Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Dia lagi di jalan


__ADS_3

"Sayang kamu cepat banget akrab sama karyawan-karyawan disini, kalian dekatnya kapan?" tanya Kenan karena dia saja yang sudah agak lama berada di kantor belum akrab sama sekali pada karyawan-karyawan di kantor itu karena memang dia orangnya yang dingin.


"Barusan sih aku dekat dengan mereka," jawab Friska.


"Iyalah aku cepat akrab aku kan orangnya murah senyum dan juga rasa ingin tahunya itu besar banget, jadi tadi aku waktu mau pergi beli cemilan, aku sempatkan dulu keliling di perusahaanmu sambil berbicara dengan karyawan-karyawan yang ada disini makanya aku akrab dengan mereka, lagian mereka juga baik-baik dan aku nggak bilang sama sekali sayang kalau kamu itu suamiku padahal mereka kepo banget loh" ucap Friska lagi.


"Oh jadi itu alasannya kamu jadi lama tadi sayang, sehingga aku menyusulmu, tapi untung banget aku menyusul kamu tadi sayang" ucap Kenan.


Friska pun menganggukan kepalanya sambil memakan makanannya.


"Oh iya kenapa nggak bilang ajah sayang, aku suami kamu lagian aku nggak apa-apa juga kok malahan aku senang," ucap Kenan lalu memakan makanannya juga.


"Iihh jangan dong sayang nanti berita itu sampai ke Indonesia dan juga pasti karyawan-karyawan disini menjadi sungkan sama aku, dan aku nggak mau kalau itu terjadi" ucap Friska.


"Oh iya kejadian yang tadi nggak akan menyebarkan sayang?" tanya Friska.


"Kamu maunya gimana istriku?" tanya Kenan.


"Aku maunya itu tidak tersebar," ucap Friska.


"Oke itu urusan gampang," ucap Kenan.


"Oh iya aku nggak suka sama teman lamamu itu, dia terlihat jelas tidak suka pada aku," ucap Friska kepada Kenan. Kenan pun mengerti kalau yang dimaksud istrinya itu yaitu Renata.


"Masa sih sayang," ucap Kenan seakan tidak percaya karena setahunya Renata cukup baik padahal Kenan hanya tidak tahu saja kalau Renata itu terlihat baik hanya di depannya saja.


"Beneran sayang, dia itu jelas banget nggak suka sama aku," ucap Friska sambil melihat Renata yang sedang duduk makan dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tadi sewaktu aku bicara dengan karyawan kamu yang lain, dia malah melihat ke aku dengan penuh kebencian," ucap Friska lagi.


"Tumben banget tuh dia diam di tempat kayak gitu nggak cari masalah lagi, datang kesini misalnya," ucap Friska kemudian.


"Nggak usah banyak pikiran sayang, sekarang makanlah lagian bagus kalau dia diam begitu aku dan kamu jadi nggak perlu repot-repot lagi untuk menyuruhnya pergi dari meja ini," ucap Kenan.


Friska pun mengikuti ucapan suaminya itu karena memang benar yang dia katakan, dan sangat banyak yang memperhatikan keromantisan mereka, bagaimana Kenan yang sangat perhatian pada Friska.

__ADS_1


Setelah makan Kenan pun menemani istrinya untuk pergi membeli cemilan yang tidak jauh dari kantornya itu. Friska memang sangat suka ngemil, sangat suka makan dan terkadang juga olahraga, itulah badannya sangat bagus, berisi pada tempatnya, sangat bagus di pandang mata.


"Sayang kita pergi jalan-jalan ajah mau nggak?" tanya Kenan yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan istrinya dan juga memegang cemilan istrinya.


"Nggak deh, kamu kerja ajah yang penting aku ada cemilan udah bisa aku menunggumu sampai selesai kerja," ucap Friska.


"Kamu nggak bosan emangnya?" tanya Kenan.


"Nggak sayang asal ada kamu juga aku nggak bakalan bosan," ucap Friska.


"Pintar yah sekarang gombalnya," ucap Kenan gemas.


Friska pun hanya tertawa sambil berjalan bersama Kenan.


#######


"Kenapa loe Ela, muka loe kayak gitu banget?" tanya Salsa pada Ela ketika mereka sedang makan siang.


"Ini gue lagi bingung tahu nggak sekaligus lagi galau," ucap Ela.


