Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Dengan perasaan bahagia


__ADS_3

"Seriusan Ela lebih dekat dengan Farel, kasian banget Juan dia harus lebih berusaha lagi tuh buat dapatin Ela kalau dia benar-benar cinta pada Ela," ucap Kenan.


"Iyalah pasti lagian Ela pantas kok di perjuangkan," ucap Friska lalu tertawa.


"Iya kayak kamu," ucap Kenan lalu tersenyum.


"Iishh ada-ada ajah deh mulai lagi gombalnya ihh," ucap Friska.


"Astaga istriku aku tuh nggak gombal tahu, lah emang benar yang aku bilang," ucap Kenan.


"Iyain ajah deh," ucap Friska sambil tersenyum, namun seketika itu juga raut wajah Friska berubah.


"Kenapa sayang?" tanya Kenan.


"Kamu tadi nggak ngapain-ngapain kan di club?" tanya Friska penuh selidik.


"Astaga nggak dong istriku, malahan tadi tuh aku pengen cepat keluar dari tempat itu sayang tapi aku nggak bisa bawa Juan sendiri abis dia itu udah mabuk banget terus ngoceh nggak jelas di ajak pulang nggak mau, jadi aku nunggu bawahanku dulu untuk mengantar Juan pulang, tapi ihhh emang banyak banget perempuan nggak baik disana, pakaiannya kurang bahan coba kamu yang pakaian begitu di dalam kamar senang aku tuh" ucap Kenan dengan senyum mesumnya membuat Friska merinding dengan pipi yang sudah merona, Friska belum membayangkan berpakaian kurang bahan di dalam kamar bersama Kenan suaminya.


"Cie malu," goda Kenan.


"Ihh kamu tuh sengaja kan bicara begitu biar aku nggak marah," ucap Friska mengalihkan pembicaraan.


"Nggak dong sayang, lahh kamu juga jangan marah aku hanya melindungi Juan tadi sayang, kasian kan dia kalau sampai di manfaatkan sama wanita begitu di bawa tidur bersama, ihh ya ampun aku nggak sanggup membayangkan itu, Juan yang polos di manfaatkan hanya karena mabuk gara-gara wanita" ucap Kenan sambil bergidik ngeri.


"Tapi kamu nggak mabuk juga kan, kamu nggak nyentuh minuman itu biar sedikit pun kan?" tanya Friska lagi.


"Iyalah nggak sayang, kamu lihat nih suamimu segar bugar begini, aku tuh cuma menjaga Juan ajah tadi habis itu pulang ke apartemen tapi sebelum itu aku lihat Juan dulu di apartemennya," jawab Kenan lagi.


"Hemm bagus deh, terus om Juan sekarang nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Friska.


"Nggak kok cuma mabuk ajah sekarang dia sudah tidur, paling cuma hatinya yang kenapa-kenapa, dan juga pastinya dia akan malu banget begitu melihat video dia sendiri," ucap Kenan lalu tertawa.


Friska pun ikut tertawa.


"Om Juan tuh emang aneh tahu nggak, tapi dia hebat juga bisa menyembunyikan perasaannya," ucap Friska.


"Itu bukan di sembunyikan tapi dia bodoh nggak menyadari perasaannya sendiri sayang, aku heran kok ada orang jomblo seperti Juan yah," ucap Kenan sambil geleng-geleng kepalanya.


"Ihhhs sombong mentang-mentang udah nikah bilangin om Juan sampai segitunya," ucap Friska.

__ADS_1


Kenan pun langsung tertawa.


"Yah emang gitu kenyataannya sayang," ucap Kenan setelah menghentikan tawanya.


"Sayang rindu,, kamu kapan baliknya sih lama banget, aku tuh pengen peluk-peluk kamu tahu nggak, aku bosan peluk guling terus ihh," rengek manja Friska yang membuat Kenan benar-benar ingin segera pulang dan memeluk istri manjanya itu karena dia juga memang sudah sangat merindukan istrinya.


Friska lupa kalau suaminya pulang berarti dia akan memberikan hak suaminya yang sudah lama di tahan-tahan oleh Kenan, Friska hanya mengungkapkan saja kerinduannya pada Kenan karena dia memang benar-benar rindu sekali pada suaminya itu.


Kenan pun tersenyum.


"Sayang kamu beneran rindu sama aku?" tanya Kenan lagi.


"Iya yank biasanya tuh kalau mau tidur sambil peluk kamu atau biasanya kamu yang meluk-meluk sih, terus aku ada tempat manja-manjanya nah ini aku mau manja-manjaan tapi nggak ada kamu, sama tembok juga nggak bisa," rengek Friska lagi yang membuat Kenan senyum-senyum karena jarang melihat istrinya itu merengek manja seperti itu dan Kenan sangat suka jika istrinya seperti itu.


"Sayang kamu imut banget sih kalau lagi merengek gini, kamu sabar ajah yah sayang aku disini kerja cepat-cepat biar bisa cepat pulang biar kamu bisa manja-manjaan sama aku," ucap Kenan.


