
Mereka benar-benar merasa lega begitu mendengar ucapan Kenan,, sebelumnya mereka sangat panik begitu mendengar Salsa yang buta.
Berbeda dengan yang dirasakan Juan, Kenan dan kedua orang tua Salsa,, mereka terus mengingat kejadian semalam dan benar-benar merasa kasihan pada Jeki,, tapi sekaligus salut dengan perasaan Jeki kepada Salsa yang benar-benar tulus.
Orang tua Salsa pun tidak mengira bahwa akan ada pria yang mencintai anaknya sampai seperti itu.
Sementara Jeki yang berada di ruangan lain masih belum sadarkan diri,, namun kondisinya memang lebih baik dari Salsa.
"Keluarga pendonor bisa ditemui kan? kita mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena berkat mata dari salah satu keluarga mereka sahabat kita nggak jadi sedih,, nggak jadi buta,, dia bisa melihat,," ucap Friska sambil melihat Kenan.
Aduh mampus,, aku nggak boleh merahasiakan ini dari istriku,, nanti aku beritahu deh tentang yang terjadi sebenarnya,, karena kalau sampai dia tau tentang yang sebenarnya bisa-bisa aku nggak dianggap lagi sebagai suaminya,, batin Kenan sambil bergidik ngeri mengingat Friska yang akan tahu dirinya menyimpan rahasia besar tanpa memberitahukannya.
"Iya kita mau menemuinya,," ucap Ela juga.
__ADS_1
Hmmm gimana ini,,, apa aku beritahukan pada Ela juga,, tapi kata Jeki nggak boleh ada yang tau,,, apa aku bisa rahasia-rahasiaan dari calon istriku? batin Juan yang sama pusingnya dengan Kenan.
"Emm semuanya mengenai pendonor dirahasiakan,, pendonor itu sendiri yang memintanya dan juga keluarganya hanya mengikut saja karena itu adalah keinginan terakhir pendonor,, jadi tidak bisa untuk menemui mereka,," ucap Kenan.
Maaf Jeki terpaksa deh aku bicara seperti itu seolah-olah kamu sudah meninggal,, batin Kenan.
"Kuburannya pun tidak bisa?" ucap Friska lagi.
"Iya tidak bisa ponakan ku sayang,," ucap Kenan lembut sambil melihat istrinya itu,, Kenan benar-benar sangat merindukan istrinya padahal baru satu malam mereka tidur berpisah.
"Hmm gitu yah,," ucap Friska.
"Kak Jeki kapan akan dimakamkan?" tanya Ela sambil melihat sedih pada jenazah yang ditutupi kain.
__ADS_1
"Sekarang,," jawab Juan.
"Salsa belum sadarkan diri,, gimana kalau nanti dia sadar dia pasti akan sangat sedih begitu tau kak Jeki meninggal,," ucap Ela.
"Apa nggak bisa kita menunggu Salsa sadar,, supaya dia bisa melihat kak Jeki untuk terakhir kalinya,, aku yakin kak Jeki nggak akan keberatan jika Salsa yang mau melihatnya,," ucap Ela sambil sesenggukan membayangkan betapa sedih dan terpukulnya Salsa nanti begitu sadar dan tau bahwa Jeki telah meninggal.
"Nggak boleh,, om Jeki harus segera dimakamkan tidak baik menyimpan jenazah terlalu lama,," ucap Friska.
"Lagian kita harus menyembunyikan kebenaran ini dulu dari Salsa,, dia kan baru habis operasi dan juga habis kecelakaan,, aku nggak mau kalau sampai dia kenapa-kenapa lagi,, kita harus beralasan pada Salsa kalau sampai nanti dia menanyakan tentang om Jeki,, tunggu dia benar-benar pulih dulu baru kita beritahukan kebenarannya pada dia,," ucap Friska.
Sahabatnya yang lain pun setuju dengan ucapan Friska.
Terima kasih istriku secara tidak langsung kamu mempermudah semuanya,, batin Kenan merasa lega karena tidak perlu memikirkan alasan lagi.
__ADS_1
Jenazah yang ditutupi kain sebenarnya bukanlah orang meninggal,, itu adalah salah satu anak buah Kenan yang disuruh berpura-pura seperti mayat.
Ini kapan selesainya tuan, nggak lama aku mati beneran nih,, karena bernafas irit-irit,, batin anak buah Kenan yang ditutupi kain.