Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Mencari istri...


__ADS_3

"Kalau kamu tidak mau istrimu diambil orang lain apalagi Raka segeralah sehat,, ayo minum obat mu," ucap Mama Kenan lagi.


"Aku udah sehat ma begitu mendengar ucapan mama,," ucap Kenan.


Mama Kenan ingin tertawa melihat anaknya yang begitu bucin namun ditahannya.


"Istriku belum meninggal kan?" tanya Kenan.


Mama Kenan langsung menonyor kepala anaknya itu karena masih bertanya lagi. Kenan pun langsung meringis kesakitan.


"Waktu kamu sadar kan mama sudah jelaskan dengan baik-baik padamu kalau istrimu itu hilang,, mayatnya tidak ditemukan berarti dia pasti masih hidup,, tapi kamu sudah kena mental duluan," ejek mama Kenan yang merasa sangat bahagia melihat anaknya bisa bicara seperti dulu,, tidak diam terus seperti sebelum-sebelumnya,, bicara pun paling hanya menyebut nama istrinya.


"Ma,, aku memang kena mental rasanya tidak mau hidup lagi kalau istriku tidak ada di samping ku,, tapi tolong ma jangan memukul kepala ku sakit loh ma," ucap Kenan sambil memegangi kepalanya.


"Biarin aja,, kan bagus biar semakin sembuh kamu,, ayo minum obat,," ucap Mama Kenan lagi.


Kenan dengan segera meminum obatnya yang selalu diminumnya tiap hari.


"Aku mau cari istriku,," ucap Kenan.


Mama Kenan langsung menahan Kenan.


"Sembuh total dulu baru mama izinkan,," ucap Mama Kenan yang tidak ingin anaknya kembali sakit.


"Ma aku sudah sembuh,, aku mau istriku,, aku nggak mau kalau sampai Raka yang menemukan istriku," ucap Kenan.


"Tunggu,, nanti setelah dokter periksa dan mengatakan kamu sudah sehat baru mama izinkan,, apa kamu tidak kasihan pada mama yang sedih setiap hari melihat kamu terpuruk?" ucap mama Kenan yang memakai jurus terakhir untuk merayu anaknya itu.


"Baiklah ma,, panggil dokter secepatnya ma karena aku ingin segera keluar dari rumah sakit,," ucap Kenan lagi.


"Iya,, dokter akan ke ruangan mu besok," ucap Mama Kenan yang membuat nya langsung melongo.


"Kenapa tidak sekarang saja ma?" ucap Kenan.

__ADS_1


"Besok saja,, sekarang kamu istirahat dulu,, kamu harus benar-benar sembuh kalau mau mencari istrimu," ucap Mama Kenan lagi.


"Oh iya ma,, jangan beritahu siapapun dulu bahwa aku sudah sembuh,, mama harus bersikap seperti aku masih sakit,," ucap Kenan dengan ekspresi wajah serius.


"Loh kenapa? inikan berita yang membahagiakan anakku sayang," ucap Mama Kenan bingung.


"Ma,, aku curiga yang membuat aku kecelakaan itu adalah orang dekat ma,, jadi mama tidak usah bilang-bilang dulu,," ucap Kenan.


"Iya benar juga katamu nak,, jangan-jangan selama ini dalam proses pencarian istrimu dia sudah tau makanya istrimu susah ditemukan,, mama sampai tidak kepikiran akan hal itu,, alhamdulilah kepintaran mu tidak hilang selama kamu depresi,," ucap Mama Kenan sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Kenan.


"Ma jangan gangguin aku terus,, aku butuh ponsel ma,, aku mau lihat wajah istriku,, lagian mama tega banget ruangan ku seperti ini,, nggak ada apa-apa bahkan foto istriku pun tidak ada,," ucap Kenan.


"Mama nggak mau kamu gila,, nanti kamu ajak bicara foto lagi,, kan nggak bagus nanti kamu dicap Presdir gila,," ucap Mama Kenan.


Kenan langsung nyengir begitu mendengar kekhawatiran mamanya.


"Kamu benar-benar sudah sembuh kan?" tanya Mama Kenan sambil bergidik ngeri melihat anaknya yang lagi nyengir kuda.


"Ya ampun ma,, iya aku sudah sembuh,, aku ingin melihat wajah istriku,," ucap Kenan lagi.


"Ini disini ada foto istrimu,, ponselmu mama nggak bawa,," ucap Mama Kenan.


Kenan dengan cepat mengambil ponsel mamanya lalu melihat foto Friska. Ada tatapan kerinduan yang begitu dalam begitu melihat foto istrinya yang sedang tersenyum. Mengingat segala kenangan bersama Friska.


Sayang,, aku pasti akan menemukan kamu,, batin Kenan.


Mama Kenan tersenyum getir melihat anaknya yang hanya bisa memandang foto istrinya.


"Ma,, aku jadi makin sehat sekarang setelah melihat wajah istriku,, ayo sekarang saja keluar dari rumah sakit ini ma,," ucap Kenan lagi.


