Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Cuma mau balas dendam


__ADS_3

Kenan tersentak kaget setelah mendengar permintaan Raka untuk yang pertama kalinya, Raka memang berteman kepada Kenan namun dia sebisa mungkin tidak meminta bantuan apa-apa kepada Kenan ketika dia lagi kesusahan, dia selalu berusaha untuk menyelesaikan sendiri masalahnya sekalipun Kenan menawarkan bantuan.


Itulah yang membuat Kenan menjadikan Raka sebagai sahabat terdekatnya karena Raka tidak memanfaatkan Kenan dan juga keluarganya. Raka berteman dengan tulus kepada Kenan.


Kenan langsung melihat istrinya, yang juga sedang melihat Kenan yang tidak bicara lagi.


Sayang kenapa Raka harus meminta kamu, kenapa kamu harus secantik ini dan sepolos ini akhirnya teman baik aku menginginkan kamu juga, kenapa harus kamu wanitanya batin Kenan sambil menatap Friska dengan tatapan yang sangat lembut.


Kenan pun menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Sayang kamu tunggu disini dulu yah, aku mau bicara dengan Raka dulu" Ucap Kenan sambil mengelus rambut Friska lalu mengecup bibir Friska setelah itu berjalan keluar kamar untuk bicara dengan Raka.


Friska hanya menuruti perintah Kenan saja lalu rebahan santai di tempat tidur mereka.


"Raka loe ini kenapa meminta gue melepaskan istri yang gue sangat cintai bahkan kalau mau tukar dengan nyawa gue asal dia bahagia gue mau yang penting jangan saja dia bersama laki-laki lain kebahagiaannya kalau itu lain lagi ceritanya" Ucap Kenan begitu berada jauh dari kamar.


"Kenan gue benar-benar mencintai Friska, apa loe nggak kasian sama gue yang baru jatuh cinta, ehh belum menyatakan perasaan sudah tertampar kenyataan" ucap Raka di balik telfon.


"Apa loe juga nggak kasian sama gue, yang harus melepaskan wanita yang sangat gue cintai dan loe seharusnya bersyukur karena gue beritahu loe cepat sebelum loe semakin jauh mencintai dia dan jadi pebinor" ucap Kenan.


"Kenan gue udah benar-benar jatuh cinta sama istri orang sekarang" Ucap Raka.


"Lupakan istriku, dia hanya milikku nggak akan gue kasihkan ke orang lain, melihatnya saja tersenyum pada pria lain sudah membuatku cemburu mana mungkin gue biarin dia menjadi milik orang lain, kalau dia berani meninggalkan gue demi orang lain lebih baik gue mati bersama dia, biar nggak ada yang memiliki dia selain gue" ucap Kenan tegas.


"Dasar bucin" ledek Raka.


"Gue cuma tes loe doang, siapa tahu ajah kan loe masih mencintai wanita iblis itu, kalau loe masih mencintai dia dan ragu-ragu sama Friska, gue yang paling depan rebut Friska dari loe, tapi nyesek juga sih belum menyatakan perasaan tapi sudah tertampar kenyataan" Ucap Raka ngenes.


"Iya nih gue udah bucin banget sama istriku itu jadi nggak usah loe sebut-sebut wanita menjijikan itu dan loe yang sabar ajah loe pasti ketemu wanita lain kok" Ucap Kenan.


"Hem nggak tahu lah, tapi ingat yah gue terus pantau loe, kalau sampai loe menyakiti Friska, gue bakalan bawah dia" Ucap Raka sungguh-sungguh.


"Ngarep banget loe gue menyakiti istri kesayanganku itu, nggak bakalan lah" Ucap Kenan dengan keyakinan penuh membuat Raka juga yakin bahwa Kenan benar-benar telah sangat jatuh cinta kepada istrinya.

__ADS_1


"Iya-iya bucin, oh iya adek cantik lagi ngapain?" Tanya Raka..


"Stop yah bilangin istri gue begitu kesal gue dengarnya" omel Kenan.


"Huuf begini kalau bicara dengan bucin susah banget tahu nggak sensitif, ya udah deh istri loe lagi apa?" Tanya Raka lagi.


"Nah gitu baru enak di dengar, istri gue lagi nungguin gue di kamar, tadi gue lagi cium-ciuman dan peluk-pelukan loe tahu kan lanjutannya setelah itu, tapi loe malah nelfon" Ucap Kenan asal.


