Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bahagia luar biasa..


__ADS_3

"Aku setuju apapun yang istriku inginkan,," ucap Kenan duluan yang memang akan selalu setuju pada istrinya.


Yang lainnya pun hanya tersenyum mengerti dengan kebucinan Kenan yang sudah pasti akan mengikuti keinginan istrinya,, sedangkan mama dan ayah Kenan geleng-geleng kepala tidak menyangka anaknya yang dulu mati-matian menolak dijodohkan jadi seperti ini.


"Ishhh aku mah udah yakin kamu akan setuju,, tapi yang lain gimana,, setuju nggak? Tante dan Om setuju aja yah,, kan bagus banget kalau kita barengan,," ucap Friska lagi.


"Iya sudah tentu kami setuju dengan ide mu,, kami sebenarnya sudah memikirkan itu sebelum-sebelumnya hanya saja nggak enak mau bilang langsung,, karena jangan sampai kalian juga ingin pesta sendiri,," ucap Mama Ela.


Friska tampak bahagia.


"Ya ampun kalian pestanya bersamaan,, aku juga ikut dong," ucap Ardi.


"Boleh aja tapi kamu udah punya calon belum? udah kerja belum? nanti anak dan istrimu mau makan apa? nggak mungkinkan makan cinta jadi kenyang,," ucap Friska sambil menahan tawanya melihat ekspresi wajah Ardi.


"Hufff iya juga,, cewek mah enak,," ucap Ardi.


Yang lainnya hanya tertawa begitu mendengar ucapan Ardi.


"Udah,, udah,, jadi sekarang udah pasti yah kalian berengan nikahnya?" ucap Mama Kenan lagi.


"Iya," ucap Friska,, Ela dan Salsa bersamaan sambil tersenyum bahagia.


"Tanggal?" tanya Farel.


"Tanggal 1 aja,, setuju? tanya Mama Kenan.


Dan itu membuat Jeki dan Juan tersenyum senang,, berbeda dengan Ela dan Salsa yang langsung malu-malu dan tidak menyangka akan menikah secepat itu.


"Kami setuju saja," ucap Juan dan Jeki bersamaan.


"Yang udah nggak sabaran pengen enak-enak,, tapi kalian jangan tunda-tunda yah serius enak banget loh,, aku aja menyesal kok bisanya dulu menunda-nunda buka segel,,," ucap Kenan yang membuat Friska malu setengah mati.


"Apaan sih sayang,, jangan bicara seperti itu,, malu tau," ucap Friska dengan pipi merah karena menahan malu.


Kenan hanya tertawa karena lagi-lagi berhasil menggoda istrinya.


Sementara Ela dan Salsa langsung saling pandang dengan wajah merona.


"Tumben banget sekarang istriku udah bisa malu,, biasanya juga nggak," ucap Kenan sambil mencolek dagu Friska.


"Gimana nggak malu,, kamu bar-bar gini,," rengek Friska,, dan Kenan lagi-lagi membawa Friska ke dalam dekapannya sambil tertawa bahagia.

__ADS_1


###############


Setelah pembicaraan mengenai hari pernikahan sahabat-sahabatnya,, Friska pun berkeinginan liburan selama 3 hari di puncak bersama sahabat-sahabatnya. Itupun karena Salsa dan Ela juga yang ingin banyak bertanya pada Friska gimana cara menjadi istri yang baik bisa membuat Kenan begitu bucin padanya itulah resep yang ingin mereka tanyakan pada Friska karena mereka juga ingin suami-suaminya nanti bucin pada mereka, mereka tidak mau ada Kenan karena mereka malu jika ada Kenan. Selain itu mereka juga ingin liburan sebelum menjadi istri dan menghabiskan waktu bersama-sama tanpa pria-pria.


"Hah ke puncak 3 hari?" ucap Kenan menimbang-nimbang keinginan istrinya itu karena Kenan mana mungkin bisa berpisah lama-lama dari istrinya.


"Iya sayang,," ucap Friska.


"Boleh tapi nanti yah begitu kerjaan ku selesai kita ke puncak liburan yah,," ucap Kenan sambil mengelus lembut rambut Friska.


"Ishh nggak mau sayang,, aku mau bertiga aja,, tapi kami nginapnya di villa mu,," ucap Friska sambil nyengir.


"Sayang,, aku mana bisa tidur nggak peluk- peluk kamu,, barengan yah dengan aku?" ucap Kenan sambil merayu istrinya.


"Sayang tahan aja dulu,," ucap Friska sambil nyengir.


"Mana bisa istriku,, setengah hari aja kalau gitu,, kan aku nggak boleh ikut," ucap Kenan dengan santainya.


