Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kembali ke bentuk pabrik,,,


__ADS_3

"Ponakan ku kita pulang saja," ucap Kenan.


"Loh nggak apa-apa? cepat banget?" ucap Friska sambil melihat Kenan.


"Iya pak Kenan cepat banget,, nggak usah pulang cepat-cepat,," ucap Raka.


"Aku sudah mengantuk,," ucap Kenan pada Raka.


"Nggak apa-apa kok ponakan ku sayang kalau kita pulang cepat,,, yang penting aku sudah datang juga,, mereka aku datang saja pasti udah senang," ucap Kenan sambil melihat rekan bisnis yang mengundangnya lalu kembali melihat kepada Friska.


"Oh gitu,, aku terserah om aja,, aku mengikut saja sama om," ucap Friska.


"Yah dek cantik kamu nggak usah pulang dulu,, nanti aku antarin kamu kalau udah mau balik," ucap Raka.


"Iya aku juga bisa antarin kamu kalau Raka nggak bisa sebentar," ucap Rio.


"Aku juga bisa Fris,, kamu nggak usah balik dulu,, aku nggak ada teman lagi," ucap Dafa juga.


Friska merasa kasihan dan tidak enak pada Dafa karena memang benar Dafa hanya mengikut ayahnya saja,, jadi sudah pasti dia tidak memiliki teman ngobrol.


"Maaf Nona Friska harus pulang,, karena ini waktu jam tidur dia,, dia tidak boleh begadang,, anak kecil tidak boleh begadang," ucap Juan sambil melihat jam tangannya.


Wahh Juan ada juga gunanya,, batin Kenan.


Friska melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Juan.


"Benar yang dikatakan Juan,, ponakan aku nggak boleh begadang,, karena dia suka sakit kalau begadang,, jadi kita mau pulang dulu," ucap Kenan.


"Hah,, sejak kapan Fris kamu nggak bisa begadang,, bukannya dulu kamu suka main game sampai larut yah," ucap Dafa mengingat Friska yang memang suka begadang.


"Sejak akhir-akhir ini,, kita pulang dulu yah," ucap Kenan.


###########


Di dalam mobil.


Kenan hanya diam karena masih kesal pada ketiga manusia yang dekat-dekat dengan istrinya terutama dia sangat kesal pada Raka dan Rio. Karena kalau Dafa mengajak bicara Friska seadanya saja tapi jika Raka dan Rio mengajak bicara Friska sambil merayu dan itu membuat Kenan tidak suka.


Friska melirik-lirik Kenan yang sejak tadi hanya diam saja.


Dia kenapa nih,, ngambek kah, batin Friska.


Sementara Juan fokus menyetir mobil.


"Kamu kok diam aja sih,, kamu marah yah sama aku?" tanya Friska sambil bergelayutan manja di lengan suaminya.


Hah,, aku kan nggak marah sama dia tapi kok dia mengira aku marah sama dia,, tapi bagus juga sih kalau dia mengira aku marah sama dia,, siapa tau aja kan dia manja-manja terus begini dan merayu aku agar tak marah lagi,, kan enak kalau dia manja-manja begini,,,, batin Kenan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


"Sayang ihh," ucap Friska.


"Sayang kamu kok diam," ucap Friska lagi karena tidak mendapatkan respon dari Kenan.


"Sayang,"


"Emm,"


"Lah gitu doang,, kamu marah yah?" ucap Friska lagi.


Hemmm sok banget tuan Kenan pakai marah segala sama Nona Friska,, palingan juga itu cuma modus aja, dia kayaknya nggak bisa marah pada istrinya,, batin Juan yang sudah sangat mengenal Kenan dan tentu tau bagaimana Kenan sangat mencintai Friska.


Kenan pun kembali diam sambil menahan tawanya.


Friska dengan santainya mencium bibir Kenan dan Juan tidak sengaja melihat adegan itu melalui kaca.


Astaga menyesal aku lihat ke belakang,, batin Juan meronta-ronta.


Sementara Kenan berusaha menahan diri agar tidak membalas ciuman istrinya.

