
"Senang banget aku lihat tanteku seperti itu,, biar tau rasa dia,, emang enak di buat malu,, hmm kalau bukan tempat rame pasti kamu lebih menderita lagi,," ucap Ela.
Sedangkan Juan cepat-cepat menyusul Syeila yang menjadi bahan tertawaan orang-orang. Sebenarnya mereka cukup takut untuk menertawakan Syeila karena Syeila adalah partner Juan tapi begitu melihat Kenan ikut tertawa mereka pun semakin berani tertawa,, begitu melihat Juan juga yang sepertinya menahan tawa mereka jadi tidak takut untuk menertawakan Syeila.
"Juan aku benar-benar malu,, kenapa bisa anak kecil itu melakukan hal seperti tadi sama aku, padahal aku nggak punya masalah apapun sama dia,, maafkan aku juga membuat kamu malu,, ini jauh di luar dugaan aku Juan kalau akan seperti ini, aku biasa kok pakai heels walaupun dulu aku tomboy tapi sekarang aku sudah sangat feminim,, kamu tau kan dan kamu juga sudah lihat sendiri aku udah biasa pakai heels setiap ke kantor om dia,, dia tadi sengaja membuat aku jatuh,," ucap Syeila begitu berada di dekat mobil dan Juan juga sudah berada di dekatnya.
Kamu memang nggak ada masalah dengan dia,, tapi kamu ada masalah dengan teman Nona Friska jadi begitu lah nasib kamu Syeila,, siapa suruh kamu cari masalah sendiri tapi bagus juga sih lihat dia jatuh tadi ada hiburan juga,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Juan kamu kok diam sih,, kamu percaya kan sama aku,, aku nggak bohong,, anak kecil itu yang membuat aku jatuh,, aku ingin sekali membalas dia,, dia benar-benar tidak sopan sama yang lebih tua dan lebih parahnya lagi aku nggak ada masalah apa-apa sama dia tapi dia memperlakukan aku seperti itu,, atau jangan-jangan karena dia kesal sama aku karena aku menjadi partner kamu Juan,, hmm aku yakin sekarang pasti karena itu makanya dia jadi seperti tadi,,,, dia sepertinya suka sama kamu Juan,, benar-benar mengerikan padahal dia masih muda tapi sudah begitu saja kelakuannya,," ucap Syeila.
"Syeila kamu jangan berbicara seperti itu,, kalau tuan Kenan dengar kamu membicarakan seperti itu ponakan kesayangan dia,, maka kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan ucapan kamu itu bahkan bisa lebih,, dan aku juga pasti kena Syeila,,, jadi kamu jangan berbicara seperti itu,," ucap Juan.
Yang benar saja Nona Friska suka sama aku,, dia itu hanya ngerjain kamu kali karena kamu sudah membuat teman dia sedih waktu itu,, dia sudah ada yang punya,, yang bahkan melirik cowok lain pun Nona Friska di larang,, pawang dia ngeri banget,, batin Juan.
"Maaf Juan,, abis aku kesal banget,, nggak nyangka kalau anak itu bisa berbuat seperti itu," ucap Syeila.
"Aku benar-benar minta maaf," ucap Syeila lagi.
"Iya aku maafin,, kamu masuk ke dalam mobil sekarang,, aku akan mengantar kamu pulang dulu baru kesini lagi," ucap Juan.
"Hah,, kamu mau kesini lagi,,, aku pikir kamu nggak kesini lagi," ucap Syeila.
"Yah nggak mungkin dong Syeila, disini ada bos aku,, mana mungkin aku nggak kesini lagi,, ayo kamu masuk aku antar pulang,, dan jangan keluar rumah dulu aku sarankan karena pasti kamu jatuh tadi beritanya sudah kemana-mana,, kamu nggak mau kan sampai di gangguin orang?" ucap Juan.
"Iya aku nggak mau,," ucap Syeila.
"Ya udah sini aku antar kamu pulang terus tinggallah di rumah kamu dulu nggak usah keluar-keluar,," ucap Juan.
"Iya," ucap Syeila pada akhirnya karena memang benar yang dikatakan Juan,, meskipun sebenarnya dia tidak mau kalau tinggal terus di dalam rumah.
Mereka pun segera berjalan masuk ke dalam mobil lalu Juan segera menyetir mobilnya menuju rumah Syeila untuk mengantar Syeila pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Sedangkan Friska dan Kenan.
