Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Padahal


__ADS_3

"Fris itu pacar pak Kenan yah?" tanya Salsa.


"Iya itu pacarnya" ucap Friska.


"Kok kayak tante-tante sih, nggak cocok banget sama pak Kenan yang tampan" ucap Salsa.


"Iya emang nggak cocok" ucap Friska.


"Sebenarnya pak Kenan itu cocok dengan loe Fris, dia tampan dan loe cantik tapi sayangnya dia om loe" ucap Salsa lalu tertawa.


"Loe itu kalau bicara sembarangan tahu nggak" ucap Friska.


"Ya gue nggak bicara sembarang Friska" ucap Salsa.


"Terserah loe deh mau ngomong apa" ucap Friska.


"Di kasitau juga, kita mau kemana nih?" tanya Salsa.


"Ke rumah Dafa yuk" ajak Friska.


"Gila loe jadi cewek agresif banget, loe yang ngunjungin cowok" ucap Salsa lalu tertawa.


"Duh otak loe emang selalu berpikiran negatif sama gue tahu nggak, kita ajak dia bareng kita gitu kali ajah dia tahu tempat jalan-jalan yang bagus" ucap Friska lalu tersenyum.


"Modus banget loe, okelah kita ke rumah Dafa" ucap Salsa.


#####


"Wah rumah Dafa besar juga yah, kayaknya semakin besar deh" ucap Friska begitu mereka sampai di rumah Dafa. Friska pernah ke rumah Dafa hanya satu kali itupun sewaktu SMP karena Friska membantu Dafa yang motornya sedang rusak, Friska memang mengerti tentang mesin.


Waktu itu Friska sangat senang membantu Dafa karena dia sangat menyukai Dafa dan Dafa mengajak Friska ke rumahnya untuk mengucapkan terima kasih sekaligus mengajak Friska makan siang dulu di rumahnya sebelum dia pulang.


"Iya gue baru perhatikan baik-baik loh, loe udah pernah kesini yah sebelumnya?" tanya Salsa.


"Udah sih, tapi udah lama banget waktu gue dan Dafa SMP setelah itu nggak pernah lagi gue kesini tahu kan loe gue malu-malu banget kalau dekat Dafa" ucap Friska lalu tertawa.


"Tuh satpamnya kesini, wah satpamnya masih yang pernah nih" ucap Friska lagi ketika melihat pak satpam berjalan menuju mobil Salsa.


Salsa pun menurunkan kaca mobilnya begitu pak satpam itu sampai di mobil mereka.


"Cari siapa non?" tanya pak satpam.


"Cari Dafa, Dafa ada nggak pak?" tanya Salsa balik.


Tumben tuan Dafa ada yang cariin anak perempuan dia kan sangat tertutup bahkan anak perempuan pun nggak ada yang datang kesini, cuma satu orang saja yang pernah aku lihat datang kesini itupun sudah lama banget batin pak satpam.


"Halo pak masih ingat aku nggak?" tanya Friska kepada pak satpam itu lalu tersenyum.

__ADS_1


Haa ini dia yang pernah tuan Dafa bawah masuk ke rumahnya, wah tambah cantik yah ternyata nona ini batin pak satpam.


"Iya masih ingat non" ucap pak satpam itu lalu tersenyum juga.


"Oh iya pak, Dafa ada nggak?" tanya ulang Friska.


"Oh tuan Dafa lagi keluar non dia nggak ada di rumah, itu anak non yah?" tanya pak satpam itu yang melihat Nathan duduk di pangkuan Friska.


"Ehh buset bukan pak, aku masih cewek pak" ucap Friska yang seakan-akan lupa kalau dia sudah bersuami.


"Oh kirain non" ucap pak satpam itu lalu tertawa.


"Oh iya pak, Dafa nya kemana kalau boleh tahu pak?" tanya Friska lagi.


Salsa hanya menjadi penonton saja.


"Saya nggak tahu non, tuan Dafa nya kemana" ucap pak satpam itu.


"Oh ya udah pak kita balik dulu, terima kasih yah pak informasinya" ucap Friska lalu tersenyum.


"Iya non" ucap pak satpam itu.


"Kita balik yah pak" ucap Salsa juga.