"Jangan,, besok saja nak,, kamu harus diperiksa dulu," ucap Mama Kenan sambil mengambil kembali ponselnya.


"Mama pulang dulu mengambilkan ponselmu yah, biar kamu bisa memandangi wajah istrimu dengan bebas,," ucap Mama Kenan lagi agar anaknya itu tidak minta pulang terus.

__ADS_1


Kenan pun menganggukan kepalanya. Mama Kenan segera pergi mengambilkan ponsel Kenan,, sebenarnya bisa menyuruh orang lain,, namun karena Kenan tidak ingin ditau masalah kesembuhan nya,, mama Kenan akhirnya pergi mengambilnya sendiri.


Belum lama kepergian mama Kenan,, Cika tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Kenan. Cika dan Adelia memang selalu datang menjenguk Kenan meskipun mereka tidak dianggap sama sekali oleh Kenan,, bahkan telinga mereka harus sabar mendengar Kenan terus menyebut istrinya,, namun mereka pantang menyerah,, mereka berdua yakin jika Friska telah meninggal meskipun mayatnya belum ditemukan. Lalu pasti Kenan nanti akan sembuh dan mencari istri baru.


Kenan yang melihat kedatangan Cika sangat kesal.


Ngapain wanita ini kesini? batin Kenan kesal luar biasa.


Kenan langsung berpura-pura seperti orang gila agar Cika ketakutan dan lari pulang,, dan benar saja Cika ketakutan sampai pucat lalu segera berlari menuju ke mobilnya.


Kenapa kondisi Kenan semakin parah? apa dia tidak meminum obat? tenang Cika tenang,, jangan menyerah dia pasti sembuh,, tapi untuk saat ini lebih baik aku pulang dulu,, batin Cika lalu segera mengemudikan mobilnya untuk pulang ke rumahnya dengan wajah pucat karena ketakutan pada Kenan.


Kenan tertawa terbahak-bahak melihat Cika yang sangat ketakutan. Kenan sangat puas melihat Cika yang ketakutan seperti melihat hantu.


"Dasar gatal,, aku sudah katakan hanya mencintai istriku dia masih saja terus mendatangiku,, sepertinya dia tidak mengerti dengan bahasa manusia," ucap Kenan.


######################


Kenan yang sudah dipastikan sembuh segera mencari keberadaan istrinya,, bahkan Kenan sampai kembali ke tempat kecelakaannya waktu itu. Tak banyak yang tau Kenan telah sehat karena semuanya dirahasiakan,, hanya sebagian orang yang tau,, bahkan di rumah sakit seolah-olah dirinya masih dirawat padahal nyatanya tidak ada lagi orang di ruangan itu.


"Raka kemana?" tanya Kenan karena tidak melihat Raka sedikit pun.


"Tuan, Raka sangat susah dihubungi sepertinya dia punya urusan penting,, sekarang dia bahkan tidak berada di Indonesia,, tetapi dia juga selalu mencari tau keberadaan Nona Friska meskipun belum membuahkan hasil,, ketika dia menelepon dia pasti selalu memberitahukan mengenai perkembangan pencariannya mengenai Nona Friska dan selalu menanyakan kondisi Tuan juga,, aku tidak menyangka dia yang selalu ribut dengan Tuan,, begitu sangat khawatir ketika Tuan sedang sakit," ucap Juan.


"Yah seperti itulah dia,, cuek padaku tapi begitu perhatian ketika aku dalam masalah atau kenapa-kenapa,, aku sangat mengenalnya,,, tapi tidak usah memberitahukan dia bahwa aku telah sehat sekarang,, biarkan dia selesaikan urusannya dulu,, lagian dia itu sangat cerewet,, jangan sampai dia langsung pulang kesini lalu dengan semangat ingin bertemu denganku dan malah membuat ketahuan bahwa aku telah sehat,, susah-susah menyamar bisa-bisa hancur karena Raka,," ucap Kenan.


"Baik Tuan," ucap Juan.


##################


Hingga akhirnya mereka telah sampai,, Kenan berada di tempat dirinya jatuh pingsan,, tempat terakhir melihat langsung wajah istrinya sebelum tidak sadarkan diri. Ingatan itu masih sangat jelas. Air mata tidak dapat Kenan tahan,, seandainya waktu itu Kenan bisa tahan sedikit mungkin dia bisa tau apa yang terjadi pada istrinya hingga bisa hilang sampai saat ini. Atau bahkan Kenan akan berusaha melindungi istrinya. Kenan terus berjalan-jalan melihat ke sekelilingnya. Hingga tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang tidak asing buat Kenan. Kenan segera mengambil benda itu. Benda itu sedikit tersembunyi bahkan Kenan saja tidak sengaja melihatnya,, Juan mengernyitkan dahinya karena selama proses pencarian Juan tidak melihat benda itu,, mungkin karena terlalu fokus mencari Friska hingga akhirnya mereka tidak melihat itu.


"Gantungan ponsel ini?" ucap Kenan sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


#########,,,,,,,,,##########


__ADS_2