Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Maaf


__ADS_3

Friska sampai di rumah namun Kenan belum pulang, sedangkan Kenan di kantor sudah berencana akan ke aparteman Adelia terlebih dahulu setelah pulang dari kantor.


Friska pun bersih-bersih dan segera turun memasak buat makan malam serta menunggu kakaknya yang akan datang ke rumahnya malam ini.


Friska menelepon Kenan terlebih dahulu namun Kenan tidak menjawabnya karena sedang bersama Adelia, dia tidak mau kalau Adelia merasa terganggu lagi karena sekarang dia lagi sakit.


"Kenan kenapa nggak di angkat?" tanya Adelia yang berpura-pura lemah seperti orang sakit.


"Oh ini nggak penting kok makanya aku nggak angkat, udah nggak usah di pikirin" ucap Kenan.


Adelia pun tidak menanyakan lagi.


Sedangkan Friska merasa khawatir terjadi sesuatu dengan Kenan karena biasanya Kenan mengangkat panggilan telfonnya.


"Om nggak kenapa-kenapa kan" gumam Friska.


"Lebih baik aku telfon om Juan ajah" ucap Friska lagi lalu segera menelepon Juan.


Juan yang melihat Friska meneleponnya mengernyitkan keningnya terlebih dahulu setelah itu dia mengangkat panggilan telepon dari Friska.


"Halo nona ada apa?" tanya Juan langsung setelah mengangkat panggilan telfon dari Friska.


"Emm om Juan aku mau nanya, om Kenan lagi sibuk yah sekarang karena aku telfon tapi dia tidak angkat" Kata Friska.


Juan pun semakin bingung karena Kenan sudah pulang sejak tadi.


"Tidak nona, tuan Kenan sudah pulang sejak tadi" ucap Juan.


"Oh mungkin dia lagi menyetir dan sebentar lagi sampai, kalau gitu aku tutup telfonnya yah om Juan terima kasih informasinya" ucap Friska lalu mematikan panggilan telfonnya.


Juan pun langsung mencari tahu keberadaan Kenan dan sangat jengkel karena Kenan sedang berada di apartemen Adelia lagi.


Friska sudah duduk di sofa menunggu Kenan sementara Kenan sedang makan malam bersama Adelia di apartemennya.


Hingga kakak Friska datang Kenan belum juga pulang.


"Sayangku" teriak Friska begitu melihat kakaknya setelah membuka pintu rumahnya. Friska pun langsung memeluk kakaknya lagi.


"Hei sayang kamu nggak menyuruh kakakmu ini buat masuk" ucap Finsen kepada adiknya.


"Oh iya ayo masuk kakakku sayang" ucap Friska menyuruh Finsen masuk sambil masih memeluknya.


"Kamu cuma sendiri, suamimu mana?" tanya Finsen.


"Belum pulang kak" ucap Friska.

__ADS_1


Finsen pun tidak curiga karena pikirnya Kenan mungkin sedang sibuk.


"Kakak sudah makan malam?" Tanya Friska.


"Sudah sayang, kamu sudah makan atau belum?" tanya Finsen.


Sudah juga, aku buatin kakak minum dulu yah" ucap Friska setelah mencium pipi kakaknya lalu berjalan menuju dapur.


Kakaknya hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang belum berubah, masih sangat manja terhadap dirinya.


Sebenarnya Friska belum makan gara-gara menunggu Kenan yang tidak dia tahu sedang berada di mana sekarang.


Setelah menyiapkan minuman Friska segera membawakan buat kakaknya.


"Di minum kakakku sayang" ucap Friska setelah menaruh minuman itu di meja.


Finsen pun langsung meminumnya.


"Kakak oleh-oleh aku mana?" tanya Friska manja.


"Ada di mobil kakak sudah menyiapkan buat adik kesayanganku ini dan di rumah papa juga ada sayang karena sudah tidak muat kalau kakak menaruhnya di dalam mobil" ucap Finsen lalu tersenyum sambil mengacak rambut adiknya.


"Ya sudah ayo kita ambil di mobil kakak" ucap Friska semangat.


Mereka pun membawa ke kamar Friska semua barang-barang itu lalu kembali duduk ke sofa.


"Kakak terima kasih yah, aku sangat suka semuanya" ucap Friska bahagia.


