
Juan mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar ucapan Ela.
"Kata siapa sih aku punya pacar," ucap Juan tersenyum lembut sambil mengelus pipi Ela.
Isshh dasar kak Juan playboy banget, dia kan pacaran sama tante Syeila dan sekarang dia tidak mengakui tante Syeila, terus apa dia bilang tadi kata siapa dia punya pacar, wah dasar kak Juan sama ajah kayak cowok lain playboy batin Ela.
"Iihh kak Juan jangan sentuh-sentuh aku deh, dasar playboy, udah punya pacar masih ajah ganjen," ucap Ela sambil memindahkan tangan Juan dari wajahnya.
Juan tersenyum lagi melihat Ela yang menuduhnya mempunyai pacar.
"Serius kata siapa sih aku punya pacar?" tanya Juan lagi masih dengan senyumnya.
"Yah kata aku barusan kak, nggak bagus loh kak jadi cowok playboy," ucap Ela sambil bergidik ngeri.
Juan yang hendak berbicara tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Juan menghentikan niatnya untuk berbicara lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Syeila.
"Halo," ucap Juan.
"Kamu lagi dimana? aku nungguin dari tadi loh disini, kamu masih di toilet atau dimana kok lama banget," ucap Syeila.
"Aku lagi di luar sekarang, aku bakalan balik kesitu sekarang, maaf yah aku pergi nggak bilang-bilang," ucap Juan.
"Oh iya nggak apa-apa kok, aku tunggu yah," ucap Syeila.
"Iya," ucap Juan lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.
########
Itu pasti dari tante Syeila, mereka pasti tadi sedang makan bersama, iya pasti tapi kak Juan malah masih keganjenan sama aku batin Ela yang sebenarnya merasa cemburu.
Ela sedang cemberut sambil melihat Juan, dan itu membuat Juan lagi-lagi tersenyum, dia memang benar-benar sangat merindukan Ela.
"Kenapa kamu cemberut gitu, masuk sana jangan keluyuran malam-malam, dan aku nggak punya pacar, jangan mikir macam-macam kamu, dan kamu harus menyukai aku lagi," ucap Juan sambil mengacak rambut Ela.
Isshh dasar kak Juan ini, dia nggak mau mengakui tante Syeila lagi, apa jangan-jangan mereka udah putus tapi tadi itu pasti tante Syeila, apa aku tanyakan langsung ajah yah batin Ela.
Ketika Ela mau bertanya lagi-lagi ponsel Juan berdering, Juan segera mengangkat panggilan telfon dari Syeila lagi.
"Juan kamu masih lama?" tanya Syeila.
"Nggak kok aku balik sekarang," jawab Juan.
"Oke," ucap Syeila lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Juan.
__ADS_1
Nggak usah deh aku tanya lagian jelas-jelas dia masih pacaran, kak Juan ajah yang sok mau jadi playboy tapi dia tidak tahu kalau pacarnya itu tante aku juga batin Ela.
"Kak bukain pintunya," ucap Ela pada akhirnya.
Juan segera membuka kunci pintu mobilnya lalu Ela segera ke luar dari dalam mobil begitupun dengan Juan bersamaan dengan itu datang juga kurir untuk membawakan pesanan Juan tadi, Juan sengaja memesankan makanan yang Ela makan tadi di restoran, tanpa Juan tanya kepada Ela tentang menu apa yang dia pesan tadi Juan sudah tahu karena dia sangat tahu makanan kesukaan Ela, Ela sendiri yang memberitahukan dia ketika mereka jalan berdua waktu itu dan Juan ingat menu makanan di restoran itu terdapat makanan kesukaan Ela, jadi Juan langsung memesan makanan itu.
Juan langsung membayar dan kurir itu segera pergi, lalu memberikan makanan itu pada Ela.
"Ini apaan?" tanya Ela sambil mengambil juga bungkusan itu.
"Yang kamu makan di restoran tadi, kamu makan saja di rumahmu, jangan keluar-keluar kalau malam," ucap Juan.
"Kayak kak Juan tahu saja apa yang aku pesan tadi," ucap Ela sambil mencebikan bibirnya.
"Tahu dong, masuklah makan di dalam rumahmu," ucap Juan lalu mencium kening Ela membuat Ela benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan Juan.
"Ingat jangan keluar-keluar nggak baik cewek keluyuran, habis makan kamu tidur," ucap Juan setelah mencium kening Ela.
"Ayo masuk," ucap Juan.
Tiba-tiba datang orang tua Ela yang baru pulang dari kerja.
Juan langsung salam kepada kedua orang tua Ela begitu mereka sudah berada dekat dengan Ela, sedangkan Ela masih shock dengan apa yang dilakukan Juan yang mencium keningnya.
"Iya nih Ela kok nggak di suruh masuk sih," ucap mama Ela juga.