"Ada-ada ajah, galau-galau segala, loe kan jomblo buat apa loe galau," ledek Farel.


"Gue galau nih waktu di dalam kelas tadi ketika guru sedang mengajar, kak Juan nelfon gue terus gue nggak sengaja menutup panggilan telfon dari dia," ucap Ela dengan sedihnya.


"Serius kak Juan nelfon loe Ela?" tanya Salsa seakan tidak percaya, karena di ponselnya Juan tidak menelepon dirinya, biasanya kalau Juan menelepon sahabat Friska pasti Juan hampir menelepon semuanya, entah ingin menanyakan sesuatu atau apapun itu dan pasti berhubungan dengan Friska.


"Iya kak Juan nelfon gue tadi dan tangan gue ini bodoh banget malah menutup panggilan telfon dari kak Juan," ucap Ela lagi.


"Telfon balik lagi ajah Ela," ucap Dafa.


"Nah itu dia gue bingung nih, kak Juan nelfon gue itu sengaja atau nggak sengaja yah, gue mau telfon balik tapi takut ganggu, gue sebagai calon yang baik nggak boleh ganggu dia kalau lagi kerja," ucap Ela lalu tertawa.


"Idihh kepedean banget nih anak, nanti gila lagi loe," ledek Haris.


"Kak Juan nelfon loe lagi nggak?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Nggak lagi Salsaku sayang, kamu loading banget deh, kalau dia nelfon gue lagi sudah pasti gue nggak galau gini, gimana sih loe," ucap Ela.


"Syukur deh," ucap Salsa lalu nyengir.


"Dasar loe," ucap Ela.


"Gue sih yakin Ela, kak Juan itu nggak sengaja nelfon loe," ucap Salsa.


"Ehh tapi kan tadi kata Ela, dia menutup panggilan telfon dari pak Juan walaupun nggak sengaja tapikan pak Juan pasti mikirnya Ela sengaja menutup panggilan telfon dari dia, itulah dia nggak mau nelfon lagi kan malu, gitu sih gue lihatnya dari pandangan seorang laki-laki," ucap Ardi.


"Oh iya bisa jadi gitu Ela, pak Juan jadi nggak mau nelfon loe lagi," ucap Dafa juga yang membuat Ela berpikir keras.


"Seriusan gitu, gue telfon deh kak Juan kalau gitu biar dia nggak salah paham sama calonnya ini," ucap Ela dengan centilnya sambil mengambil ponselnya namun Salsa menahannya.


"Kenapa Salsa?" tanya Ela.


"Loe jangan nelfon kak Juan, biar ajah dia yang berusaha, biar ajah kak Juan mikir sekarang kalau loe sengaja menutup panggilan telfon dari dia, loe kan cewek jadi harus jual mahal juga dong biar loe rasa gimana rasanya di kejar sama cowok, gitu sih menurut gue sebagai seorang wanita," ucap Salsa.


"Iya juga Salsa ada benarnya," ucap Jojo.


"Salsa emang selalu benar kok kalau versi kamu Jo," ledek Haris.


"Hemm Jojoku sayang aku padamu," ucap Salsa yang membuat Jojo bergidik ngeri.


Ela pun tidak jadi menghubungi Juan setelah mendengar pendapat dari sahabat-sahabatnya.


Juan di ruangannya kerja sambil menunggu ponselnya berdering, namun ponselnya tak kunjung berdering juga.


"Ini ponsel bisa nggak sih berdering, Ela ini benar-benar keterlaluan yah padahal tadi aku meneleponnya kenapa dia tidak menelepon aku balik sih, sombong banget tuh anak," omel Juan lalu lanjut kerja lagi.


########


"Duh siapa sih yang nelfon di saat gue lagi di jalan gini," ucap Ela yang mendengar bunyi ponselnya, dia pun segera memberhentikan kendaraannya dan melihat siapa yang meneleponnya.


"Serius ini kak Juan nelfon lagi," ucap Ela dengan senangnya yang luar biasa, dia pun segera mengangkat panggilan telfon dari Juan.

__ADS_1


"Halo kak Juan," ucap Ela sambil senyum-senyum sendiri.


Dia lagi di jalan, habis darimana lagi nih anak jam segini masih di jalan batin Juan begitu mendengar suara kendaraan banyak dari balik telfon.


__ADS_2