
"Om kok di sini, bentar lagi yah om, aku pulangnya, aku masih betah nih di sini yah om" mohon Friska.
Kenan langsung saja menggendong tubuh Friska seperti memikul karung beras lalu pergi dari sana tanpa memperdulikan Dafa.
"Om turunin aku, aku malu nih om, aku juga belum izin dengan Dafa" ucap Friska.
Kenan tidak menggubris ucapan Friska. Semua mata tertuju kepada Kenan, setiap orang yang Kenan lewati pasti melihatnya.
Sampai di mobil Kenan baru menurunkan Friska, lalu dengan cepat Kenan masuk ke dalam mobil lalu mengunci pintu mobil.
Friska masih saja ngomel-ngomel namun tidak di gubris Kenan, Kenan mengambil handphonenya lalu mengirimkan pesan kepada Juan agar mengurus semua kekacauan di mall tadi, tidak boleh sampai ada pemberitaan di media.
"Om dengar nggak sih dari tadi aku bicara?" tanya Friska dengan kesalnya.
"Nggak, emang kamu bicara apa tadi?" tanya Kenan balik.
"Aku bilang, aku belum selesai belanja om dan juga belanjaanku masih ada di sana aku belum mengambilnya om, om pulang duluan ajah, aku naik motor kok kesini tadi om" ucap Friska.
"Kamu nggak usah pikirkan itu, semuanya nanti di urus Juan" ucap Kenan.
"Bersama siapa kamu kesini?" tanya Kenan lagi.
"Bareng sahabat-sahabat aku dan juga Dafa" ucap Friska.
Kenan pun mengirimkan pesan lagi kepada Juan, agar mengurus belanjaan Friska dan juga motor Friska.
"Om" panggil Friska lagi.
"Ada apa istriku, aku lagi marah sekarang jadi kamu diam dulu" ucap Kenan datar.
"Emang om marahkan apa?" tanya Friska.
"Nanti di rumah aku beritahu" ucap Kenan lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Friska hanya berdoa di dalam hatinya agar di beri keselamatan.
#####
Sedangkan di mall Dafa dan juga sahabat-sahabat Friska telah berkumpul.
"Dafa sebenarnya apa yang terjadi sih, kita di hubungi tadi sama asisten pak Kenan di suruh tunggu di mall, dan Friska kemana?" tanya Salsa.
"Sudah di bawah pulang sama pak Kenan. Kayaknya pak Kenan benar-benar marah sama Friska, gue benar-benar khawatir sama Friska" ucap Dafa dengan raut wajah khawatirnya.
"Haa pak Kenan juga ada di sini tadi Dafa?" tanya Farel kaget.
"Iya dia ada di sini, dan Friska yang duluan melihat pak Kenan sewaktu aku pergi membelikan dia ice cream tadi, terus pak Kenan jalan bareng bersama wanita tadi tapi pas gue samperin wajah wanita itu benar-benar sangat marah dan kayaknya ulah Friska kalian tahu sendiri kan ulah Friska kayak gimana" ucap Dafa. Gue langsung ajak Friska pergi dari situ dan tiba-tiba pak Kenan datang memegang tangan Friska mengajaknya pulang dengan wajah yang sepertinya sedang kesal dan gue tidak lihat lagi wanita yang bersama pak Kenan tadi sambung Dafa lagi.
__ADS_1
"Haa Friska langsung pulang?" tumben banget anak itu nurut ucap Jojo.
"Heem nggak sih, tadi dia di gendong pak Kenan karena dia nggak mau pulang, di pikul seperti karung beras tahu nggak" ucap Dafa.
"Hahaha emang dia seperti karung beras kan" ucap Haris.
"Loe yah teman lagi nggak di tahu nasibnya sekarang juga, loe malah ketawa-ketawa" ucap Ardi.
"Iya-iya maafin" ucap Haris.
"Yang gue takutin tuh, jangan sampai cewek pak Kenan marah sama pak Kenan gara-gara Friska. Terus Friska bakalan di marahin" ucap Dafa yang benar-benar khawatir karena melihat sendiri wajah marah Kenan.
"Aduh jangan sampai deh, cewek pak Kenan cantik nggak Dafa?" tanya Ela.
"Nggak lebih cantik Friska, dia seperti tante-tante dandanannya sangat menor" ucap Dafa cepat.
"Cie Dafa loe akui juga Friska cantik" goda Ela.
Dafa hanya tersenyum mendengar yang di katakan Ela.
"Lebih baik kita menunggu asisten pak Kenan di parkiran saja, gue benar-benar sudah pengen pulang nih, nggak semangat belanja lagi, dan Salsa loe kasih informasi deh sama asisten Pak Kenan kalau kita nungguin dia di parkiran ajah" ucap Jojo.
"Ya udah ayo" ucap Farel.
Mereka semua pun berjalan menuju parkiran dan Salsa mengirimkan pesan kepada Juan.
