Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Nomor ponsel,,


__ADS_3

"Kenapa lagi kamu Juan senyum-senyum nggak jelas begitu?" tanya Raka.


"Iya nih,, kamu kenapa Juan?" tanya Jeki juga sambil mengernyitkan dahinya.


"Hmm nggak kenapa-kenapa kok,, dan Raka makasih banget dengan saran kamu yah,, karena kamu aku sekarang bisa bersama dia,, jadi sekarang aku nggak jomblo lagi,, tinggal kalian berdua,, hahaha,," ledek Juan yang langsung membuat Raka dan Jeki terkejut.


Bagaimana bisa seorang Juan meledek status mereka.


Wah Juan ini nggak lama dia mengikuti Kenan,, batin Raka.


"Nggak usah ngeledek kali Juan,, iya aku tau kok Syeila itu pacar kamu meskipun kamu nggak pernah bilang,, tapi jangan ledekin kita juga dong yang jomblo ini," ucap Jeki.


Raka dan Juan langsung tertawa begitu mendengar ucapan Jeki.


Jeki lagi-lagi bingung melihat kedua orang itu.


"Kenapa kalian tertawa,, ada yang lucu yang aku katakan tadi?" tanya Jeki.


"Iyalah ada banget yang lucu,, aku itu nggak pernah pacaran dengan Syeila tau,, kamu aja tuh yang salah paham,, pakai mikir segala lagi aku pacaran dengan dia padahal aku itu nggak pernah bilang,, amit-amit deh aku pacaran dengan Syeila,," ucap Juan setelah menyelesaikan tawanya.


"Iya nih Jeki ada-ada saja kamu kalau ngomong,,, aku nggak akan merestui kalau Juan pacaran dengan wanita seperti Syeila,,," ucap Raka juga.


Jeki benar-benar bingung setelah mendengar ucapan Juan. Bagaimana bisa Juan tidak pacaran dengan Syeila sementara yang dia lihat selama ini mereka seperti orang yang sedang menjalin hubungan dan memang benar yang dikatakan Juan kalau selama ini memang Juan tidak pernah bilang jika Syeila itu kekasihnya,,, Jeki hanya melihat saja dari kedekatan mereka dan mengambil kesimpulan sendiri.


Dia juga heran sejak kapan Raka tau tentang Syeila,, seingat Jeki,, Raka dan Syeila tidak pernah bertemu sama sekali.


"Raka kamu tau darimana Syeila?" tanya Jeki.


"Dari Juan lah,, mau kamu darimana lagi aku mau tau tentang Syeila," jawab Raka.


"Oh gitu,, santai aja dong jangan ngegas," ucap Jeki.


"Iya ini itu udah santai banget,, kamu aja yang mikirnya aku ngegas," ucap Raka lagi.

__ADS_1


Jeki hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat Raka kemudian dia melihat kepada Juan.


"Juan apa benar kamu nggak ada hubungan dengan Syeila?" tanya Jeki sekali lagi.


"Iya aku nggak ada hubungan dengan Syeila,, nggak percaya banget sih kamu,," ucap Juan.


"Terus selama ini kalian dekat banget itu,, apa maksudnya coba? sampai-sampai membuat orang lain salah paham tentang hubungan kalian terutama karyawan yang berada di kantor ini sangat banyak yang salah paham bahkan hampir semua mungkin,," ucap Jeki.


"Aku hanya dekat sebagai teman lama saja nggak lebih,, dan ternyata banyak banget yang salah paham yah,, tapi aku nggak perduli juga kok yang penting kan aku tau apa yang terjadi,, aku nggak ada hubungan apa-apa dengan dia,," ucap Juan.


"Haa gila,, seharusnya kalian jangan terlalu dekat banget dong,, biar orang lain nggak ada yang salah paham dengan hubungan kalian,,, aku benar-benar salah paham loh selama ini tentang hubungan kamu dan Syeila,, aku pikir dia adalah calon istri kamu,," ucap Jeki lagi.


"Haa nggak mungkinlah dia calon istriku,, makanya kamu tanya dong sama aku biar nggak salah paham,, lagian aku dekat banget waktu itu karena ada alasan dan juga Syeila kesini terus kan makanya aku bisa dekat banget sama dia," ucap Juan lagi.


"Terus sekarang kamu dekat dengan siapa Juan?" tanya Jeki penasaran.


"Kamu pacaran dengan siapa? aku benar-benar penasaran siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati Juan,," ucap Jeki sambil tersenyum.


