Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sedikit demi sedikit


__ADS_3

Di sofa mama Kenan pun heboh setelah melihat bekas kissmark di leher menantunya.


"Mama kenapa sih?" tanya papa Kenan.


"Papa tahu apa yang mama lihat tadi?" tanya mama Kenan balik.


"Iya tahu, lihat Kenan dan menantu kita mau ciuman kan tapi nggak jadi" ucap papa Kenan lalu tertawa.


"Ada lagi yang lebih dari itu pa" ucap mama Kenan.


"Haa ada lagi, apaan emangnya ma?" tanya papa Kenan penasaran.


"Tadi pa, mama lihat di leher Friska ada itu biasa bekas itu" ucap mama Kenan.


"Bekas itu apaan sih ma, bicara yang jelas dong" ucap papa Kenan semakin penasaran.


"Haduh yang biasa papa lakuin di leher mama waktu masih muda dulu, pura-pura polos lagi papa" ucap mama Kenan.


Papa Kenan pun langsung mengerti maksud dari istrinya karena waktu masih muda dulu dia memang ganas, hasil dari itu jadilah Kenan yang juga ganas.


"Masih nggak ngerti lagi?" tanya mama Kenan.


"Ngerti istriku, Kenan ganas yah" ucap papa Kenan.


"Kan menurun dari papa" ucap mama Kenan lalu tertawa.


"Tapi ma ini benar-benar bagus bentar lagi kita punya cucu" ucap papa Kenan bahagia.


"Semoga saja pa" ucap mama Kenan. Oh iya Kenan kok nggak beritahu menantu kita yah tentang lehernya itu ucap mama Kenan lagi.


"Biarin ajah ma" ucap papa Kenan sambil tersenyum.


Papa Kenan mengerti dengan perasaan anaknya itu karena dia juga laki-laki.


#####


Setelah Kenan keluar dari kamar mandi, Friska pun masuk juga untuk mandi. Kenan pun teringat dengan bekas kissmark yang dia buat, dia pun harap-harap cemas dan berharap semoga Friska tidak melihatnya atau tidak menyadarinya.


Friska yang terburu-buru karena mengingat mertuanya sedang menunggu di bawah tidak memperdulikan lagi mau bercermin, keluar kamar mandi Friska sudah berpakaian tinggal mengeringkan rambutnya saja.


Kenan yang melihat ekspresi Friska biasa-biasa saja mengambil kesimpulan bahwa Friska belum menyadarinya.


Melihat Friska yang hendak bercermin sambil mau mengeringkan rambutnya membuat Kenan langsung membatalkan niat Friska.


"Istriku" teriak Kenan yang membuat Friska terkejut.


"Kenapa sih om teriak-teriak, aku di sini juga" ucap Friska membalikan badannya menghadap Kenan.


Kenan pun mendekati Friska dan membawa Friska duduk di tempat tidur.


"Sini biar aku saja yang mengeringkan rambutmu istriku" ucap Kenan sambil mengambil hair dryer yang ada di tangan Friska.


Friska pun mengikuti kemauan Kenan.

__ADS_1


"Om kenapa sih, tumben banget" ucap Friska.


"Nggak kenapa-kenapa biar cepat kita turun ke bawah istriku, kan kalau kamu bercermin pasti lama lagi" ucap Kenan.


Friska pun mempercayai ucapan Kenan karena memang kalau dia bercermin kadang lama.


Setelah mengeringkan rambut Friska mereka pun langsung turun ke bawah bersama Kenan. Friska memang tidak suka dandan dan itu yang membuat Kenan suka melihat wajah natural Friska. Friska hanya menggunakan lip gloss saja dan itu di pakaikan oleh Kenan, alasan Kenan masih sama yaitu supaya tidak lama dan Friska pun lagi-lagi mengikuti kemauan Kenan.


"Mama dan papa ada apa kesini? tumben banget terus nggak bilang-bilang lagi" tanya Kenan.


Sedangkan Friska sedang menyiapkan minuman di dapur buat kedua mertuanya.


"Cuma pengen lihat anak dan menantuku saja, lagian terserah kita dong sayang mau datang kapan" ucap mama Kenan.


"Takutnya ma kalau kalian datang tiba-tiba begini kita nggak lagi di rumah" ucap Kenan.


"Halahh bilang ajah takutnya mama ganggu kamu mau mesra-mesraan dengan istri kamu" ledek mama Kenan.


Itu mama tahu kenapa nggak pulang sekarang ajah sih batin Kenan.


"Nggak gitu kok mamaku tersayang" ucap Kenan.


Friska pun datang membawakan minuman yang telah di buatnya.


"Maaf yah ma, pa aku baru buatin seharusnya aku buatin dari tadi" ucap Friska sambil meletakan minuman-minuman itu.


"Nggak perlu minta maaf sayang, lagian tadi itu Kenan langsung gendong kamu ajah sih, tapi sebenarnya kamu nggak usah repot-repot menantuku kalau kita haus nanti kita ambil sendiri" ucap mama Kenan lagi.