"Emm aku emang nggak mau masuk kok om,,, tante,,, karena masih ada urusan, aku hanya mengantar Ela saja tadi abis udah malam masih ajah di luar rumah kan nggak baik kalau cewek malam-malam keluyuran, takutnya nanti terjadi sesuatu," ucap Juan.
"Iya benar banget kamu calon mantu ehh maksud tante nak Juan, kata-kata kamu benar banget," ucap mama Ela.
Juan pun langsung tersenyum.
"Jangan di biarin keluar yah tante," ucap Juan lagi.
"Iya tenang ajah, dia akan tinggal di rumah kok," ucap mama Ela sambil tersenyum.
"Iya tenang ajah nak Juan, dia tidak akan keluar, kalau gitu kita masuk dulu yah, siapa tahu masih ada yang ingin kalian bicarakan," ucap ayah Ela sambil membawa istrinya masuk.
"Kamu kenapa diam, nggak kesambet kan?" tanya Juan.
Ela hanya menggelengkan kepalanya dan itu membuat Juan benar-benar gemas melihat Ela.
"Ya udah masuk sana, makan dan ingat ini aku nggak punya pacar sama sekali," ucap Juan lagi sambil mengusap lembut rambut Ela.
__ADS_1
Ela langsung masuk saja karena masih shock sedangkan orang tua Ela benar-benar bahagia melihat kedekatan Ela dan juga Juan, karena mereka mengintip.
Juan segera masuk ke dalam mobilnya lalu menyetir mobilnya menuju restoran lagi.
Aku akan membuat kamu menyukai aku lagi Ela, lagian dia ada-ada saja sama siapa lagi dia mendengar aku punya pacar, secara aku nggak punya pacar sama sekali,, dia semakin cantik dan menggemaskan batin Juan sambil menyetir mobilnya.
Dia sangat bahagia sekarang karena bertemu dengan Ela, dia terus saja senyum-senyum.
Ela di buat terkejut dengan kedua orang tuanya yang muncul secara tiba-tiba.
"Maaf anakku sayang kalau kamu kaget," ucap mama Ela sambil tersenyum bahagia.
"Hubungan kamu dengan pak Juan sudah sampai tahap mana sih nak, kira-kira kamu tamat dia langsung melamar nggak?" tanya mama Ela.
"Isshh mama ini apaan sih, aku dan kak Juan itu nggak ada hubungan apa-apa," jawab Ela.
"Udah ahh aku mau masuk ke dalam kamar dulu," ucap Ela lalu segera berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Ela ingin menelepon Syeila untuk memastikan hubungan Juan dan Syeila.
Syeila langsung mengangkat panggilan telfon dari Ela.
"Halo, tante lagi dimana sekarang?" tanya Ela begitu Syeila sudah mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Tante lagi di restoran XXX, kenapa memangnya sayang?" tanya Syeila.
Nah itukan tempat tante Syeila sama dengan restoran tempat aku ngumpul tadi, berarti tante Syeila sedang bersama kak Juan tadi dan yang telfon kak Juan tadi yaitu tante Syeila, batin Ela.
"Tante Syeila sedang makan bersama pacar tante yah?" tanya Ela.
"Iya tante lagi makan tadi dengan Juan, tapi sekarang dia lagi di luar hanya dia udah mau balik sih," jawab Syeila.
Tuhkan dasar kak Juan playboy banget, ya ampun aku jahat banget sih kak Juan lagi makan dengan tante Syeila tapi aku malah bersama kak Juan tadi membuat tante Syeila duduk sendiri di restoran, batin Ela.
"Oh iya kenapa sayang?" tanya Syeila.
"Emm nggak kok tan, aku tanya ajah.. Ya udah aku tutup telfonnya dulu yah tan, tante lanjutkan makannya," ucap Ela lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Syeila.
Tak lama Juan sampai di restoran tepatnya di hadapan Syeila masih dengan senyumnya sambil dia duduk kembali di kursi.
"Kamu habis darimana sih?" tanya Syeila.
"Aku habis mengantar Ela tadi, wanita yang aku cintai, aku melihatnya bersama cowok lain dan sangat mesra aku benar-benar tidak bisa menahan diri lagi Syeila, aku cemburu banget, kamu tahukan aku sangat mencintai dia, dan maaf aku nggak mengikuti saran kamu untuk jaga jarak dulu dengan dia,, tapi apa dia bisa kembali menyukai aku setelah aku jaga jarak dengan dia, yang aku lihat dia semakin dekat dengan pria lain, dia tidak merasa merindukan aku sama sekali atau kehilangan aku setelah pertemuan kita tadi malahan dia terlihat sangat membenci aku dan bahkan dia malah bilang aku sudah punya pacar padahal aku nggak punya pacar sama sekali," curhat Juan.
__ADS_1