa Jojo tidak berani membahas fans Friska tadi.
Para sahabat-sahabat Friska jadi diam seketika. Farel masih cengar-cengir saja santai seperti waktu SMA dulu,, apalagi sekarang sangat merindukan ketiga sahabatnya itu untuk ngumpul seperti ini. Matanya tertuju pada Friska yang entah mengapa sekarang dia melihat sahabatnya itu semakin cantik saja setiap hari. Farel baru menyadarinya sekarang kalau selama ini dia begitu dekat dengan gadis cantik.