"Malas ahh sabar kamu lama banget, aku mau cari suami lain ajah yang selalu ada," ucap Friska sambil menahan tawanya karena melihat ekspresi Kenan yang kaget dan panik seketika.


"Sayang ihhh kok gitu, nggak boleh yank kamu tega banget sayang, aku nangis disini nih," ucap Kenan yang memang benar-benar panik, dia sangat tidak mau istrinya begitu. Kenan sudah berniat akan menambah penjagaan buat istrinya biar istrinya tidak bisa dekat-dekat dengan cowok lain.


Friska langsung tertawa sambil melihat suaminya.


"Beneran sayang kamu nggak kayak gitu, pokoknya aku bakalan nambah penjagaan buat kamu, kamu harus dijaga dari laki-laki lain," ucap Kenan.


"Astaga yank nggak mau yang kemarin ajah banyak banget ihh,, aku nggak bakalan begitu sayang percaya deh sama aku, jangan tambah lagi yah," rayu Friska.


"Tambah deh pokoknya sayang, aku nggak mau yah istriku di ambil orang, nggak mau banget aku bisa gila, kamu itu penyemangat aku sayang pokoknya semuanya deh," ucap Kenan serius.


"Jangan tambah yank aku ngambek nih," ancam Friska.


"Iya deh aku kalah, aku nggak tambah pengawal buat kamu, jangan ngambek sayang yah," rayu Kenan.


"Nah gitu dong, nggak kok aku nggak ngambek," ucap Friska.


"Tapi sayang kamu jangan kepikiran buat cari laki-laki lain," ucap Kenan.


"Nggak kok kan udah bilang aku bercanda tadi," ucap Friska lagi.


"Jangan bercanda yang begitu aku nggak mau dengar sayang," ucap Kenan.

__ADS_1


"Iya nggak lagi kalau nggak lupa," ucap Friska lalu nyengir.


"Di ingat terus pokoknya," ucap Kenan.


"Iya aku akan mencoba ingat terus," kata Friska.


"Tidur gih sayang, terus kerjanya cepat aku beneran rindu yank, rindu banget ihh," rengek Friska lagi.


"Iya istriku, aku tuh yang paling rindu sama kamu," ucap Kenan lalu tersenyum.


"Aku pokoknya," ucap Friska tidak mau kalah.


"Iya-iya istriku yang paling rindu," ucap Kenan yang memang selalu mengalah pada istrinya.


Friska pun tersenyum.


"Ya udah deh tidur yank, aku mau tidur juga, miss you," ucap Friska lalu cium jauh pada suaminya dan segera menutup panggilan video call dengan suaminya karena dia lagi-lagi merasa malu.


Kenan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat istrinya itu melalui CCTV.


########


Juan bangun pagi dengan kepala pusing efek dari mabuknya, dia kembali mengingat-ngingat apa yang terjadi semalam dan dia merasa sangat malu pada dirinya sendiri, bisa-bisanya dia pergi minum karena memikirkan Ela yang lagi jalan bersama pria lain.


Juan terkejut melihat Kenan di dalam apartemennya sambil menonton video, Juan mengernyitkan keningnya begitu mendengar seperti suaranya sendiri dan melihat Kenan memegang ponsel dirinya, dia berjalan ke dekat Kenan, Kenan sudah tahu kalau Juan sudah bangun tapi dia sengaja masih menonton video itu, dan betapa malunya Juan,,, malu sampai ke ujung planet begitu melihat videonya sendiri yang sedang teriak-teriak dan terlihat seperti pria yang sangat patah hati, sangat kasihan.


Karena terlalu malu Juan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Hari demi hari pun berlalu, Juan pasrah dengan Kenan yang selalu mengejek dirinya sedangkan Friska dan sahabat-sahabatnya fokus untuk ujian, dan hari ini adalah hari terakhir untuk mereka ujian.


#######


Friska mengusap matanya berulang-ulang begitu melihat sosok yang sedang berdiri di samping mobil, menggunakan kacamata hitam sambil memainkan ponselnya, sangat mirip dengan suaminya bahkan mobil juga sama dengan mobil suaminya. Friska juga melihat banyak yang menatap kagum pada pria itu apalagi para wanita.


Kenan mendongakkan kepalanya dan tersenyum begitu melihat istrinya, wanita yang sangat dia rindukan.


Kenan langsung merentangkan kedua tangannya dengan senyumnya yang sangat manis dan juga tatapan penuh rindunya pada istrinya sedangkan Friska yang menyadari kalau itu benar-benar suaminya langsung berlari memeluk suaminya.


Kenan memeluk istrinya juga dengan perasaan bahagia. Dia benar-benar merindukan istri manjanya itu.

__ADS_1


"Sayang aku pulang," ucap Kenan sambil masih memeluk istrinya.


__ADS_2