
Kenan ingin sekali ke kamar Friska karena dia juga sangat merindukan Friska, semenjak jauh-jauh dari Friska Kenan susah tidur, dan malas makan karena sudah terbiasa dengan masakan Friska. Namun karena masih gengsi dan marah dia pun membatalkan untuk ke kamar Friska.
Kenan pun menuruni anak tangga menuju dapur, di lihatnya masih ada makanan dia pun memakan makanan itu sampai habis, karena itu masakan Friska, semenjak menikah dia akan berselera makan kalau Friska yang memasaknya.
Masakan anak kecil ini benar-benar enak batin Kenan.
Setelah makan Kenan pun langsung saja menuju ke kamarnya tanpa membersihkan piring bekas makannya, di pikirnya ada Friska yang akan membereskannya.
Kalau nanti dia pikir aku yang memakan masakannya, tinggal aku bilang saja kalau yang memakan masakannya itu pak satpam, tinggal kerjasama ajah dengan pak satpam gumam Kenan sambil berjalan di anak tangga.
Kenan pun masuk ke kamarnya dan berusaha untuk tidur lagi, walaupun sudah kenyang tapi Kenan masih saja susah tidur.
#####
Pagi pun menjelang. Friska dan sahabat-sahabatnya bangun dengan wajah yang segar karena puas tidur sedangkan Kenan tidak ada segar-segarnya sama sekali bangun dari tidur yang ada mata panda.
Friska pun menyiapkan sarapan walaupun sudah ada bibi di rumah Salsa tapi dia ingin membuat sarapan yang sudah menjadi kebiasaan Friska.
Salsa dan Ela pun lagi bersiap-siap. Setelah Friska selesai membuat sarapan, Friska pun bersiap-siap juga buat ke sekolah. Mereka pun turun bersama menuju meja makan untuk sarapan pagi.
"Ya ampun Fris masakan loe itu enak-enak tahu nggak" puji Salsa setelah memakan satu sendok masakan Friska.
"Iya Fris enak banget" puji Ela juga.
"Kalian itu lebay banget, udah makan ajah terus kita ke sekolah nanti kita telat loe" ucap Friska.
Oke jawab mereka berdua serentak.
Setelah sarapan mereka pun berangkat ke sekolah bersamaan.
#####
Di rumah Kenan, selesai berpakain Kenan pun menuju ke dapur melihat apakah Friska membuat sarapan pagi atau tidak.
Setelah sampai di meja makan, Kenan heran melihat keadaan dapur yang masih sama seperti semalam.
Apa anak kecil itu tidak sarapan, piring pun belum dia bersihkan, dia lagi pakai mode marah juga yah, apa dia sudah berangkat ke sekolah gumam Kenan.
Hemm terserahlah, lebih baik aku ke kantor walaupun pasti nggak enak makan lagi, aku pengen banget tadi makan masakannya ehh dia nggak masak, massa dia masukin ke hati sih omongan aku semalam gumam Kenan sambil berjalan ke luar rumah menuju mobilnya.
__ADS_1
Di lihatnya motor Friska yang sudah tidak ada di tempatnya.
Oh jadi dia benar-benar sudah berangkat ke sekolah, tumben dia nggak ribut minta uang jajan padahal beberapa hari ini aku nggak ngasih dia uang jajan ucap Kenan. Ngapain sih mikirin anak kecil itu, kalau dia nggak minta uang jajan berarti dia masih ada uang sambung Kenan lagi.
Lalu Kenan mengendarai mobilnya menuju kantor.
Pak satpam tidak memberitahu Kenan karena Friska bilang Kenan sudah mengizinkannya.
#####
Di sekolah tiga wanita cantik itu berjalan bersama menuju kelas dengan wajah bahagia. Di dalam kelas sudah ada lima lelaki ganteng yang melihat mereka dengan tatapan heran.
Setelah mereka duduk di bangku masing-masing.
"Tumben kalian datang bersama, itu wajah bahagia banget" ucap Jojo.
"Karena kita tidur bersama tadi malam di rumah gue" ucap Salsa sambil tersenyum.
