
Ayo Ela ponakan ku yang baik maafkan tantemu ini biar aku bisa lebih bebas melenyapkan kamu,, batin Syeila sambil melihat Ela yang tampak sedang kebingungan.
Ela dan Salsa langsung saling pandang begitu mendengar ucapan Syeila.
Duhh aku benar-benar bingung nih,, apa tante Syeila sudah benar-benar berubah atau nggak yah? gimana kalau dia hanya pura-pura saja dan memiliki niat jahat di belakang aku? batin Ela penuh pertimbangan.
"Ela,, kamu belum mau memaafkan kekhilafan tante,, kamu nggak percaya sama Tante?" ucap Syeila lagi yang sengaja mengganggu Ela yang sedang berpikir.
Syeila memasang ekspresi wajah penuh penyesalannya agar Ela tidak curiga sedikitpun.
Kok aku curiga yah sama tantenya Ela ini,, kan kalau dipikir-pikir mana mungkin orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kak Juan bisa dengan mudahnya sekarang menyerah untuk tidak mengejar kak Juan lagi,, kan aneh banget? lagian dia terlihat sangat marah sewaktu Ela dan kak Juan jujur mengenai hubungan mereka,, batin Salsa.
"Emm aku percaya kok sama Tante,, aku juga udah memaafkan tante,, aku senang Tante udah sadar sekarang,, aku berharap Tante akan mendapatkan pria lain yang juga baik,, maafin aku juga Tante yah kalau aku ada salah pada Tante," ucap Ela sambil tersenyum pada Syeila.
Syeila pun ikut tersenyum sambil melihat Ela,, lalu memeluk Ela.
__ADS_1
"Makasih yah sayang kamu udah mau berbaik hati memaafkan tante,, padahal kesalahan tante sebenarnya sangatlah fatal," ucap Syeila sambil memeluk Ela.
"Iya tante santai aja,, anggap aja itu semua hanya masa lalu,, nggak usah dibahas lagi," ucap Ela sambil memeluk Syeila juga.
Salsa hanya diam sambil melihat Ela dan Syeila yang sedang pelukan.
"Oh iya kalian lagi curhat-curhatan yah?" ucap Syeila lagi sambil melihat Ela dan Salsa.
"Iya Tante biasalah cewek,," jawab Ela sambil melihat Syeila.
"Yah tentu boleh dong tante,," ucap Ela.
"Oh iya tante kan bisa dandan nih,, kita nanti malam akan jalan bersama pasangan masing-masing,, Tante bisa kan bantuin kita dandan,," ucap Ela yang sengaja ingin menguji Syeila.
Dia ingin melihat ekspresi wajah Syeila ketika dia berbicara seperti itu,, karena sejujurnya Ela belum terlalu yakin dengan perubahan Syeila yang mendadak menurutnya apalagi dia tau Syeila sangat tergila-gila kepada Juan.
__ADS_1
Syeila benar-benar kesal begitu mendengar ucapan Ela,, tapi dia berusaha terlihat biasa saja,, lebih tepatnya berusaha terlihat seperti wanita yang sudah mengikhlaskan orang yang sangat dia cintai bersama orang lain.
"Tentu bisa dong sayang,," ucap Syeila sambil berusaha tersenyum seikhlas mungkin.
"Gampang sih kalau itu,, aku akan buat kalian berdua terlihat sangat cantik malam ini,," ucap Syeila lagi.
"Tapi tante ke dapur dulu yah,, haus banget nih,," ucap Syeila lagi sambil tersenyum lembut pada Ela.
"Oh iya Tante,," ucap Ela.
Syeila pun dengan segera berjalan menuju ke dapur.
"Ela apa loe udah yakin dengan perubahan tante loe? loe nggak ngerasa aneh gitu biar sedikit pun?" ucap Salsa pelan begitu Syeila sudah keluar dari dalam kamar Ela menuju ke dapur.
Hmm ini saatnya menjalankan rencana ku,, sampai bertemu di akhirat nanti ponakan ku,, batin Syeila yang sedang berjalan menuju ke dapur.
__ADS_1