Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Memberikan semua kepercayaannya


__ADS_3

Selama ini aku seperti memacari wanita iblis dan juga tidak tahu diri, pantas saja banyak yang tidak menyukai dia, banyak yang membencinya, pantas saja kedua orang tua aku sangat tidak menyukainya. Dia memang wanita yang tidak pantas bersama aku, pantas saja Friska tidak mau di bandingkan dengan Adelia karena memang mereka tidak pantas di bandingkan mau di liat dari segi manapun dan aku hampir menceraikan Friska hanya demi wanita kotor seperti dirinya, Kenan kamu memang laki-laki bodoh batin Kenan di depan pintu kamar Adelia namun Rio dan Adelia sama sekali tidak melihat Kenan karena Kenan sedikit menyembunyikan dirinya.


"Aku nggak mau putus dari kamu Rio" Teriak Adelia dengan kesalnya.


Heem lebih baik aku pergi dari sini dan terus bersikap seperti biasanya kepada Adelia, terlalu enak buat dia kalau aku membuat perhitungan secara langsung lebih baik aku memulainya sedikit demi sedikit, awas saja kamu Adelia wanita kotor tidak tahu malu batin Kenan sambil berjalan pelan meninggalkan apartemen Adelia.


Di apartemen Adelia, Rio berusaha untuk keluar dari apartemen Adelia tanpa menggunakan kekerasan namun Adelia tetap saja selalu menahan Rio.


"Adelia lepasin aku" Bentak Rio.


"Nggak Rio kamu nggak boleh pulang, aku nggak mau putus dari kamu" Ucap Adelia sambil menangis.


"Tapi aku juga nggak bisa lagi bersama kamu Adelia, aku sudah menemukan orang yang benar-benar aku cintai sekarang, tolong kamu mengerti aku dan lebih baik kamu mencari juga orang yang benar-benar mencintai kamu tanpa kamu membohongi dia seperti yang kamu lakukan pada Kenan" Ucap Rio.


"Aku nggak bisa lepasin kamu Rio, aku benar-benar mencintai kamu, seharusnya kamu yang mengerti aku" Ucap Adelia.


Friska kamu benar-benar wanita yang tidak bisa dibiarkan batin Adelia.


Rio benar-benar pusing menghadapi Adelia yang seperti itu.


#####


Sementara Kenan di jalan benar-benar marah dan merasa dirinya adalah orang yang sangat bodoh selama ini.


Kenan memberhentikan mobilnya sambil mencoba berpikir jernih dan meredakan dulu amarahnya.

__ADS_1


"Kenapa selama ini aku bisa tertipu dengan Adelia wanita kotor itu" Umpat Kenan di dalam mobilnya sambil memukul stir mobilnya.


Kenan kembali mengingat kenangannya bersama Adelia, mengingat dirinya yang selalu membela Adelia tanpa mau mendengarkan orang lain, mengingat dirinya yang hampir saja menyentuh Adelia akibat obat yang di berikan Adelia dan saat ini Kenan benar-benar menyesal mengapa dulu dia tidak marah kepada Adelia, dia tidak curiga kepada Adelia, dia memberikan semua kepercayaannya kepada Adelia dan Kenan juga mengingat dirinya yang selalu membuang jauh-jauh perasaannya untuk Friska bahkan sampai mau menceraikan Friska hanya demi Adelia.


Setelah mengetahui kebusukan Adelia, barulah Kenan sadari bahwa dia sebenarnya mencintai Friska hanya saja karena dia orang yang setia, tidak mau menghianati Adelia dan dia telah berjanji kepada Adelia makanya dia mempertahankan perasaanya untuk Adelia yang sebenarnya sudah lama hilang.


Buktinya sekarang dia marah bukan karena Adelia bersama dengan Rio tetapi karena selama ini Adelia telah menipunya bahkan Adelia tidak menganggap cinta tulus Kenan waktu itu sebelum Kenan mengenal Friska dan Kenan akan membalas perbuatan Adelia itu.