"Ishh sayang mana bisa gitu,, cepat banget,," ucap Friska sambil cemberut.


"Itu udah lama sayang,," ucap Kenan sambil terus merayu Friska agar mau setengah hari saja ke puncak.


"Bisa 3 hari asal suami ikut,," ucap Kenan lagi.


"Akan aku usahakan istriku sayang,, kan nggak terlalu jauh juga," ucap Kenan lagi.


Friska pun hanya angguk-angguk saja dengan keputusan Kenan,, percuma menentang Kenan jika masalah rindu,, Friska pasti kalah. Friska pun segera memberitahukan sahabat-sahabatnya. Salsa dan Ela hanya pasrah saja,, liburan mereka ada Kenan.


###################


Pagi harinya,,,


Mereka segera berangkat dengan Kenan yang mengantar mereka. Juan dan Jeki bukannya tidak tau atau tidak mau ikut,, tapi mereka ditugaskan untuk mengurus perusahaan dulu untuk sementara karena Kenan akan libur satu hari,, setelah itu dia akan ke perusahaan lagi lalu mengajak Jeki dan Juan juga ikut dengannya setelah selesai jam kerja. Itulah rencana yang sudah disusun Kenan. Dia tau Juan dan Jeki juga sebenarnya butuh liburan.


Di perjalanan,, Friska terus saja mual-mual membuat Kenan benar-benar khawatir. Salsa dan Ela juga tak kalah khawatirnya. Beruntung Villa sudah dekat. Friska merasa tidak biasanya mual-mual seperti ini.


"Ke rumah sakit yah sayang," ucap Kenan khawatir.


"Nggak usah,, langsung ke Villa aja mungkin aku hanya perlu istirahat sayang,," ucap Friska,, Kenan pun dengan terpaksa menyetujui ucapan istrinya itu walaupun hati tak tenang melihat istrinya yang mual-mual.


Friska tau rumah sakit sangat jauh.

__ADS_1


Sampai di Villa pun Friska masih saja mual-mual,, pusing bahkan saat ini terlihat pucat. Kenan benar-benar khawatir.


"Fris,, jangan-jangan kamu hamil,," ucap Ela yang menebak-nebak karena pernah menonton suatu drama.


Degh!!!


Friska dan Kenan saling pandang.


"Aku emang udah telat datang bulan,, tapi aku nggak mau bilang-bilang dulu takutnya salah,, aku juga udah beli test pack dan aku bawa di tas,, belum pernah aku gunakan,, apa sekarang aku coba aja kali yah?" ucap Friska yang membuat Kenan berbinar-binar berharap Friska memang benar-benar hamil.


"Iya ayo Fris, kamu tes,, mumpung masih pagi,, buruan ke kamar mandi,," ucap Ela lagi.


Salsa pun tampak antusias.


Kenan langsung mencari test pack di dalam tas Friska,, lalu segera menggendong istrinya menuju ke kamar mandi.


"Mau kemana sayang?" tanya Friska.


"Ikut masuk ke dalam sayang,, aku bantuin cek,," ucap Kenan.


"Ishhh jangan,, malu tau,," ucap Friska lalu segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu.


"Hah malu? aku sudah melihat semuanya bahkan menghafal setiap lekuk tubuhnya masih saja malu,," ucap Kenan tak habis pikir dengan istrinya itu.


Ela dan Salsa hanya tersenyum sambil tertunduk begitu mendengar ucapan bar-bar Kenan.


Kenan tampak tidak sabar menunggu hasilnya. Kenan terus mondar-mandir di depan pintu kamar mandi.


"Sayang,, kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Kenan karena Friska belum masuk-masuk juga.


"Aaaaaaa," terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi membuat Kenan menjadi panik luar biasa.


"Sayang buka pintunya,, kamu kenapa? sayang?" ucap Kenan sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi,, ingin mendobrak tapi ingat istrinya ada di dalam. Ela dan Salsa juga tak kalah paniknya.


Hingga Friska akhirnya keluar.


"Sayang kamu kenapa? kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Kenan khawatir.


"Hasilnya garis dua,, berarti aku positif kan?" tanya Friska.


Kenan dengan cepat mengambil test pack yang dipegang Friska.

__ADS_1


"Istriku hamil,, istriku hamil,," ucap Kenan sambil mengecup pipi Friska berkali-kali lalu memeluknya dengan perasaan bahagia luar biasa. Inilah yang ditunggu-tunggu Kenan selama ini istrinya hamil dari benihnya.


#####,,,,,########


__ADS_2