Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sekarang lebih penting,,,


__ADS_3

"Hah,, beneran nih?" tanya Cika lagi untuk memastikan semuanya.


"Iyalah beneran ngapain juga aku bohong,, apalagi sama kamu kan,, mana mungkin aku bohong,, kamu tau kan selama ini aku jujur orangnya, jadi nggak usah mikir macam-macam," ucap Kenan lagi sambil tersenyum pada Cika.


Cika pun merasa lega begitu mendengar ucapan Kenan. Sekaligus Cika merasa begitu sangat senang karena yang dia takutkan tidak terjadi.


"Ya udah ayo kita lanjutkan,, nanggung banget tadi karena ada gangguan dari luar,," ucap Cika sambil tersenyum pada Kenan.


"Ayo,," ucap Kenan juga dengan senyumnya kepada Cika.


Sementara Raka terus berontak agar dilepaskan oleh anak buah Kenan.


"Lepasin aku,, kalian tega memperlakukan aku seperti ini,, kalian tau kan bagaimana hubungan aku dengan Kenan,, jadi ayo lepaskan aku," ucap Raka yang ingin segera menemui mama Kenan dan juga Friska untuk memberitahukan kelakuan Kenan saat ini.

__ADS_1


Raka benar-benar sangat ingin melaporkan semuanya kepada mama Kenan dan juga Friska,, apalagi setelah dia melihat sedikit tadi Cika,, sebelum Kenan menutup rapat-rapat pintunya,, Raka semakin jengkel pada Kenan.


"Tuan,, kami juga sebenarnya tidak tega memperlakukan tuan seperti ini,, tapi tuan Kenan memerintahkan kami seperti ini,, jadi kami mohon maaf tuan,, benar-benar mohon maaf atas apa yang kami lakukan ini," ucap salah satu anak buah Kenan.


"Nggak usah takut pada Kenan,, kalian sama saja dengan Juan,, apa sih yang kalian takutkan sama dia,, saat ini dia tuh lagi berbuat kesalahan fatal,, jadi lebih baik lepaskan aku,, karena aku ingin bertemu dengan mama dia," ucap Raka lagi yang benar-benar sangat kesal.


"Maaf tuan,, kami tidak bisa,, kami hanya bawahan tuan,, tapi kami yakin tuan Kenan pasti akan melepaskan tuan,, dia nggak mungkin tega menyandera tuan lama-lama disini,," ucap anak buah Kenan lagi.


"Iya dia mungkin akan melepaskan aku tapi ketika wanita itu sudah tidak ada,, kenapa kalian tidak mengerti sih,, ayo lepaskan aku,, nggak usah lama-lama menyandera aku disini,," ucap Raka lagi yang masih melakukan tawar-menawar pada anak buah Kenan.


Sementara Friska memutuskan untuk menelepon Kenan lagi meskipun Kenan sudah melarang dirinya tadi untuk menelepon namun Friska tidak perduli,, karena menurut Friska Kenan benar-benar sangat berubah,, Kenan tidak biasanya seperti ini.


Dalam ruangan Kenan....

__ADS_1


"Ahh pelan-pelan Cik,," ucap Kenan sambil melihat Cika.


"Iya,, tapi kamu kok seperti baru beginian sih,, di umur kamu ini pasti udah sering kan? nggak usah bohong? nggak mungkin nggak pernah,," bisik Cika ditelinga Kenan.


Kenan yang ingin berbicara lagi membatalkan niatnya karena tiba-tiba ponsel Kenan lagi-lagi berdering.


"Siapa sih ganggu aja," omel Kenan.


Iya nih ganggu aja orang yang telfon Kenan,, ngeselin banget,, batin Cika kesal pada orang yang menelepon Kenan.


"Friska,, siapa Friska?" tanya Cika sambil melihat Kenan dengan tatapan penuh tanya.


Kenan pun lagi-lagi tidak mengangkat panggilan telfon dari Friska.

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa kok,, dia hanya keponakan ku,, mungkin mau minta jajan,, nanti saja aku mengurus dia,, sekarang lebih penting," ucap Kenan lagi.


__ADS_2