"Iya non" ucap pak satpam itu lagi kepada Salsa.


Mereka pun pergi dari rumah Dafa.


#####


"Jangan deh nanti ganggu siapa tahu ajah Dafa nya lagi sibuk" ucap Friska.


"Iya juga sih, terus kita mau kemana nih?" tanya Salsa lagi.


"Ke rumah Ela ajah yuk" ajak Friska.


"Oke deh" ucap Salsa lalu mengemudikan mobilnya lagi ke rumah Ela.


#####


"Fris mendingan loe telfon Ela dulu deh, jangan sampai dia nggak lagi di rumahnya" ucap Salsa.


"Iya deh" ucap Friska lalu menelepon Ela.


"Halo Fris, ada apa? tumben loe nelfon gue selama loe di rumah pak Kenan" ucap Ela dari balik telepon.


"Loe di rumah nggak?" tanya Friska langsung.

__ADS_1


"Iya di rumah emang kenapa?" tanya Ela lagi.


"Gue mau ke rumah loe sekarang bareng Salsa dan dedek Nathan, tunggu kita yah" ucap Friska lalu mematikan panggilan telfonnya.


"Dedek Nathan siapa tuh" ucap Ela setelah Friska mematikan panggilan telfonnya.


Ela pun menunggu Friska dan Salsa. Tak lama Friska dan Salsa pun tiba di rumah Ela. Ela pun langsung berjalan ke dekat mobil Salsa dia penasaran dengan dedek Nathan. Begitu Friska dan Salsa keluar dia langsung saja mendekat ke Friska karena melihat Nathan.


"Ya ampun dedek kamu ganteng banget sih" ucap Ela gemas lalu menggendongnya. Anak siapa ini?" tanya Ela lagi.


"Anak tante gue" ucap Salsa.


"Kok nggak ada miripnya sama loe sih Salsa padahal loe kan keluarganya" ucap Ela lalu tertawa.


"Sialan loe, lihat baik-baik ada kok miripnya, loe ajah yang nggak sadar" ucap Salsa.


"Udah nggak usah ribut, ayo kita masuk ke dalam" ajak Friska.


Mereka pun masuk ke rumah Ela. Setelah itu mereka mulai memainkan Nathan dan Nathan pun tidak menangis kecuali dia lapar. Dan Salsa sudah menyiapkan semuanya.


#####


Sementara di tempat lain Kenan lagi jalan berdua dengan Adelia, dan Adelia tentu tidak membuang-buang kesempatan untuk memanfaatkan uang Kenan.


Rio kekasih Adelia Melihat kenan dan Adelia yang lagi jalan bersama. Rio pun mengirimkan pesan kepada Adelia.


Sayang sepertinya sekarang kamu lagi senang banget karena lagi belanja. Isi pesan dari Rio.


Adelia yang mendengar ponselnya bunyi langsung saja melihatnya, betapa terkejutnya dia membaca pesan dari Rio. Yang dia takutkan kalau Kenan nanti mengetahuinya beruntung Kenan sedikit jauh dari Adelia jadi Kenan tidak membacanya.


Adelia pun dengan cepat membalas pesan dari Rio.


Sayang kamu cari mati yah, kamu nggak lihat pacar aku lagi ada di sini, aku nggak lupain kamu kok. Balas Adelia kepada Rio.


Rio pun langsung membaca pesan dari Adelia, dia hanya tersenyum membaca pesan dari Adelia.


Yah manfaatkan saja dulu lah pacar kamu yang bodoh itu sayang batin Rio.


Rio pun segera pergi dari situ.


"Ada apa?" tanya Kenan kepada Adelia.


"Nggak kok sayang, kita boleh belanja pakaian cowok nggak sayang, buat kamu dan buat sepupu aku juga" ucap Adelia.


"Boleh" ucap Kenan.


Mereka pun segera mencari pakaian cowok buat Kenan dan sepupu Adelia yang sebenarnya itu buat Rio orang yang di cintai Adelia.

__ADS_1


#####


Friska pun sudah pulang dan di lihatnya mobil Kenan belum ada, berarti Kenan belum pulang padahal sudah malam.


__ADS_2