
Kenan sengaja menambah kecepatan motornya membuat Friska semakin takut dan memeluk semakin erat suaminya.
Dia sepertinya sangat marah, tapi aku salah apa? bukannya yang salah Farel dan cowok itu? apa dia mau mengajakku bertemu malaikat maut bersama? nggak apa-apa deh asal bersama suamiku,, batin Friska.
Sementara Kenan lagi menunggu istrinya bersuara.
Astaga kok diam aja sih? nggak peka banget istriku,, batin Kenan.
Sampai di rumah Kenan masih diam saja,, tapi membukakan helm Friska lagi dengan sangat lembut,, lalu segera masuk ke dalam rumah,, Friska pun mengekor di belakang Kenan sambil berjalan pelan takut-takut. Kenan gemas sendiri pada istrinya. Sementara Friska lagi takut,, hari ini dia melihat kemarahan Kenan membuat Friska tidak sanggup untuk bicara padahal biasanya Friska tidak takut pada suaminya itu tapi hari ini Kenan sangat menakutkan ketika marah.
Sementara Kenan yang sudah masuk ke dalam kamar lebih dulu segera menelepon Juan.
"Halo Tuan," ucap Juan begitu mengangkat panggilan telepon dari Kenan.
"Kemana dua anak itu?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Ini masih di tempat tadi Tuan," jawab Juan sambil melihat Farel dan Dion secara bergantian.
Farel dan Dion tampak belum tenang sama sekali.
"Bawa mereka ke markas,, aku ingin bertemu dengan mereka,, jangan sampai sahabat-sahabat istriku tau," ucap Kenan yang tentu dimengerti oleh Juan bahwa Kenan tidak ingin Ela dan Salsa tau.
"Baik Tuan," ucap Juan.
"Bawa mereka berdua secepatnya,, aku akan ke sana sekarang," ucap Kenan lagi.
"Baik Tuan," ucap Juan lagi.
Juan tampak meneguk salivanya kasar setelah Kenan menutup panggilan teleponnya. Tidak menyangka bahwa Kenan akan menyuruh dirinya membawa dua bocah itu ke markas mereka,, tempat orang-orang mendapatkan hukuman dan sepertinya Kenan akan turun tangan langsung. Juan perasannya sudah tidak enak sejak tadi sebenarnya karena melihat kemarahan Kenan tadi. Minuman Kenan pun habis,, bahkan beserta minuman Juan dan Jeki juga Kenan habiskan menandakan Kenan sedang cemburu berat dan sangat marah. Bagaimana mau tidak marah kalau dia mendengar secara langsung istrinya di gombal dengan cowok-cowok yang seumuran istrinya. Apalagi sangat jelas terlihat bahwa mereka menyimpan perasaan untuk Friska.
Juan segera membisikkan perintah Kenan kepada Jeki, dan Jeki pun sama langsung meneguk salivanya kasar,, sambil melihat Farel dan Dion.
__ADS_1
Mau tidak mau mereka akan melakukan perintah Kenan.
Jeki dan Juan segera memanggil istri mereka masing-masing.
"Kalian pulang duluan yah,, ada pengawal yang akan mengantar kalian pulang,, motornya kami mau pakai dulu,, kami mendapatkan perintah mendadak dari Tuan Kenan, dan juga mesti mengurus masalah tadi agar tidak sampai ke media," ucap Juan kepada Ela dan Salsa. Jeki hanya mendengar saja karena apa yang mau dia sampaikan sudah disampaikan oleh Juan.
Sebenarnya masalah media sudah aman. Jeki yang mengurus itu.
Salsa dan Ela yang merasa heran hanya mengangguk saja karena mereka juga takut melihat kemarahan Kenan tadi, jadi mereka langsung menurut saja tanpa banyak tanya.
############
Sementara di dalam kamar,, Kenan sedang memandikan istrinya,, berulang kali Kenan menyabun istrinya agar tidak ada sisa-sisa kuman dari pria lain. Friska hanya diam saja menuruti suaminya, sekalipun dia heran mengapa dimandikan tiba-tiba padahal dia bisa mandi sendiri dan badannya di gosok terutama di bagian tangan. Kenan menahan diri untuk tidak memakan istrinya dengan susah payah,, karena saat ini dia masih mode diam.
Begitu Friska sedang memilih baju,, Kenan segera pergi ke markas,, karena dia masih mode diam jadi Kenan hanya menulis di kertas saja.
__ADS_1
"Aku keluar sebentar,, tidak lama,, ada urusan sedikit,,, jangan kemana-mana tanpa aku, biarpun ada pengawal tapi kamu jangan kemana-mana,, DI RUMAH SAJA!!!"
Tulis Kenan pada sebuah kertas terus ditempel di kaca meja rias istrinya. Friska yang membacanya menepuk jidatnya karena keanehan suaminya.