
"Haa APA!!! ucap Kenan dengan ekspresi wajah yang tidak terima dengan jawaban Friska.
Friska bingung melihat ekspresi Kenan.
Memang apa yang berubah sih, perasaan sama ajah dari dulu aku lihatnya sampai sekarang dia nggak berubah masih sama ajah, cuma tadi bau parfumnya yang berubah dan aku suka banget sama bau parfumnya yang sekarang batin Friska.
"Coba sayang perhatikan baik-baik masa tidak ada" ucap Kenan lagi.
Duhh percuma banget aku perawatan lama-lama, bayar mahal-mahal supaya di puji istri dan bisa terlihat sama mudanya dengan dia, eh dia malah nggak puji sama sekali bahkan tidak menyadari perubahan pada wajahku, padahal sahabat-sahabatnya tadi pada memuji aku, aku nggak mau di puji sahabat-sahabatnya yang aku mau istriku yang memujiku batin Kenan.
Friska pun memperhatikan sekali lagi dengan seksama.
"Nggak ada sayang, cuma bau parfum kamu ajah yang berubah, mau apalagi yang berubah suamiku sayang, tumben kamu bawel" ucap Friska sambil memegang kedua pipi Kenan lalu mencium bibir Kenan.
Friska yang ingin melepaskan ciuman bibirnya malah di tahan oleh Kenan agar lebih lama.
"Wajahku sayang emang nggak berubah?" tanya Kenan setelah melepaskan ciumannya.
"Nggak kok sayang, mau berubah gimana" ucap Friska sambil mengernyitkan keningnya bingung.
"Tau ahh gelap" ucap Kenan ngambek lalu beranjak duduk di sofa.
Dokter itu melakukan perawatan atau nggak sih, masa nggak ada perubahan sama sekali dimata istriku batin Kenan kesal.
Friska langsung tertawa setelah mendengar ucapan Kenan lalu menyusul Kenan yang sedang duduk di sofa.
Kenan semakin kesal karena Friska malah tertawa.
"Sayang kamu kenapa sih aneh banget hari ini?" tanya Friska sambil duduk dan merangkul lengan Kenan.
"Nggak kenapa-kenapa kok ketawa ajah terus, hatiku nggak sakit kok" ucap Kenan namun tetap membiarkan Friska yang sedang merangkulnya.
"Heem nggak kenapa-kenapa tapi bibirmu moyong lima senti tuh" ucap Friska sambil menahan tawanya.
"Kamu nggak peka sih sayang, masa nggak ada perubahan" ucap Kenan yang masih tidak terima.
"Lah memang nggak ada perubahan kok sayang," ucap Friska heran.
"Sayang perhatikan baik-baik dong masa nggak ada sih" rengek Kenan yang tiba-tiba menjadi manja.
Friska pun kembali mengikuti perintah Kenan, memperhatikan suaminya itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, dan akhirnya menemukan perubahan pada Kenan.
"Haa iya ada sayang yang berubah dari kamu" ucap Friska.
Kenan langsung semangat seketika begitu mendengar ucapan istrinya itu yang sudah dia tunggu-tunggu sejak tadi.
__ADS_1
"Ayo apa sayang, katakan" ucap Kenan antusias lalu tersenyum bahagia. .
"Emm ini sayang kamu kok ada uban, pernah nggak ada loh" ucap Friska sambil melihat baik-baik rambut Kenan.
Senyum Kenan yang tadinya merekah berubah suram.
Kenan seketika panik dan langsung lari ke depan cermin.
Friska lagi-lagi bingung melihat Kenan yang panik.
Uban nggak mungkin aku beruban batin Kenan ngenes.
Kenan pun bercermin dan mencari uban itu namun tak melihatnya.
Friska pun berjalan mendekat kepada Kenan.
"Sayang ubannya mana cepat tunjukan padaku" teriak Kenan frustasi.
Friska benar-benar geleng kepala melihat kelakuan Kenan. Lalu dia datang mencari uban yang ada di rambut Kenan yang sempat di lihatnya.
"Sayang kamu duduk dong aku susah nih lihatnya" ucap Friska.
Kenan pun dengan cepat menuruti ucapan istrinya itu.
"Iya sayang sabar aku lagi cari nih" ucap Friska lalu tertawa.
"Sayang kok kamu tertawa?" tanya Kenan.
"Abis kamu lucu sih" jawab Friska.