"Iya sayang, oh iya buat sahabat-sahabatmu ada juga, tapi untuk sahabatmu yang satunya kakak belinya di sini karena kakak baru tahu kalau sahabatmu bertambah satu orang" ucap Finsen.


Friska pun mengerti yang di maksud kakaknya pasti Dafa.


"Iya kak dia pasti nggak mempermasalahkan itu dan pasti senang juga kalau kakak sudah mau membelikannya berarti kakak mengingatnya juga" ucap Friska.


"Oh iya wajah kakak masih sakit nggak?" tanya Friska lagi.


"Udah nggak kok, suami kamu benar-benar cemburuan yah" ucap Finsen.


Cemburu apaan dia itu hanya nggak jelas ajah batin Friska.


"Nggak kok dia nggak cemburuan kak" ucap Friska.


"Sayang kakak kamu ini laki-laki jadi pasti tahu mana yang cemburuan mana yang nggak cemburuan" ucap Finsen.


Friska hanya mendengarkan saja ucapan kakaknya tanpa memikirkannya.

__ADS_1


"Kakak om tahu kalau kakak mau kesini tapi sampai sekarang dia belum pulang-pulang juga padahal aku ingin dia meminta maaf sama kakak" ucap Friska.


"Om siapa sayang?" tanya Finsen.


"Suami aku kak" ucap Friska.


"Kok kamu manggilnya om?" tanya Finsen heran.


"Karena sudah biasa kak walaupun sekarang dia larang aku memanggilnya om lagi, tapi susah banget mengganti panggilan itu" Kata Friska.


"Kamu harus membiasakan sayang karena dia kan suami kamu" Ucap Finsen lagi lalu tersenyum.


"Heem, oh iya kalau kakak nggak sempat malam ini ketemu dia, kakak datang lagi besok yah, aku pengen dia minta maaf sama kakak" ucap Friska.


"Nggak bisa sayang malam ini kakak udah mau balik lagi, nanti ajah lagian kakak sudah memaafkan suami kamu" Kata Finsen.


"Kakak cepat banget baliknya, aku masih rindu sama kakak" ucap Friska sambil memeluk kakaknya.


"Iya sayang mau bagaimana lagi disana banyak kerjaan yang menunggu kakak, kakak juga masih sangat rindu sama adikku ini. Nanti kita video call ajah yah" ucap Finsen lagi.


"Beda kak video call dan ketemu langsung seperti ini" ucap Friska.


"Iya sih nanti kalau kamu selesai ujian kamu datang kesana deh, gimana?" tanya Finsen.


"Iya memang kak aku udah rencana dan mau kuliah di luar Negeri juga kalau sudah tamat" ucap Friska senang.


"Emmm sayang kalau itu tanyakan dulu sama suami kamu, kalau dia mengizinkan baru kamu boleh kuliah di luar Negeri" Kata Finsen.


"Pasti dong dia izinkan kak, masa istrinya mau maju dia nggak mendukung" ucap Friska lagi.


"Semoga saja yah" ucap Finsen.


Sepertinya susah sayang mendapatkan izin suami kamu karena sepertinya dia tidak bisa jauh dari kamu, dia cemburuan dan sepertinya posesif batin Finsen.


Setelah berbicara cukup lama dengan Friska, Finsen pun pamit untuk kembali ke Singapura dengan tidak bertemu Kenan karena Kenan belum pulang juga. Friska ingin mengantar kakaknya namun Finsen melarangnya, Finsen akan susah buat kembali kalau melihat adik kesayangannya itu dan juga Finsen menyuruh Friska menunggu suaminya saja karena Finsen tidak mau Kenan salah paham lagi sama adiknya kalau pulang ke rumah terus Friska tidak ada di rumah.


#####


Apartemen Adelia


Kenan benar-benar khawatir dengan keadaan Adelia. Setelah makan Kenan pun izin pulang ke rumahnya namun Adelia melarangnya, Adelia menyuruh Kenan untuk tidur saja di apartemennya namun Kenan menolak karena Adelia hanya pacarnya bukan istrinya, jadilah Kenan berlama-lama dulu di apartemen Adelia supaya Adelia tidak marah.


Setelah cukup lama Kenan pun pamit pulang dan Adelia mengizinkannya, Kenan pun berjalan cepat untuk segera pulang namun dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


"Maaf" ucap Kenan kepada pria itu.

__ADS_1


__ADS_2