Kenan yang melihat Friska memeluk mesra mamanya langsung saja mencari ide agar istrinya itu duduk dekat dengannya.


"Istriku minuman untuk suami kamu mana?" tanya Kenan membuat Friska yang mendengarnya mengernyitkan keningnya.


"Itu om masa om nggak lihat" ucap Friska.


"Terlalu jauh kasih dekat sini dong" perintah Kenan.


Friska pun hanya mencoba sabar dengan kelakuan suaminya itu sambil menuruti kemauan suaminya. Friska pun membawakan minuman Kenan lebih dekat dengannya padahal tadi juga sudah dekat membuat Friska berpindah ke dekat Kenan, ketika sudah selesai Friska pun ingin kembali kepada mertuanya namun tangan Kenan sudah mencegahnya dengan menahan pinggang Friska.


"Mau kemana?" tanya Kenan.


"Mau duduk dekat mama" ucap Friska.


"Di sini ajah" ucap Kenan tak mau di bantah.


Friska pun hanya menuruti kemauan Kenan sambil cemberut.


*Sekarang aku sudah benar-benar yakin kalau anakku sudah sangat mencintai menantuku, senangnya pasti nggak lama lagi dapat cucu batin mama Kenan yang sangat bahagia sambil memperhatikan cara Kenan memperlakukan Friska.


Akhirnya Kenan sudah mencintai menantuku, walaupun anak ini belum mau mengakui kalau dia mencintai menantuku tapi aku yakin kalau dia benar-benar sudah jatuh cinta batin papa Kenan*.


Mereka pun berbincang-bincang dengan Kenan yang memeluk pinggang Friska sambil sesekali mencium rambut Friska. Sedangkan Friska jangan tanyakan lagi dia benar-benar sudah sangat malu karena Kenan bersikap seperti itu di depan mertuanya.


Friska sudah protes dengan berbisik kepada Kenan namun Kenan dengan santainya berbisik kembali kepada Friska bahwa Friska akan jadi istri durhaka kalau tidak menurut jadilah Friska menurut kepada Kenan.

__ADS_1


#####


Setelah perbincangan itu yang tidak terlalu lama, kedua orang tua Kenan pun pamit untuk melanjutkan aktivitas mereka dengan perasaan bahagia.


Mereka memang hanya berniat saja untuk singgah sebentar karena mereka juga orang-orang yang sibuk.


"Mama sama papa kok cepat banget sih pulangnya, bentaran ajah lagi mama sama papa pulangnya" rengek Friska.


"Papa masih ada yang harus di kerjakan sayang nanti papa sama mama datang lagi atau nanti kamu juga datang jalan-jalan ke rumah utama yah" ucap papa Kenan.


"Iya sayang, mama juga masih ada yang mau di kerjakan, terus suamimu sepertinya ingin berduaan dengan kamu sayang karena dari tadi mukanya ngelunjak banget seperti mengusir mama dan papa" ucap mama Kenan lalu tertawa.


Mama memang pengertian batin Kenan senang.


"Mama kok ngomong gitu, nggak kok ma" ucap Kenan pura-pura.


"Iya-iya nggak, nggak salah lagi maksud kamu kan" ucap mama Kenan.


Kenan pun hanya diam malas meladeni mamanya yang selalu betul.


#####


Setelah orang tuanya pulang, Kenan langsung mengunci pintu rumahnya. Friska pun membereskan gelas kotor sekaligus langsung mencucinya.


Kenan mengekor terus kepada Friska.


"Istriku ayo kita ke kamar" ajak Kenan.


"Ngapain ke kamar om jam segini?" tanya Friska.


"Rebahan" ucap Kenan.


"Ya udah om rebahan ajah, aku malas rebahan om, aku mau di sini ajah beres-beres dan lihat apa ajah yang kurang" ucap Friska santai.


"Aku maunya kamu ikut" ucap Kenan lalu langsung menggendong tubuh Friska lagi ala bridal style.


"Iya-iya om aku ke kamar, turunin aku dong om" rengek Friska.


"Nanti di tempat tidur baru aku turunin" ucap Kenan.


Kenan langsung membaringkan Friska di tempat tidur dan dia juga dengan cepat naik ke tempat tidur lalu langsung memeluk Friska.


"Om rebahan sambil peluk ajah yah jangan ci... ucapan Friska terhenti karena Kenan sudah menciumnya.


Baru juga mau bilang jangan cium batin Friska.


"Rebahan, pelukan sambil cium" ucap Kenan tidak mau di bantah.


Friska pun membiarkan Kenan, dan jangan lupa tangan Kenan yang sudah bergerak kemana-mana membuat Friska merasakan reaksi aneh pada tubuhnya. Kenan sangat menyukai reaksi tubuh Friska, Kenan memang ingin melakukan sedikit demi sedikit.


Di tengah-tengah kegiatan Kenan yang asik-asiknya sedang mencumbu Friska lagi-lagi ponselnya berdering.


"Om Adelia nelfon om" ucap Friska setelah melihat nama kontak yang menelepon Kenan.

__ADS_1


__ADS_2