"Wah tumben, Fris loe nggak di larang sama pak Kenan, loe udah di maafin?" tanya Jojo.
"Nggak di larang lah, malahan gue udah di usir" jawab Friska santai.
"Santai ajah dong kalian" ucap Ela.
"Fris kok bisa?" tanya Haris.
"Yah bisa lah, tahu nggak semalam itu gue udah usaha buat minta maaf sama om Kenan, masakin dia, bela-belain lewat balkon kamar karena dia nggak buka-buka pintu kamarnya setelah lama gue ketok dan dia cuma bilang malas makan masakanku, nggak mau lihat wajah gue berarti sama ajah dong dia ngusir gue, ya udah gue pergi ajah ke rumah Salsa" ucap Friska.
"Fris loe nggak boleh lagi lewat balkon kamar, itu bahaya gue nggak mau terjadi apa-apa sama loe" ucap Dafa khawatir.
"Iya nggak lagi kok Dafa, kecuali darurat" ucap Friska dengan senyum bahagianya karena Dafa khawatir padanya.
"Biarpun darurat Fris, pokoknya jangan lewat balkon itu benar-benar bahaya" ucap Dafa.
"Iya Fris loe itu cuma punya satu nyawa tahu nggak" sambung Farel.
"Iya-iya makasih kalian udah khawatir sama gue" ucap Friska.
"Iya dong kita pasti khawatir sama loe, berarti semalam kalian bersama terus nggak ngabarin kita supaya kita gabung juga, tega banget sih kalian" ucap Ardi.
__ADS_1
"Habis kalau ada kalian pasti kita nggak bisa mendalami drama korea yang lagi kita nonton tahu nggak, kalian kan ribut" ucap Ela sambil tertawa.
"Fitnah loe, kita kan nggak pernah ribut" ucap Haris.
"Heem massa, ehh tapi tahu nggak masakan Friska behh enak banget" ucap Salsa.
"Emang masakan Friska enak banget, itu baru bisa di bilang wanita nggak kayak loe berdua nggak tahu masak jadi laki-laki ajah kalian" ejek Farel sambil tertawa.
"Enak ajah loe kalau bicara, gue udah cantik jadi wanita gini ogah jadi laki-laki, nanti gue pasti bisa masak" ucap Salsa.
"Iya gue juga yang penting yakin" ucap Ela sambil nyengir.
"Iyakan ajah deh nanti kalian nangis" ucap Farel. Ehh tapi Fris loe kok masakin mereka doang sih, masakin kita juga dong sambung Farel lagi.
"Iya Fris loe nggak adil nih sekarang, nangis nih gue" ucap Jojo sambil berpura-pura menangis.
"Jo loe jangan kayak gitu deh, gue lemparin buku juga loe" ucap Salsa.
"Salsa tega" ucap Jojo.
"Sudah-sudah kalian ribut banget, bentar pulang sekolah kalian langsung saja ke rumah Salsa gue masakin, besok juga kan hari minggu jadi nggak ada pr, kita ngumpul-ngumpul ajah dulu hari ini merayakan kebebasan gue" ucap Friska sambil tertawa.
"Asik, boleh juga tuh" ucap Jojo.
"Ehh tapi kita pergi belanja dulu bentar kayaknya stok di dapur gue udah dikit" ucap Salsa.
"Bisa nggak kalau pulang gantian dulu?" tanya Dafa yang dari tadi hanya diam sambil tersenyum mengetahui kalau Friska ternyata pintar memasak juga.
"Bisa dong" ucap Salsa.
"Ya udah kita pulang gantian dulu, terus kita ketemunya di tempat kalian mau belanja ajah nanti loe wa lokasinya, gimana?" tanya Farel.
"Oke setuju" ucap Salsa.
#####
Sedangkan di kantor Kenan memimpin rapat dengan aura dingin dan dia juga sedikit-sedikit marah apabila ada yang tidak sesuai membuat orang yang ikut rapat ingin cepat keluar dari ruangan menegangkan itu.
Juan pun hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Di kepala Kenan hanya memikirkan Friska yang tidak di lihatnya tadi pagi, tidak membuat sarapan dan tidak membersihkan piring kotor.