Untung mereka masih mau menunggu karena tadi aku mengurus media-media dulu, ya ampun semenjak Kenan menikah urusanku jadi bertambah banyak batin Juan.
#####
Tiba di rumah Kenan berhenti sebentar untuk berbicara dengan pak satpam.
"Pak sebentar ada yang antar motor kesini langsung suruh simpan di tempatnya saja yah" ucap Kenan.
"Baik tuan" ucap pak satpam itu.
Kenan pun mengemudikan kembali mobilnya lalu memarkirkan kembali mobil itu di tempatnya.
Mobil yang di gunakan Kenan pun masih mobil milik Friska Kenan tidak mau menggantinya, entah sejak kapan Kenan menyukai warna mobil yang kecewean seperti itu.
Kenan pun membuka kunci mobil lalu keluar dari mobil tanpa memperdulikan Friska, Friska pun juga ikut turun. Kenan langsung ke kamarnya lalu mandi begitupun dengan Friska.
Om Kenan marahkan apa yah sama aku pikir-pikir Friska sambil mandi.
Haa jangan-jangan karena tante yang tadi lagi, dia marah sama om Kenan gara-gara aku, karena tadi waktu om Kenan bawah aku pulang, aku udah nggak liat tante-tante itu ucap Friska.
Sampai selesai mandi pun Friska masih terus berpikir.
__ADS_1
Katanya om Kenan mau kasitau alasan kenapa dia marah kalau sudah di rumah, ini sudah di rumah dia nggak kasitau malahan dia langsung ke kamarnya gitu ajah. Fix banget nih pasti gara-gara pacarnya tadi ngambek sama om Kenan. Duhh pasti sekarang om Kenan lagi galau-galaunya, aku harus ke kamarnya nih minta maaf karena aku yang salah ucap Friska. Tapi aku keringkan rambut aku dulu deh sambung Friska.
#####
Sedangkan di kamar Kenan lagi gelisah, dia ingin sekali ke kamar Friska tapi masih kesal kalau mengingat kedekatan Friska dan temannya.
Kenapa aku kesal sekali kalau mengingat kejadian tadi, mengingat tangan Friska di pegang sama anak itu dan Friska juga pakai malu-malu segala. Terus dia tidak datang lagi menanyakan kenapa aku marah sama dia, walaupun tadi aku bilang kalau aku akan memberitahu dia kalau sudah di rumah tapi seharusnya dia mengerti dong, maunya dia yang menanyakan ke aku duluan ucap Kenan.
Apa aku benar-benar jatuh cinta, aku seperti orang yang benar-benar cemburu pikir Kenan.
Nggak-nggak boleh, massa aku jatuh cinta sama Friska nggak mungkin ucap Kenan.
Tapi aku ini kenapa sih, waktu itu aku sangat mengharapkan Adelia tapi kenapa setelah Adelia kembali aku kadang tidak menggubrisnya. Aku harus seperti dulu kepada Adelia. Yang aku cintai itu Adelia bukan Friska ucap Kenan.
Tiba-tiba ponsel Kenan berbunyi ternyata Adelia yang meneleponnya, Kenan pun mengangkat telepon dari Adelia.
"Halo sayang" ucap Kenan dari balik telepon.
"Emm tumben langsung bilang sayang" ucap Adelia heran.
"Kok gitu sih sayang, aku memang menyayangimu. Maafkan sikap aku akhir-akhir ini sama kamu yah" ucap Kenan.
"Akhirnya kamu sadar juga, iya aku udah maafin kok sayang" ucap Adelia merasa bahagia.
"Oh iya kenapa kamu meneleponku sayang?" tanya Kenan.
"Aku hanya ingin mena.. Adelia tidak menyelesaikan ucapannya.
"Emm sayang tunggu dulu sepertinya ada yang mengetuk pintu kamarku ucap Kenan kepada Adelia.
"Baik kamu lihatlah aku matikan teleponnya yah sayang" ucap Adelia.
"Tapi tadi kamu belum selesai bicara sayang" ucap Kenan.
"Emm nggak apa-apa kok kamu lihatlah siapa yang mengetuk pintu lalu kamu istirahat yah sayang" ucap Adelia.
"Baiklah sayang" ucap Kenan.
Adelia pun mematikan panggilan telelonnya dengan perasaan yang sangat bahagia.
#####
Kenan tidak perlu melihat, dia sudah tahu kalau itu pasti Friska, dia bingung antara mau buka pintu atau tidak.
Sebaiknya aku tidak usah membuka pintu, aku tidak perlu lagi dekat-dekat sama anak kecil itu bikin kepalaku pusing saja, aku fokus sama Adelia saja kemudian menceraikan Friska batin Kenan.
Sepertinya om sudah tidur, baiklah aku kembali ke kamarku saja. Besok pagi saja aku minta maafnya ucap Friska setelah mengetuk pintu cukup lama.
__ADS_1