Kenan teringat dengan perkataan Rio yang mencintai Friska dan itu lagi-lagi membuatnya kesal dan juga Adelia yang mau menyakiti Friska.


Coba saja kamu menyakiti istriku Adelia, kamu akan mati di tangan aku batin Kenan.


"Aku harus mengajak istriku pulang dulu ke rumah dan nggak ada kata cerai di antara kita, dia nggak boleh bersama laki-laki lain, Friska itu istriku dan hanya akan menjadi istriku sekalipun dia tidak mencintai aku, aku akan membuatnya mencintai aku" Ucap Kenan yakin lalu mengemudikan mobilnya menuju rumah yang baru Friska tempati.


Di restoran Raka sudah benar-benar kesal namun dia berusaha menyembunyikan kekesalannya supaya tak terlihat oleh Friska, bagaimana mau tidak kesal kalau Kenan belum datang-datang juga dan tidak mengabari dirinya sedikit pun.


Friska juga sebenarnya sudah kesal karena lama menunggu namun dia juga berusaha menyembunyikan semua itu dari Raka.


Benar-benar yah temannya kak Raka ini belum ketemu saja sudah membuat aku kesal batin Friska.


"Teman aku lama banget yah, maaf yah dek cantik kalau kamu nunggunya lama" Ucap Raka basa-basi.


"Nggak apa-apa kok kak, mungkin bentar lagi dia datang, aku sabar kok" Ucap Friska lalu berusaha tersenyum semanis mungkin.


Mereka pun kembali menunggu lagi dengan perasaan kesal yang sama terhadap Kenan.

__ADS_1


#####


Begitu Kenan sampai dia pun langsung masuk dan menuju ke kamar Friska dan tak menghiraukan pelayan-pelayan yang ada di rumah itu, di lihatnya Friska tak ada di dalam kamar, dia pun segera pergi bertanya kepada pelayan yang ada di rumah itu pada akhirnya.


"Kemana istri saya?" Tanya Kenan pada salah satu pelayan yang ada di rumah itu.


"Istri tuan sedang keluar bersama temannya yang tinggal di depan itu tuan" Jawab pelayan itu.


Kenan mengernyitkan keningnya bingung namun pada akhirnya dia mengingat tentang ucapan Friska tadi waktu di sekolahnya bahwa dia akan keluar bersama temannya. Kenan juga benar-benar tidak mengetahui bahwa rumah itu tempat tinggal Raka karena selama ini Kenan selalu pergi ke rumah nenek Raka atau apartemen Raka bahkan kadang Raka yang selalu ke rumahnya apabila dia sedang berada di Indonesia.


Heem jadi temannya itu ternyata tetangganya, berarti selama beberapa hari ini dia selalu bertemu dengan teman cowoknya itu batin Kenan.


"Dia dandan nggak keluar tadi bareng temannya dan juga temannya itu ganteng nggak bik?" Tanya Kenan yang di luar dugaan dari pelayan itu.


Pelayan itu pun sebenarnya ingin tertawa mendengar pertanyaan Kenan yang sangat lucu menurutnya namun dia tahan untuk tidak tertawa.


"Iya tuan tapi dia tidak terlalu dandan juga sih, istri tuan sangat cantik tadi sewaktu keluar bersama temannya dan temannya juga ganteng tuan" Jawab jujur pelayan itu.


Kenan benar-benar kesal dan cemburu namun berusaha di tahannya agar tidak ketahuan oleh pelayan di rumah itu, padahal pelayan itu sudah tahu betul kalau sekarang sebenarnya Kenan sedang cemburu terlihat jelas dari ekspresinya.


"Terima kasih yah bik informasinya, saya mau menelepon istri saya dulu" Ucap Kenan.


Pelayan itu pun kembali ke dapur.


Baru Kenan mau menghubungi Friska, tiba-tiba ponselnya bunyi duluan ternyata Raka yang menghubunginya.

__ADS_1


__ADS_2