"Nah ini sayang ubanmu" ucap Friska antusias sambil menyuruh Kenan untuk mencermin ubannya supaya dia bisa melihatnya.
Kenan benar-benar heran dengan ekspresi yang diberikan oleh istrinya itu, yang terlihat sangat antusias.
"Sayang kok kamu kayaknya senang banget suami kamu beruban?" tanya Kenan.
"Supaya kamu bisa cari yang sama mudanya dengan kamu yah, terus kamu alasan deh minta cerai karena aku terlalu tua untuk kamu karena uban ajah udah ada" cerocos Kenan.
Friska langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Kenan.
"Sayang bukannya ini yang kamu maksud ada perubahan dari kamu, makanya aku senang karena sudah menemukannya jadi kamu nggak nyuruh aku lagi buat mencarinya, iyakan?" ucap Friska yang membuat Kenan ingin pingsan saja.
"Aku nggak akan minta cerai sayang apalagi cari yang sama mudanya dengan aku jadi nggak usah berpikiran negatif padaku," ucap Friska yang membuat Kenan tersenyum.
"Tapi sayang itu uban beneran yah, aku baru lihat langsung loh sayang karena ayahku belum punya uban" ucap Friska dengan polosnya.
__ADS_1
Kenan langsung terjatuh seketika ke lantai membuat Friska langsung panik.
"Sayang kamu kenapa" ucap Friska panik sambil menggoyangkan tubuh Kenan.
"Sayang jangan buat aku panik dong, sayang" ucap Friska lagi sambil menepuk-nepuk pipi Kenan.
"Sayang kamu jangan pingsan dong, sayang bangun dong" ucap Friska yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Aku harus panggil mereka nih" ucap Friska sambil ingin beranjak keluar kamar untuk memanggil sahabat-sahabatnya namun Kenan langsung menarik tangannya.
Friska pun langsung terjatuh ke pelukan Kenan lalu Kenan segera memeluknya dengan erat.
"Nggak usah panggil mereka sayang, pasti mereka ganggu" ucap Kenan.
Friska pun segera memeriksa Kenan.
"Kamu sudah sadar sayang" ucap Friska.
"Aku nggak pingsan kok sayang padahal aku ingin sekali pingsan karena mendengar penghinaan secara halusmu itu" ucap Kenan sambil membawa Friska bersandar ke dadanya dan memeluk pinggang Friska.
"Yang mana aku menghinamu, aku nggak menghina sejak tadi" ucap Friska heran.
"Itu loh sayang yang kamu bilang baru pertama kalinya lihat uban, karena Ayah mertuaku belum punya uban sama sekali. Itu sama saja kamu bilangin aku lebih tua daripada ayah mertuaku sendiri sayang, nyesek tahu nggak hati suamimu ini sayang" ucap Kenan ngambek.
Friska lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Kenan.
"Aku nggak bohong sayang memang itu kenyataannya, aku baru kali ini lihat uban secara langsung sayang, tapi ini bukan berarti aku bilangin kamu lebih tua daripada ayahku, mungkin saja ini hanya karena shampo sayang atau yang lainnya, nggak usah ngambek yah presdirku yang tampan" rayu Friska yang membuat Kenan berbunga-bunga seketika dan senyum-senyum bahagia.
"Mana bisa aku ngambek sayang kalau kamu sudah merayuku seperti ini," ucap Kenan.
"Ayo cabutin ubanku sayang, aku nggak mau kamu mencari laki-laki lain yang nggak ada uban nanti" ucap Kenan sambil bangun dan duduk kembali di kursi.
Friska lagi-lagi geleng kepala mendengar ucapan Kenan.
"Sayang pakai apa aku mau cabut ubanmu?"
"Iya juga yah"
Kenan dengan segera menelepon Juan, hanya untuk membawakan dia pencabut uban.
"Sekarang aku mau menjadi bayi dulu karena sejak tadi aku kesal terus, jadi kamu harus mengembalikan mood aku ini sayang" ucap Kenan setelah selesai menelepon Juan.
"Sayang bentar yah kalau kamu mau menyusu seperti bayi, sahabat-sahabat aku masih ada tuh, aku mau menemui mereka dulu, oke sayang" ucap Friska lalu ingin segera keluar kamar namun Kenan dengan cepat menahannya.
"Aku maunya sekarang sayang, sebentar beda lagi dong" ucap Kenan lalu segera menggendong tubuh Friska ala bridal style dan membaringkannya ke tempat tidur.
__ADS_1