"Sayang kamu benar-benar sangat menakjubkan mengerjai Syeila dia pasti malu banget tuh," ucap Kenan sambil tersenyum lembut pada Friska.
"Itu sih masih kurang,, abis aku greget banget sama dia,, untung saja dia bukan tante aku,, kalau dia tante aku,,, hmmm aku nggak mungkin bisa sesabar Ela,,, aku pasti sudah lama bikin dia kapok," ucap Friska.
"Berarti dia masih beruntung yah,, ponakannya Ela bukan kamu," ucap Kenan sambil tersenyum.
"Iya beruntung banget," ucap Friska sambil tersenyum juga.
"Oh iya kamu nggak bakalan dekat-dekat lagi kan dengan Juan?" tanya Kenan.
"Iyalah,, jangan bilang deh kalau kamu kepikiran itu lagi?" tanya Friska penuh selidik.
Kenan pun langsung nyengir.
"Aku sangat kepikiran sayang dan nggak ikhlas,, jadi aku senang sekarang karena kamu nggak bakalan dekat-dekat lagi dengan Juan," ucap Kenan.
"Yah aku nggak bisa mengontrol pikiran dan perasaan aku sayang,," ucap Kenan lagi.
"Hmmm dasar kamu," ucap Friska sambil menggelengkan kepalanya melihat Kenan.
Sementara Jeki dan Salsa melewati makan malam yang sangat bahagia. Mereka berdua sama-sama nyaman,, Jeki termasuk tipe Salsa dan Salsa juga termasuk tipe cewek Jeki. Jeki semakin ingin langsung mengungkapkan perasaannya pada Salsa tapi takut Salsa akan menganggap terlalu cepat.
"Salsa kamu nggak berniat gitu jalan-jalan kemana?" ucap Jeki.
"Sekarang kak?" tanya Salsa.
"Iya sekarang,, kalau kamu mau pergi jalan-jalan biar kita pergi bersama saja," ucap Jeki lagi sambil tersenyum.
"Emmm nggak deh kak,, kita disini aja,, aku mau lihat wajah tampan kak Jeki aja," ucap Salsa yang keceplosan dan dia dengan segera menutup mulutnya sambil tersenyum malu.
__ADS_1
Jeki pun ikut tersenyum begitu mendengar ucapan Salsa.
Duhh aku bikin malu aja sih,,, gini kalau udah kebiasaan bar-bar,, astaga apa yah sekarang yang lagi ada di pikiran kak Jeki,, seketika aku ingin menghilang dari sini,, batin Salsa meronta-ronta.
"Kamu juga cantik Salsa,," ucap Jeki sambil tersenyum.
Begitu mendengar ucapan Jeki,, Salsa benar-benar ingin melampiaskan kebahagiaannya tapi ada Jeki dan dia sudah pasti akan menahan diri.
Elegan Salsa elegan jangan bikin malu,,, nanti kamu di tendang keluar dari geng kalau bikin malu,, batin Salsa.
Jeki lagi-lagi tersenyum melihat Salsa yang tampak malu-malu.
###########
Di tempat acara pertunangan,, Kenan dan Friska akhirnya melihat Juan sedang berjalan ke arahnya setelah mengantar Syeila.
"Gimana Juan sama Syeila?" tanya Kenan sambil menahan tawanya.
"Beres tuan,, aku senang banget dia nggak ada disini,, pokoknya terima kasih banget Nona,, sudah seperti itu pada Syeila tadi dan akhirnya dia pulang,, aku benar-benar tenang dan bahagia sekarang nggak ada dia," ucap Juan.
"Oke om Juan,, dan nggak usah bilang terima kasih terus aku senang lakukan itu,," ucap Friska sambil nyengir.
Tiba-tiba ketiga cowok tampan tidak sengaja melihat Friska yang sedang berbicara dengan Kenan dan Juan. Ketiga cowok itu benar-benar tidak menyangka kalau akan melihat Friska disini.
"Friska,"
"Friska disini,"
"Dek cantik,"
ucap ketiga pria itu bersamaan ketika melihat Friska,, mereka berada di tempat duduk lain namun pandangan mata mereka tertuju pada satu orang wanita.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari. Mereka sedang berjalan bersama menuju ke tempat duduk Friska.