
"Apa Juan berani sekali kamu berbicara seperti itu, coba saja kalau ada yang berani bawah lari istriku, laki-laki itu akan berurusan dengan aku, cepat cari istriku malam ini aku sudah harus ketemu dengan dia" perintah Kenan.
"Siapa tahu kan tuan, kan tuan selalu sibuk dengan Adelia jarang memberi perhatian kepada nona, terus nona kekurangan kasih sayang jadi ada cowok yang ngajak dia kabur dia mau, apalagi nona itu sangat cantik pasti banyak yang antri" ucap Juan sambil menahan tawanya.
"Tahu apa kamu Juan, berani sekali kamu bilang istriku cantik hanya aku yang berhak bilang seperti itu, kamu ini masih mau di gaji atau nggak sih?" tanya Kenan.
"Masih mau tuan" jawab Juan cepat.
"Ya sudah cepat cari tahu dimana keberadaan istriku sekarang, kalau kamu sudah dapat informasinya beri tahu aku biar aku yang menjemputnya" ucap Kenan kemudian mematikan panggilan teleponnya.
Dasar Kenan tidak sabaran banget, paling juga nona di rumahnya atau di rumah sahabatnya, kayak gitu ajah udah panik ucap Juan tapi tetap mencari tahu dengan cepat dimana keberadaan Friska sekarang.
Sedangkan Kenan bolak-balik seperti setrikaan sambil menunggu informasi dari Juan, tapi karena Kenan benar-benar panik dan takut kalau apa yang di bilang Juan itu menjadi kenyataan dia pun memutuskan untuk mencari Friska juga menggunakan mobilnya, tempat pertama yang dia mau kunjungi adalah rumah mertuanya.
#####
Di restoran
Adelia yang sedang makan, tiba-tiba di kejutkan dengan seseorang yang datang langsung duduk di depan Adelia.
"Kamu" ucap Adelia terkejut campur marah.
"Iya aku sayang" ucap Rio dengan senyumnya. Aku sangat merindukan kamu sambung Rio lagi.
"Haa rindu kamu bilang setelah kamu menjualku dengan santainya kamu bilang rindu sama aku. Lebih baik kamu pergi Rio aku sangat jijik melihat wajahmu dan tunggu saja aku akan membalas perbuatanmu setelah aku mendapatkan Kenan" ucap Adelia dengan raut wajah yang sudah benar-benar kesal.
"Santai sayang santai, maafkan aku, aku benar-benar terpaksa waktu itu menjual kamu sayang karena aku di ancam perusahaan ayahku akan di buat bangkrut, jadi aku memilih menjualmu untuk menyelamatkan perusahaan ayahku karena aku hanya di kasih dua pilihan" ucap Rio dengan kebohongannya, karena waktu itu Rio hanya di suruh membawa Adelia jauh-jauh tidak untuk di jual.
"Kamu nggak usah membohongi aku Rio, untuk tujuan apa juga mereka memberimu dua pilihan seperti itu" ucap Adelia.
"Mungkin ini berhubungan dengan kekasih keduamu itu, ada yang tidak suka hubunganmu dengan dia jadi mereka ingin menyingkirkan kamu dengan menyuruhku untuk menjualmu sayang agar kamu jauh dari kekasih keduamu itu karena aku lihat orang itu seperti suruhan orang berada" ucap Rio.
"Heem sepertinya kamu benar, kedua orang tua lelaki bodoh itu tidak menyukaiku, mungkin dia menyuruh orang untuk melakukan itu semua" ucap Adelia.
"Iya sayang, makanya aku benar-benar minta maaf, kamu mau kan kita pacaran lagi" ucap Rio memelas sambil memegang tangan Adelia.
"Iya aku mau" ucap Adelia yang memang masih sedikit mencintai Rio juga.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" ucap Rio sambil mencium tangan Adelia. Oh iya kamu masih pacaran sama dia? tanya Rio.
"Iya masih dia kan cinta banget sama gue, nih gue di belanjain lagi sama lelaki bodoh itu" ucap Adelia sambil tertawa.
"Bagus dong sayang" ucap Rio. Kamu mau kan bagi-bagi sama aku juga kalau kamu di kasih uang sama dia" ucap Rio.
"Pasti sayang, aku lagi ngincar kartu dia mungkin sebentar lagi dia bakalan kasih, aku udah lama banget ngincar kartu itu, walaupun satu sudah dia berikan kepada keponakannya yang sangat menjengkelkan itu, tapi dia pasti masih punya kartu lain" ucap Adelia sambil kesal kalau mengingat pertemuannya dengan Friska.
"Okelah, aku yakin kamu pasti bisa mendapatkan itu" ucap Rio.
"Kamu nggak makan sayang?" tanya Adelia.