__ADS_1


Lumayan dapat ciuman dari istri,, batin Kenan sambil tertawa di dalam hatinya.


"Isshhh kamu kok nggak balas, biasanya juga kamu balas," ucap Friska sambil cemberut.


"Om Juan jangan lihat-lihat ke belakang yah,, karena om Juan belum nikah," ucap Friska.


"Iya Nona," ucap Juan.


Sudah terlanjur Nona,, saya sudah melihatnya tadi,, dan juga sudah sering melihatnya sejak dulu,, tapi baru kali ini saya melihat Nona yang aktif,, batin Juan.


"Sayang," rengek Friska lagi.


"Kenapa sih hemm?" ucap Kenan sambil melihat Friska dengan tatapan lembutnya,, karena tidak tahan dengan rengekan istrinya.


"Kamu marah sama aku? dari tadi kamu diam aja," ucap Friska.


"Nggak kok," jawab Kenan sambil mengelus lembut wajah Friska.


"Terus kenapa kamu diam aja?" tanya Friska.


"Kamu nggak panggil aku sayang?" tanya Friska lagi.


"Kamu nggak balas ciuman aku juga?" ucap Friska pelan karena ada Juan.


"Karena aku pengen kamu manja-manja sama aku,, kalau ciuman nanti di dalam kamar aku akan berikan sama kamu,," ucap Kenan dengan santainya.


Haduh suami istri ini,, membuat aku pengen cepat-cepat nikah aja,, batin Juan.


"Isshh ada om Juan,, malu tau," ucap Friska pelan sambil melihat Kenan.


Kenan tersenyum sambil membawa Friska ke dalam dekapannya.


"Nggak usah malu sama Juan sayang,," ucap Kenan.


"Aku sangat mencintai kamu,, jangan pernah tergoda dengan pria lain yah," ucap Kenan sambil mencium rambut istrinya.


Kenan pun langsung mengganggukan kepalanya.


"Iya sayang," ucap Kenan.


"Kamu nggak usah mikir macam-macam sayang,, mereka itu hanya aku anggap kakak dan sahabat saja,,, kamu suami aku,, kamu nggak nyadar tadi aku biarin kamu rangkul-rangkul aku,, jadi nggak usah mikir macam-macam,, oke?" ucap Friska.


Kenan pun merespon dengan tersenyum ucapan istrinya itu.


Haduhh romantis saja terus, nggak tau apa masih ada orang lain di dalam mobil ini,, mereka ini udah nikah lama tapi kelakuan masih seperti pengantin baru aja,, batin Juan.


"Sayang kamu mau nggak aku buatin pesta mewah untuk merayakan pernikahan kita?" ucap Kenan.


"Hah pesta mewah?" ucap Friska ulang.


"Iya sayang yang kayak tadi itu loh,, hanya aku akan membuatkan yang lebih mewah lagi,, kamu mau?" ucap Kenan lagi.


"Emmm nggak usah sayang," ucap Friska tanpa pikir panjang membuat Kenan mengernyitkan keningnya bingung dengan respon Friska.


"Loh kenapa sayang kok kamu nggak mau?" tanya Kenan.


"Karena aku akan capek pasti dan juga gigi aku akan kering akibat tersenyum terus,, kamu kan punya banyak rekan bisnis belum lagi keluarga kamu,, keluarga aku juga banyak,, haduhh aku membayangkannya saja nggak sanggup," ucap Friska yang membuat Kenan langsung tertawa.


"Nanti aku batasi aja tamunya sayang kalau gitu," ucap Kenan lagi.


"Jangan gitu dong,, udah nggak usah aja lagian kita nikahnya udah lama,, nanti kamu umumkan aja nggak usah pesta-pesta sayang,," ucap Friska.


"Kapan?" tanya Kenan.


"Nanti kalau aku hamil," ucap Friska pelan karena malu di dengar Juan dia berbicara seperti itu.


"Pas positif aku langsung umumkan yah?" ucap Kenan lagi.

__ADS_1


"Iya,, jangan nyaring-nyaring dong,, malu sama om Juan," ucap Friska pelan.


