Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bukan Kenan namanya kalau tidak kepo


__ADS_3

"Ihhh kepo," ucap Friska sambil menahan tawanya.


"Emang," ucap Kenan lalu menarik istrinya agar lebih dekat padanya.


Tangannya sudah merangkul pinggang istrinya dan dagunya dia letakan di bahu istrinya sambil melihat istrinya yang lagi membuka pesan di grupnya.


"Oh tumben Dafa ngajakin ngumpul duluan biasanya sih nggak," ucap Friska sambil masih membaca pesan sahabat-sahabatnya itu dengan Kenan juga yang terus melihat dan ikut membaca.


"Biasanya gimana memangnya sayang?" tanya Kenan sambil mengecup-ngecup pipi istrinya.


"Biasanya dia nggak ngajakin duluan sayang, dia itu nunggu ajakan dari yang lainnya ajah terus ngikut, gitu yank," ucap Friska sambil mengelus pipi suaminya yang manja itu, mereka bertukar posisi sekarang biasanya Friska yang manja sekarang Kenan.


"Kok kamu tahu banget sih kebiasaannya Dafa," ucap Kenan yang tidak terima jika istrinya tahu banyak tentang Dafa.


"Ya ampun sayang kita kan satu grup jadi pasti tahu sayang, jangan mikir macam-macam," ucap Friska lalu mencium bibir Kenan yang membuat Kenan senyum-senyum dan langsung jinak lagi.


Kalau di cium ajah langsung senyum-senyum gitu, langsung jinak ajah, heem dasar suami mesumku, aku tahu sekarang kelemahanmu batin Friska sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


"Sayang jangan terlalu tahu tentang dia aku cemburu pokoknya jangan, kamu tahunya tentang aku ajah yah," ucap Kenan lagi.


"Iya, lagian aku tahunya cuma ini ajah kok yank nggak lebih," ucap Friska lagi.


Sebenarnya aku tahu banyak tentang Dafa karena dulu kan aku sangat mencintai dia, tapi kalau sampai suamiku ini tahu dia pasti bakalan ngamuk-ngamuk dan menyuruh aku melupakan itu, kan nggak bisa udah terlanjur di ingat batin Friska.


"Baguslah, ya udah sambil makan kalau gitu sayang atau makan dulu baru lihat ponselmu nanti kamu sakit karena terlambat makan sayang," ucap Kenan.


"Suap yank," ucap Friska.


"Dengan senang hati, mau pakai mulut atau sendok sayang?" tanya Kenan yang membuat Friska langsung melongo sambil melihat suaminya.


"Pakai sendok sayang ihhh, masa pakai mulut, mesum banget sih suamiku ini ya Allah," ucap Friska.


Kenan pun nyengir sambil mulai menyuapi istrinya itu.


"Siapa tahu ajah kamu mau sayang," ucap Kenan lalu ikut makan juga setelah menyuapi satu sendok kepada istrinya sambil sesekali melihat pesan yang lagi di baca istrinya.


"Nggak mau lah sayang," ucap Friska.

__ADS_1


"Aku nggak bisa ngumpul bareng mereka, aku kan lagi disini, alasan aku apa nih sayang, beritahu aku dong," ucap Friska sambil melihat suaminya.


"Aaaa," ucap Kenan sambil menyuruh Friska membuka mulutnya dan Friska pun menurut.


"Itu masalah gampang sayang, makan dulu sekarang yah," ucap Kenan sambil mengusap lembut rambut istrinya.


"Oh iya yang telfon kamu siapa sayang? tadi kamu bilang banyak panggilan tak terjawab juga," kata Kenan.


"Oh ini Dafa yank pasti karena aku nggak bunyi di grup makanya dia telfon," ucap Friska.


"Duhh kenapa dia yang telfon sih kan ada teman cewek kamu," ucap Kenan.


"Yah mana saya tahu saya kan ikan," ucap Friska dengan entengnya.


"Sayang aku lagi serius nggak lagi bercanda, kamu larang dia telfon kamu dong biar dia nggak nelfon kamu lagi, atau bilang kamu udah punya suami biar dia nggak dekat-dekat kamu lagi, dia itu suka sama kamu sayang percaya sama suami kamu, aku pernah lihat tatapan dia ke kamu itu beda sayang," ucap Kenan.


"Dia itu nggak suka sama aku sayang malahan aku yang suka sama dia pernah, dengar baik-baik pernah bukan sekarang kalau sekarang aku cintanya cuma sama kamu ajah suamiku tersayang," ucap Friska agar kecemburuan suaminya itu tidak semakin menjadi.


"Dafa itu nggak pernah mendekati aku secara berlebihan sayang, kalau dia suka sama aku pasti sejak dulu dia nembak aku, ini sampai sekarang dia nggak nembak-nembak aku juga, Dafa itu fokus belajar sayang lagian Dafa juga nggak cuma dekat sama aku ajah dia juga dekat dengan Salsa dan Ela, udah kamu nggak usah mikir macam-macam dan kalau bilang tentang hubungan kita nanti ajah deh lagian aku juga kan nggak macam-macam sayang, kamu nggak usah meragukan kesetiaan istri kamu ini," ucap Friska lagi.