"Nggak, aku udah makan kok juga di sini tadi, niatnya pengen pulang tadi tapi nggak jadi karena aku melihat bidadari yang sangat aku rindukan lagi makan sendiri jadi niat pulangnya aku batalkan" gombal Rio. Oh iya kemana laki-laki bodoh itu, katanya tadi kamu di belanjain dia? tanya Rio.
"Dia udah pulang duluan, ada urusan kantor yang penting" ucap Adelia yang hanya beralasan karena sebenarnya dia tidak tahu kenapa Kenan pengen pulang cepat.
"Ok baiklah, aku akan menunggu kamu selesai makan lalu mengantarmu pulang" ucap Rio.
"Kamu memang yang terbaik" ucap Adelia kemudian melanjutkan makannya.
#####
"Astaga kenapa aku nggak meneleponnya sih" ucap Kenan yang baru ingat fungsi ponselnya.
Kenan pun berhenti untuk menelepon Friska, namun ponsel Friska tidak aktif membuat Kenan semakin takut kalau ucapan Juan menjadi kenyataan bertambah lah kepanikan Kenan. Dan Kenan pun tidak kepikiran buat menelepon sahabat-sahabat Friska.
Sementara ponsel Friska tidak aktif karena baterai ponselnya habis, jadi dia charger ponselnya dalam keadaan nonaktif.
Kenan pun mengemudikan lagi mobilnya menuju rumah Friska.
#####
Sedangkan Juan hanya akan mengeluarkan sedikit tenaga lagi untuk mencari Friska, karena ponsel Friska tidak aktif.
Sampai akhirnya Juan tahu kalau Friska berada di salah satu rumah sahabatnya.
Heem bentar-bentar ajah deh aku beritahu Kenan.
__ADS_1
#####
Kenan sudah tiba di rumah Friska. Pak satpam membuka gerbang buat Kenan.
"Tuan Kenan tumben kesini pas lagi nggak ada orang" ucap pak satpam itu karena melihat kaca mobil Kenan terbuka dan raut wajah Kenan tidak seperti biasanya, dia pun tidak langsung mengemudikan mobilnya masuk sewaktu gerbang sudah di buka.
"Haa nggak ada orang?" tanya Kenan ulang untuk memastikan pendengarannya.
"Iya tuan, bapak dan ibu sedang ke luar kota" ucap pak satpam.
"Istri saya?" tanya Kenan.
"Bukannya nona ada di rumah tuan" ucap pak satpam dengan tatapan heran.
"Saya baru pulang dari luar kota, pas sampai rumah istri saya sudah tidak ada di dalam rumah kirain dia kesini, saya hubungi ponselnya tidak aktif" ucap Kenan yang tiba-tiba menemukan alasan.
"Oh nona memang habis kesini tapi bukan hari ini, mungkin nona lagi malam mingguan bareng sahabat-sahabatnya tuan, ini kan malam minggu kebiasaan nona biasa seperti itu" ucap pak satpam lagi.
"Oh ya sudah saya tidak jadi masuk, biar saya cari istri saya sama sahabat-sahabatnya saja" ucap Kenan dengan senyumnya kemudian berlalu pergi dari rumah mertuanya.
#####
Di jalan Kenan ngomel-ngomel dan benar-benar pusing mau mencari Friska kemana.
Juan ini lama banget sih nyari keberadaan istriku ucap Kenan sambil melihat ponselnya yang belum juga di hubungi dengan Juan.
Kenan pun memutuskan untuk menghubungi Juan karena sudah tidak sabar ingin mengetahui keberadaan istrinya.
Juan yang melihat Kenan menghubungi ponselnya hanya menggelengkan kepala dan sengaja agak lama baru dia mengangkatnya.
Kenan ini sebenarnya sudah sangat mencintai nona Friska hanya dia nggak sadar-sadar juga ucap Juan kemudian mengangkat panggilan telepon dari Kenan.
"Juan bisa lebih lama lagi nggak kamu angkat telepon dari aku" ucap Kenan yang benar-benar jengkel karena Juan lama sekali mengangkat panggilan teleponnya.
Juan yang mendengarnya dari balik telepon benar-benar ingin tertawa namun di tahannya.
"Maaf tuan tadi saya sakit perut, sebenarnya saya sudah mau menelpon tuan tapi perut saya benar-benar sakit jadi saya tunda dulu" alasan Juan.
__ADS_1
"Alasan saja kamu, cepat beritahu dimana istri saya pergi, saya akan menjemputnya" ucap Kenan.
"Istri tuan berada di rumah sahabatnya alamatnya di Jalan XXXX, nona sedang bersama cowok-cowok tampan yang seumuran dengannya mungkin salah satu cowok tampan itu ada pacarnya nona" ucap Juan sambil menahan tawanya.