
"Sayang kamu kenapa kok menutup wajah mu terus sih? sini dong lihat aku,, biasanya kalau habis bercinta kamu suka ke dipeluk,," ucap Kenan begitu melihat Friska yang membelakangi dirinya dan juga menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,, bahkan Kenan saat ini tidak memakai selimut.
Kenan menahan tawanya melihat istrinya yang tampak malu setelah percintaan panas mereka sedangkan Friska seperti tidak sanggup lagi memperlihatkan wajahnya pada Kenan,, Friska tidak habis pikir mengapa tadi dia sangat menikmati sentuhan Kenan bahkan sampai mendesah tidak karuan.
"Sayang,," ucap Kenan lembut sambil berusaha masuk ke dalam selimut Friska.
"Ishh jangan dekat-dekat,," ucap Friska.
"Sayang mengapa kamu sangat tega,, tadi kamu begitu menikmati setelah puas menyuruh ku untuk jangan dekat-dekat,, kamu sungguh tega sayang,, sungguh tega," ucap Kenan sambil menahan tawanya.
"Aku tidak menikmati sedikit pun,," ucap Friska sambil berbalik melihat Kenan.
Kenan sangat pandai membuat Friska bereaksi.
Begitu Friska lengah dengan segera Kenan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Friska.
"Tidak menikmati tapi tadi jerit-jerit," ucap Kenan lagi sambil membawa Friska ke dalam dekapannya.
Seketika Friska memberontak tidak ingin di dalam dekapan Kenan.
"Sayang,, kamu malu yah?" goda Kenan.
Pipi Friska menjadi merah merona begitu mendengar pertanyaan Kenan.
__ADS_1
"Tidak,, tidak sama sekali," elak Friska.
"Tapi pipi mu ini tidak bisa berbohong,," ucap Kenan lalu segera mengecup pipi Friska.
"Ishh aku tidak malu,, kamu sangat mesum jauh-jauh padaku,," ucap Friska.
"Mesum-mesum gini tapi kamu suka,," ucap Kenan.
"Nggak," ucap Friska.
"Massa?" ucap Kenan lalu membawa tangan Friska memegang tongkat pusaka nya yang saat ini sudah on lagi.
Friska langsung teriak dengan kejahilan Kenan. Kenan tertawa melihat istrinya yang teriak.
"Apaan sih,, sana jauh-jauh,, aku nggak mau," ucap Friska.
"Massa nggak mau yang enak-enak sih sayang? aku mau kasih kamu yang enak-enak loh ini,," goda Kenan lagi.
Friska tidak sanggup lagi menghadapi Kenan,, Friska langsung menyembunyikan wajahnya di dada Kenan.
"Sayang enak kan tadi?" tanya Kenan.
"Apa sih,, jangan tanyakan yang seperti itu,," ucap Friska sedikit teriak.
__ADS_1
"Aku harus bertanya sayang,, karena kalau tidak enak aku akan lebih berusaha lagi sebentar," ucap Kenan dengan santai sambil menahan tawanya.
Kenan punya kerjaan tambahan saat ini yaitu menggoda istrinya.
"Apa? jangan bilang kamu mau begituan lagi sebentar? aku nggak mau,, bisa-bisa aku tidak bisa jalan,," ucap Friska sambil menatap Kenan.
Kenan langsung mengecup bibir Friska.
"Tentu aku mau lagi,, mana cukup hanya satu kali sayang,, dan tongkat ku sekarang sudah on,, jadi harus masuk ke sarang lagi,, kan tadi aku sudah membawa tanganmu,, on kan tadi?" goda Kenan lagi-lagi.
Friska seketika ingin menjauh dari Kenan namun Kenan tidak mungkin membiarkan itu terjadi.
"Mandi yuk istriku sayang," ucap Kenan lalu menggendong tubuh Friska membawanya ke kamar mandi.
Friska merasa lega begitu Kenan mengajaknya mandi,, Friska pikir Kenan tidak akan melakukan hal itu lagi,, namun dugaan Friska salah besar karena di kamar mandi pun Kenan tetap memasukinya membuat Friska lagi-lagi hanya bisa menikmatinya dan pasrah. Sedangkan Kenan memang akan menggarap Friska terus mengingat sudah lama mereka tidak bercinta,, anggap saja bulan madu kedua mereka.
Sementara di tempat lain,, Juan mengernyitkan dahinya begitu melihat Raka yang terdiam dan tampak sedang memikirkan sesuatu.
"Mikirin apa?" tanya Juan.
"Itu mikirin Kenan dan dek cantik,, pasti saat ini mereka lagi uh,,ah,,uh,,ah deh,,, aku yakin yah biar pun dek cantik sedang hilang ingatan pasti Kenan akan melakukan apa yang dia inginkan terlihat banget tadi pikiran tidak beres Kenan,, enak banget sih Kenan,, mana dek cantik makin cantik lagi,," ucap Raka yang membuat Juan langsung tertawa.
"Raka,, Raka pikiran mu itu,, aku pikir kamu lagi mikirin apa, ehh ternyata mikirin suami istri yang sedang melepas rindu,, Tuan Kenan sudah berbulan-bulan tidak begituan yah sudah wajar jika dia sudah tidak tahan lagi dan memakan istrinya,, toh sah,, sah saja mereka suami istri,, dasar jomblo ngenes,," ejek Juan lalu tertawa melihat Raka.
__ADS_1