"Tapi sayang mereka akan selalu pikir kalau kamu itu jomblo padahal kamu istriku, kalau kamu bilang yang sebenarnya pasti baguskan sayang, aku jadi semakin tenang ajah gitu," ucap Kenan.


"Iya sayang asal kamu jangan dekat-dekat dengan sahabat-sahabatmu secara berlebihan apalagi dengan Dafa termasuk juga kepada pria lain," ucap Kenan yang pada akhirnya mengalah lagi pada kemauan istrinya.


"Kamu ini masih ajah mau terlihat seperti cewek jomblo padahal bentar lagi kamu pasti hamil sayang, aku yakin itu jadi yah mau tidak mau pasti sudah tidak lama lagi kamu akan bilang sama sahabat-sahabatmu," ucap Kenan santai.


"Kan sekarang belum hamil yank," ucap Friska sambil nyengir.


"Iya tapi nggak lama lagi hamil, aku minta jatah terus itu supaya kamu cepat hamil," ucap Kenan.


"Iya aku tahu," ucap Friska sambil cemberut.


"Bagus sayang, jadi susunlah kata-kata yang bagus untuk memberitahukan kepada sahabat-sahabatmu tentang kebenaran yang selama ini kamu tutup rapat-rapat," ucap Kenan sambil masih menyuapi istrinya.


"Iya-iya," jawab Friska sambil mengunyah.


Tiba-tiba ponsel Friska berdering dan ternyata Dafa yang menelepon Friska, Friska langsung melihat Kenan sambil mencoba tersenyum.

__ADS_1


"Speaker sayang," ucap Kenan lalu menggigit leher Friska yang langsung menimbulkan tanda kemerahan lagi di lehernya.


"Aww sakit yank, kamu ini vampir yah, nggak lihat nih bekas di leher aku banyak banget karena ulahmu, kamu tambah lagi sekarang, biasanya juga kamu gigitnya lembut-lembut ini sakit banget" ucap Friska.


"Jangan bilang deh lagi cemburu karena Dafa meneleponku," ucap Friska lagi sambil melihat suaminya.


"Iya emang lagi cemburu, mana ada suami yang nggak cemburu istrinya di telfon sama pria lain, yang seumuran lagi, di grup di bilangin cantik, terus yah biar nggak di angkat satu kali telfonnya ehh dia nelfon lagi tuh," ucap Kenan sambil melihat ponsel istrinya yang berdering lagi.


Ya ampun suamiku cemburunya akut banget sih, dia baca lagi pesan mereka tadi aku pikir dia nggak lihat mereka bilang cantik batin Friska.


"Udah yah sayang nggak usah mikir macam-macam, nggak usah cemburu, aku speaker nih biar kamu dengar," ucap Friska sambil bersandar di dada suaminya lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Dafa, sebenarnya Friska ingin tertawa melihat wajah cemburu Kenan tapi di tahannya.


"Halo Dafa, ada apa?" tanya Friska langsung.


"Akhirnya kamu angkat juga Fris, hampir ajah aku ke rumah kamu takut kamu kenapa-kenapa tahu nggak karena nggak biasanya ngilang gitu ajah," ucap Dafa lega.


"Hemm iya maaf yah aku nggak kenapa-kenapa kok, dari tadi aku nggak megang ponsel," ucap Friska.


Karena suami minta jatah mulu batin Friska.


"Oh iya aku barusan baca di grup kalian mau ngumpul yah bentar malam, aku nggak bisa ikut kalian karena sekarang aku lagi bersama om Kenan ada urusan penting," ucap Friska.


"Oh gitu yah, ya udah lain kali kamu ikut yah, nggak boleh sombong-sombong loh karena udah mau tamat," ucap Dafa.


"Iyalah aku nggak bakalan sombong Daf, aku bakalan ikut nanti" ucap Friska.


"Oke, aku tutup dulu telfonnya kalau gitu," ucap Dafa lagi.


"Iya," ucap Friska.


Dafa segera menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


"Tuh dengarkan sayang nggak ada yang lebih-lebih, kamu ini terlalu mikir sembarangan tahu nggak," ucap Friska.


"Kan menjaga ajah," ucap Kenan lalu tiba-tiba ponselnya juga berdering.


"Juan, kenapa nih apa dia udah mau nikah," ucap Kenan.

__ADS_1


Kenan memang tahu kedekatan Syeila dan Juan, tahu tentang Syeila dan Juan yang pacaran, tahu juga tentang Juan yang memberikan hadiah cincin untuk Syeila dan dia jadikan kalung, semua itu dari bawahannya yang dia suruh untuk mengawasi Juan tanpa ketahuan, bukan Kenan namanya kalau tidak kepo.


__ADS_2