Raka pun tertawa mendengar ucapan Kenan yang jelas betul sengaja pamer.


"Berarti gue nelfon di saat yang tepat, ehh tapi ingat yah kalau loe sampai menyakiti Friska, walaupun Friska janda nggak ting-ting lagi gue tetap mau" ucap Raka serius.


"Sialan loe nggak bakalan gue menyakiti dia nggak usah ngarep, lebih baik loe cari pasangan hidup loe" Ucap Kenan.


"Udah ahh gue mau balik ke kamar udah rindu sama istri gue, bye jomblo" Ucap Kenan lalu menutup panggilan telfon.


"Dasar yah Kenan mentang-mentang sudah menemukan orang yang sangat dia cintai langsung sombong sama jomblo, apes banget sih loe Raka tapi gue senang juga kalau Kenan akhirnya tidak bersama Adelia wanita iblis itu, heem tapi masih berasa nyeseknya" Ucap Raka sambil menyimpan ponselnya di nakas lalu berusaha tidur untuk menghilangkan kegalauannya.


#####


"Istriku kamu belum tidur?" Tanya Kenan begitu masuk masih melihat Friska baring santai di tempat tidur dengan segera dia juga baring di tempat tidurnya setelah menyimpan ponselnya.


"Belum, aku nungguin kamu, aku mau tidur sambil di peluk sama kamu sayang" ucap manja Friska sambil memeluk Kenan yang baru berbaring.


Aku senang banget kalau dia manja begini batin Kenan sambil memeluk istrinya juga.


"Sayang kenapa nggak keluar panggil aku ajah biar nggak lama kamu nunggunya" Ucap Kenan sambil mengelus lembut pipi Friska.


"Katanya tadi tunggu disini" Ucap Friska sambil melihat Kenan.


Kenan langsung saja mencium bibir Friska dengan lembut dan cukup lama.


"Aku mencintai kamu sayang, sangat-sangat mencintai kamu, dan aku nggak akan pernah memberikan kamu pada orang lain jadi mulai sekarang belajarlah mencintai aku juga istriku" Ucap Kenan setelah mencium Friska.

__ADS_1


Kalimat itu langsung keluar begitu saja dari mulut Kenan, padahal dia sudah berencana ingin mengungkapkan semuanya di saat yang tepat sekaligus meminta haknya sebagai suami kepada Friska, namun semua itu dia batalkan mengingat Friska banyak sekali yang menyukainya jadi dia harus memberitahu Friska perasaannya yang sebenarnya, Kenan benar-benar tidak mau kehilangan Friska, jadi lebih baik dia mengungkapkan semuanya tidak apa jika Friska belum mencintainya setidaknya Friska tahu kalau Kenan sangat mencintai Friska.


Friska benar-benar hanya bengong setelah mendengar ucapan Kenan, dia tidak menyangka kalau Kenan akan mencintai dirinya.


"Sayang kamu tidak apa-apakan?" Tanya Kenan sambil menepuk lembut pipi Friska.


Friska pun kembali sadar.


"Emm tidak apa-apa kok" Ucap Friska gugup sambil merasakan jantungnya yang berdetak tidak seperti biasanya.


Duh jantung gue kenapa nih, gue kan nggak punya riwayat penyakit jantung batin Friska.


"Kamu kok nggak respon ucapan aku tadi sayang?" Tanya Kenan sambil membelai lembut wajah Friska yang masih melihatnya dengan tatapan tak percaya.


"Emm jadi tadi itu beneran, kamu cinta sama aku?" Tanya balik Friska.


"Iya sangat-sangat cinta sama kamu" Jawab Kenan kemudian mengecup bibir Friska lagi.


"Kamu pasti prank aku, iya kan?" Tanya Friska lagi.


"Nggak dong aku serius sayang" Ucap Kenan.


"Terus tante-tante itu gimana?" Tanya Friska yang mengingat Adelia.


"Nggak usah mikirin dia sayang aku sudah tidak mencintai dia sedikit pun, tapi status kita saat ini masih pacaran hanya saja aku cuma mau balas dendam sama dia, makanya sayang aku menyuruh kamu buat jalan-jalan juga ke kantor aku biar kamu bisa ngerjain dia habis-habisan pokoknya semau kamu asal kamu senang" Ucap Kenan lagi.


#################


**Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Takdirku bersamamu


-Seorang Pelayan

__ADS_1


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊**


__ADS_2