Juan pun ikut tersenyum sambil mengingat Ela,, wanita yang sangat dia cintai.


Juan sudah mengerti wanita siapa yang dimaksud dengan Raka.


"Iya aku sudah jadian dengan dia sekarang dan semuanya karena saran dari kamu Raka,, pokoknya makasih banget,," ucap Juan sambil melihat Raka.


Raka benar-benar bahagia begitu mendengar ucapan Juan. Dia tidak menyangka kalau sarannya akan bermanfaat untuk hubungan Juan bersama wanita yang dia cintai.


"Dan untuk kamu Jeki nanti saja aku beritahu kamu,, kalau sekarang nggak usah dulu yah,, kamu juga bakalan tau kok nanti,, sepertinya aku harus mempertemukan kalian,," ucap Juan kepada Jeki yang sudah seperti mau mati karena penasaran dan ujung-ujungnya tidak diberitahu juga oleh Juan.


Aku nggak mau beritahu dia sekarang,, mengingat waktu itu dia juga meminta nomor ponsel Ela dan sepertinya anak ini menyukai Ela juga,, aku benar-benar nggak enak,, aku harus mencarikan wanita lain dulu buat Jeki biar dia nggak terlalu sakit hati begitu tau kalau aku dan Ela sudah berpacaran,, kalau memang benar dia akan menceritakan tentang wanita yang dia temukan sewaktu mendapatkan tugas,, aku baru akan memberitahukan dia,, batin Juan.


"Astaga Juan sekarang saja dong,, apa bedanya nanti dengan sekarang kan sama saja,, ayo beritahu aku,, sekarang aku benar-benar penasaran," ucap Jeki.


"Nggak perlu sekarang nanti saja,, tunggu kamu punya kekasih dulu,," ucap Juan.

__ADS_1


"Beritahu dia aja kali Juan,, kan kasihan tuh si Jeki nanti dia malah mati penasaran kan bahaya,," ucap Raka juga.


"Iya benar banget yang dikatakan Raka,, ayolah beritahu aku,, nggak usah nunggu aku punya kekasih dulu,, aku kan baru mau pendekatan sama dia,, gimana sih takutnya lama dan bakalan di tolak,," ucap Jeki.


"Atau fotonya aja deh kalau gitu,, aku mau lihat secantik apa pacarnya Juan,," ucap Jeki lagi.


"Nggak usah Jeki nanti saja,, aku akan mempertemukan kalian sekalian," ucap Juan lagi.


"Gitu banget kamu sama aku,," ucap Jeki.


"Raka beritahu aku dong,," ucap Jeki kepada Raka.


"Yah nggak boleh dong kalau Juan masih belum mau memberitahukan kamu,, aku nggak ada hak untuk beritahukan kamu juga,," ucap Raka juga.


"Hmmm gitu amat," sewot Jeki.


Sementara di waktu yang sama di rumah Ela,, Syeila yang penuh tanda tanya di otaknya memutuskan untuk segera ke kantor Kenan saja untuk makan siang bersama dengan Juan.


"Emm aku rasa sekarang waktunya ke kantor pacarku,, aku ke kantor pacarku dulu yah buat makan siang bareng," ucap Syeila.


"Emm iya tante,, hati-hati yah tante,," ucap Salsa.


"Iya tante hati-hati," ucap Ela juga.


"Iya," ucap Syeila lalu segera keluar dari dalam rumah Ela menuju ke mobilnya lalu dia menyetir mobilnya menuju ke kantor Kenan.


Sementara Ela dan Salsa dengan bahagianya menertawakan Syeila yang terlihat jelas sedang kepikiran dengan ucapan mereka.


Di waktu yang sama di kantor Kenan.


"Sekarang lebih baik kamu bilang Jeki,, siapa wanita yang kamu maksud daripada kamu terus kepo tentang hubungan aku,, ayo beritahu kita siapa wanita yang buat kamu senyum-senyum nggak jelas tadi,," ucap Juan.


Jeki tampak malu-malu untuk mengatakan itu semua.

__ADS_1


"Emm ini sebenarnya aku itu baru mau pendekatan aja,,, Juan kamu tau Ela kan yang aku minta nomor ponselnya sama kamu tapi katanya kamu nggak punya,, aku itu udah dapatin nomor ponsel dia dan aku janjian makan malam dengan dia,, jadi dialah wanita yang aku maksud,, aku suka sama dia,," ucap Jeki yang langsung membuat Juan benar-benar terkejut.


Perasaan Juan langsung bercampur aduk.


__ADS_2