Kenan hanya tersenyum sambil memeluk gemas istrinya.


#########


Rumah Kenan.


"Juan kamu langsung balik saja yah,, nggak usah masuk udah larut nih, hati-hati yah kamu,, atau kamu nginap disini aja?" ucap Kenan.


"Iya om Juan nginap disini aja,, nggak usah balik,," ucap Friska.


"Oke Juan kamu nginap disini,, sesuai keinginan istriku," ucap Kenan lalu segera masuk ke dalam rumah bersama Friska.


Dan Juan pun akhirnya memutuskan menginap di rumah Kenan.


Mama Kenan sudah tidur lebih dulu karena sangat mengantuk begitu menunggu Kenan pulang.


Mereka pun masuk ke kamar masing-masing,, lalu segera bersih-bersih.


"Kamu kenapa liatin aku gitu? ingat yah tidur nggak usah mikir macam-macam atau ingin macam-macam," ucap Friska sambil menarik selimut begitu melihat Kenan yang sedang berjalan ke arahnya ketika Kenan selesai memakai setelan baju tidurnya.


Kenan pun ikut masuk ke dalam selimut lalu memeluk Friska.


"Pengen," ucap Kenan sambil mengecup lembut leher Friska dan memeluknya.


"Apaan sih yank ihhh,, tidur aja nggak usah aneh-aneh dulu deh,," rengek Friska.


"Nggak bisa sayang,, satu kali aja,, mau yah," rayu Kenan.


"Besok aja yank,," ucap Friska.


"Pengennya sekarang," ucap Kenan dengan tangan yang sudah kemana-mana.


"Kamu nggak capek apa?" ucap Friska sambil menahan diri agar tidak mengeluarkan suara aneh akibat kelakuan Kenan.


"Nggak kalau yang beginian," ucap Kenan.


"Mau yah sayang,, satu kali aja kok abis itu bersih-bersih lagi baru tidur," rayu Kenan.


"Ya udah aku mau," ucap Friska pada akhirnya.


"Ikhlaskan sayang? nggak terpaksa kan ini?" ucap Kenan.


"Iyalah ikhlas sayang ihh kamu kan suami aku,, tapi kamu aja yang aktif yah,, aku capek yank," ucap Friska.


"Beres sayang," ucap Kenan.


Lalu Kenan dengan senang hati melakukan apa yang dia inginkan pada istrinya.


Sementara Juan yang berada di dalam kamar tamu segera menelepon Ela begitu sudah selesai bersih-bersih,, karena Ela sudah mengirimkan pesan pada dirinya untuk menelepon jika dia sudah pulang.


Ela yang memang masih menunggu kabar dari Juan segera melihat ponselnya begitu dia mendengar ponselnya berdering sambil berharap itu adalah Juan yang menelepon,,, dan memang benar Juan yang menelepon dirinya. Dengan segera Ela mengangkat panggilan telfon dari orang yang sudah dia tunggu-tunggu sejak tadi.


"Halo sayang,, kamu udah di rumah?" tanya Ela langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan. Juan langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Ela.


"Aku nggak di rumahku sekarang,, aku nginap di rumah tuan Kenan karena tadi Nona Friska dan tuan Kenan melarang aku pulang,, mereka menyuruhku nginap disini aja,,," ucap Juan.


"Oh gitu baguslah,, emang udah larut juga kalau kamu mau balik,," ucap Ela.


"Aku video call yah sayang," ucap Juan yang membuat Ela masih suka senyum malu-malu kalau mendengar Juan memanggilnya sayang.


"Iya,, tapi wajahku udah kembali ke bentuk pabrik,, nggak apa-apa kan?" ucap Ela yang membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung dengan maksud Ela.


"Hah,, maksudnya?" tanya Juan.


"Aku nggak pakai bedak sayang,, jadi sekarang aku lagi jelek," ucap Ela.

__ADS_1


"Ya ampun aku pikir apaan,, kamu mau pakai bedak atau nggak juga tetap cantik kok,, aku video call sekarang yah," ucap Juan lagi sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya begitu mendengar ucapan Ela.


__ADS_2